Para ilmuwan kelautan dari Teluk Meksiko mengajukan pertanyaan ke Great Barrier Reef, bagaimana cara terbaik untuk memulihkan terumbu karang dan habitat laut yang sudah rusak atau bahkan telah mati? Penelitian yang dipublikasikan dalam Restoration Ecology mengungkapkan bagaimana trasplantasi/pencangkokan dapat menjadi alternatif solusi murah dan sederhana yang dapat digunakan oleh relawan konservasi untuk memperbaiki terumbu karang yang rusak.
Penelitian dilakukan oleh Dr Graham Forrester, dari Universitas Rhode Island, yang memimpin tim ilmuwan, mahasiswa dan penduduk setempat untuk mencoba dan memulihkan karang yang mati, tetapi sebetulnya masih hidup, di White Bay di British Virgin Islands. Temuan mereka mengungkapkan bahwa potongan karang yang ditransplantasikan ke terumbu yang rusak dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup.
“Sering kali proyek restorasi karang tidak dirancang sebagai studi ilmiah atau dipantau, sehingga tak seorang pun dapat menjawab pertanyaan “seberapa efektif proyek itu bekerja” atau “Bagaimana cara terbaik untuk melakukan hal ini?” Kata Forrester “Masyarakat ilmiah menyediakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, dan kami ingin berkontribusi dengan menekankan metode yang sederhana dan cukup murah untuk digunakan oleh relawan dengan sedikit pelatihan.”
Penelitian difokuskan pada spesies terancam karang elkhorn (Acropora palmata), yang sering mengalami kerusakan secara alami oleh badai. Tim menggunakan fragmen karang patah oleh badai dan ditransplantasikan ke situs restorasi. Mereka menemukan bahwa potongan yang ditransplantasikan menempelkan “dirinya” sendiri setelah tiga bulan dan dalam 4 tahun dapat tumbuh menjadi karang dewasa.
“Untuk menggunakan analogi berkebun, karang sumber seperti kebun pohon buah,” kata Forrester. “Badai mengetuk beberapa ranting dari pohon-pohon dan kami reboisasi mereka pada tanah yang tidak subur Ranting tumbuh dan mekar untuk membentuk sebuah kebun baru. Ini adalah proses yang sama.”
Proses restorasi yang sederhana serta hanya membutuhkan sedikit pelatihan, memindahkan dan menempelkan kembali fragmen karang elkhorn dapat dilakukan oleh penyelam rekreasi dan dapat menjadi kegiatan pendidikan publik dan diadopsi oleh kelompok-kelompok relawan.
“Terumbu karang menghadapi beberapa ancaman, beberapa di antaranya sangat jauh dan dalam skala global,” kata Forrester. “Metode transplantasi karang memberikan kita cara sederhana yang relatif murah bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan setempat dan meningkatkan pemulihan alami terumbu yang cenderung lambat.”
Sumber: http://www.sciencedaily.com/releases/2010/06/100603193925.htm
Web site ini dibuat secara gotong royong oleh berbagai pihak untuk membangun trend cinta laut serta menyediakan akses informasi yang mudah untuk bisa terlibat di dalam konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkaitnya, dengan saling berbagi informasi yang bersifat positif, membangun semangat, dan saling menghargai satu sama lain. Baca selengkapnya
Komentar Kamu