Rencana eksploitasi tambang emas dan tembaga di wilayah Batu Mere, pesisir Selat Alor, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT akan mengancam keselamatan paus dan terumbu karang di wilayah ini.
Meskipun menuai protes dari masyarakat, PT Merukh Lembata Copper, kelompok Grup Merukh Enterprises milik Yusuf Merukh akan melakukan eksploitasi selama 50 tahun, dimulai tahun 2009. Yang sangat menyedihkan lokasi tambang ini berada di pesisir Selat Alor, antara Lembata dan Pantar yang merupakan habitat utama paus di Indonesia dan memiliki kekayaan alam bawah laut yang sangat indah serta menjadi salah satu lokasi penyelaman penting.
Benjamin Kahn, Direktur APEX Environmental, Program Cetacean Laut Asia-Pacific yang telah mengadakan penelitian di kawasan ini selama 7 tahun menyerukan agar semua pihak terkait menaruh perhatian serius terhadap ancaman ini. „Kawasan ini merupakan bagian dari Coral Triangle yang memiliki karang dan mangrove yang bernilai sangat penting. Ekosistem di kawasan ini akan sangat terpengaruh oleh pembangunan dan operasional tambang. Sementara ekosistem lautnya juga sangat tinggi dan beragam, laut dalamnya diindikasikan memiliki kekayaan dan kelimpahan berbagai spesies paus, termasuk tempat tinggal Paus Sperm. Pembuangan limbah tailing sebanyak 350 ton per 24 jam ke laut dalam akan berdampak besar pada lingkaran spesies mulai dari tuna ke cumi hingga paus (dan perikanan yang menjadi target mereka),“ ungkap Kahn.
Secara khusus tambang akan ini akan mengancam Paus Biru dan Sperm. Paus Biru kerap dijumpai di perairan Lembata. Sedangkan Paus Biru tercatat melakukan migrasi melalui Selat Alor, yaitu antara Lembata dan Pantar. ”Paus Biru ini melintasi sekitar 100 meter dari lokasi tambang yang diajukan,” ungkap Kahn. Tambang ini akan mengganggu perilaku migrasi dan aktivitas penambangan akan mengacaukan migrasi Paus Biru melalui lintasan Selat Alor menuju Laut Flores/Banda. Hal ini berdampak besar pada spesies paus yang terancam, yang merupakan mahluk terbesar di planet ini dan seharusnya lebih diutamakan dalam setiap aktivitas di lokasi ini. ”Masalah ini bukan hanya penting bagi Indonesia, tapi seperti Paus Biru yang juga merupakan bagian dari populasi Indo-Australia, juga menjadi perhatian rencana pengelolaan dan pelestarian paus bagi perairan Australia,” ungkap Kahn.
Populasi paus yang terancam ini secara penuh di bawah perlindungan hukum Indonesia dan internasional, di mana kawasan ini merupakan bagian samudera yang secara ekstrim sangat dinamis, dimana Selat Alor merupakan salah satu jalur aruslintas Indonesia (arus lautan antara Samudera Hindia dan Pasifik). Gangguan seperti pembuangan limbah akan berdampak besar pada kawasan ini. ”Zona dampak proyek ini mungkin meluas lebih besar hingga ke Laut Sawu, yang juga akan memiliki resiko tinggi dan akan berpengaruh pada ekosistem lautan. Dampak proyek ini seharusnya dikurangi atau aktivitas dihentikan,” ungkapnya.
Dampak penambangan ini juga akan dirasakan masyarakat Lembata. Aliansi Adat yang terdiri dari beberapa desa di Lembata, termasuk para pemimpin gereja, menolak rencana ini, karena akan berpengaruh sangat besar pada mata pencaharian mereka, termasuk perburuan paus sperm secara tradisional.
By pariama hutasoit
Web site ini dibuat secara gotong royong oleh berbagai pihak untuk membangun trend cinta laut serta menyediakan akses informasi yang mudah untuk bisa terlibat di dalam konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkaitnya, dengan saling berbagi informasi yang bersifat positif, membangun semangat, dan saling menghargai satu sama lain. Baca selengkapnya

SETIAWAN
June 12th, 2008 at 10:32 am
selamatkan indonesia dari kolonialisasi para kaum pemilik modal!
Zakarias Atapada
July 8th, 2008 at 7:28 pm
Saya setuju dengan tulisan ini, semua stakeholders yang ada di Kab. Lembata, Alor dan Prop. NTT harus menaru perhatian tentang rencana tambang di Lembata. perlu dipikirkan dampak dari Tambang. dari sisi sosial, masyarakat sekitar dan pesisir pantai serta masalah mamalia dan ekosistem bawah laut akan terancam. karena itu perlu duduk bersama unutk mendiskusikan masalah ini
tonubadu
September 23rd, 2008 at 5:18 pm
Jangan tagal duit susahkan banyak orang..
edi taran making
August 9th, 2009 at 8:33 am
cinta akan lingkungan membuat orang sadar akan makna penciptaan. tulisan ini sangat membantu untuk melihat nilai yang ditawarkan sang pencipta serta wawasan yang luas akan pentingnya kelestarian lingkungan. tulisan ini pun mengajak seluruh rakyat untuk berani membelah kebenaran dan anjuran untuk dialog atau diskusi itu sangat baik. thanks.
Philip da Silva
August 22nd, 2009 at 10:38 am
Terima kasih kepada Pembuat Berita ini yang telah menyadarkan masyarakat akan penting nya Biota Laut… Harapan saya jangan hanya Laut aja yang disoroti tetapi tolong bagaimana supaya padang ilalang yang gersang diganti dengan pepohonan yang layak tumbuh ditanah LOMBLEN yang tercinta…..
Sri Palupi
November 9th, 2009 at 6:17 pm
Pertambangan hanya menguntungkan pemodal, pihak asing, dan kaki tangannya di dalam negeri. Seperti yang selama ini terjadi, kekayaan diangkut dari Selatan ke Utara, limbah dan kemiskinan ditinggal di Selatan. Stop pertambangan, hidup lebih berharga dari emas