Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tahun 2009 akan melaksanakan program transmigrasi bahari untuk menggarap potensi perikanan dan rumput laut di Teluk Tomini. Dengan penempatan 825 keluarga asal Pulau Jawa dan warga lokal, diharapkan pengelolaan garis pantai Teluk Tomini sepanjang 425 kilometer bisa optimal.
Bupati Parigi Moutong Longki Djanggola, Rabu (2/9), mengatakan, pihaknya telah menyediakan lahan 400 hektar yang akan digarap menjadi Kota Terpadu Mandiri Bahari. Lahan itu berpotensi untuk pengembangan rumput laut dan budidaya ikan tambak.
Menurut Longki, selama ini potensi Teluk Tomini lebih banyak dinikmati nelayan-nelayan asing dan nelayan besar, termasuk dari daerah lain. Nelayan lokal dengan alat tangkap seadanya akhirnya tidak dapat bersaing.
Cikal bakal transmigrasi bahari sejak beberapa tahun lalu sudah dirintis Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dengan membangun 700 rumah nelayan untuk 700 keluarga. Mereka juga dibantu peralatan tangkap.
”Kota Terpadu Mandiri (KTM) Bahari akan dilengkapi infrastruktur jalan, pertokoan, pelabuhan, hingga pergudangan. Masalah pasar pun akan dimediasi pemerintah bekerja sama dengan investor,” kata Longki.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Parigi Moutong I Wayan Sariana mengatakan, lokasi kota terpadu disiapkan di Kecamatan Bolano Lambunu. Di Desa Ongka, yang terletak di pegunungan dan lahan negara, sudah disiapkan pula lahan 5.000 hektar dengan rencana penempatan transmigran 825 keluarga. Nantinya, transmigran di Ongka akan menggarap pertanian dan perkebunan.
”Dengan demikian, KTM Bahari akan dipaketkan dengan KTM yang ada di Ongka. Selambatnya tahun 2010, penempatan, baik untuk kota terpadu mandiri di Ongka maupun sekitarnya, sudah bisa dimulai. Rencana induk dan penyiapan lahan sudah dilakukan, termasuk persiapan analisis mengenai dampak lingkungan,” kata Sariana.
Parigi Moutong adalah kabupaten di Sulawesi Tengah yang giat menggalakkan program transmigrasi, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan. Transmigran di wilayah itu bukan hanya berhasil secara individual, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja di berbagai unit usaha dan industri kecil.
”Selama ini wilayah-wilayah pesisir yang dihuni warga lokal jauh tertinggal. Bahkan, penduduk miskin bisa mencapai lebih dari 40 persen dalam satu kecamatan. Padahal, potensi ekonomi Teluk Tomini melimpah di hadapan mereka.
Transmigrasi pesisir ini kami harapkan menjadi solusi untuk mengatasi kemiskinan,” kata Sariana.
Sumber : Kompas, September 2009
Web site ini dibuat secara gotong royong oleh berbagai pihak untuk membangun trend cinta laut serta menyediakan akses informasi yang mudah untuk bisa terlibat di dalam konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkaitnya, dengan saling berbagi informasi yang bersifat positif, membangun semangat, dan saling menghargai satu sama lain. Baca selengkapnya

bolano LOVE
March 3rd, 2010 at 2:28 pm
setahu saya KTM bahari itu terletak di desa Bolano bukan di Ongka.
namun saya heran dengan program kerja pemerintah ini.
ko’ tujuannya untuk peningkatan penghasilan daerah dan negara dan akan di implementasikan kepada rakyat.
nah ko’ sebelum ada realisasi KTM masyarakat setempat sudah merasa rugi.
kemarin ketika sy ikuti rapat desa yang di hadiri oleh camat BOLAM di mna pernyataan yang di keluarkan bahwa seluruh tanaman yang di lalui jalan KTM akan di ganti rugi, namun tanah yang akan di lalui jalan itu di minta kepada masyarakat untuk di hibahkan.
yang jadi pertanyaan apakah tidak ada aggaran untuk itu?
sebab program kerja pusat itu semua ada anggaran dan semua ada ganti ruginya.
atau ada mungkin permainan?