Pari. Salah satu jenis binatang laut yang sering sekali kita jumpai, terutama saat menyelam baik di perairan dangkal maupun menengah. Pari dimaksudkan di sini ialah yang biasa di sebut Stingray. Oleh sebagian besar ahli ikan pari dianggap hewan yang jinak, hanya menyerang untuk membela diri. Lalu, berbahayakah ikan pari?    

Kurang lebih ada sekitar 18 kejadian fatal akibat kesalahpahaman dengan salah satu penghuni laut ini. Salah satunya “Pemburu buaya” terkenal di dunia Steve Irwin, yang dikenal dan dicari untuk menangani beberapa hewan paling berbahaya yang pernah ada, meninggal pada 4 September 2006 silam dalam sebuah kecelakaan mengejutkan yaitu tikaman ikan pari. Enam minggu kemudian seekor ikan pari melompat kedalam perahu nelayan di Florida dan menikam dada James Bertakis (81 tahun).

Umumnya, sebagian besar cedera yang disebabkan oleh ikan pari terjadi pada pergelangan kaki dan kaki bagian bawah, yaitu ketika seseorang tidak sengaja menginjak ikan pari yang terkubur dalam pasir sehingga ikan pari yang ketakutan bereaksi mengangkat ekornya (tentunya dengan duri/spine) yang berbahaya. Pemerintah mengatakan insiden yang terjadi di Florida benar-benar aneh. Pada tahap awal penyelidikan kecelakaan Steve Irwin, beberapa ahli telah membuat hipotesis bahwa posisi gabungan Irwin (di atas ikan) dan kameraman (di depan ikan) membuat ikan pari merasa terjebak dan memicu serangan defensif. Serangan ikan pari tanpa alasan tidak pernah terdengar sebelumnya.

Kematian akibat serangan ikan pari sangat jarang ditemukan, racun ikan pari sangat menyakitkan namun biasanya tidak mematikan kecuali tikaman terjadi pada daerah dada ataupun perut. Dalam kasus Irwin tikaman tepat pada bagian jantung. James Bertakis juga ditikam pada bagian dada dan kemungkinan besar mengenai jantung, namun dia tidak berusaha mencabut duri tersebut, dan membuktikan itulah alasan mengapa ia selamat dari serangan

Kantor berita telah melaporkan bahwa Irwin bertemu dengan Australian bull ray (nama jenis ikan pari), yang diperkirakan beratnya sekitar 220 pon (100 kg). Irwin bersnorkeling di kedalaman sekitar 6 kaki (2 meter), untuk membuat film dokumenter dengan judul “Ocean’s Deadliest” di lepas pantai Australia. Irwin berenang dengan salah satu spesies ikan pari terbesar,  Australian bull ray dapat tumbuh hingga 4 kaki (1,2 meter) dan lebar 8 kaki (2,4 meter) tetapi semua ikan pari menggunakan mekanisme serangan yang sama tanpa memandang ukuran. Mekanisme ini disebut sengatan/STING, duri sengat Australian bull ray  mencapai panjang 8 inci (20 cm), duri ini terletak dekat pangkal ekor. Sengat berupa duri bergerigi yang ujungnya menghadap bagian tubuh ikan (menghadap ke depan). Terdapat kelenjar racun pada bagian pangkal duri dan sebuah membrane seperti sarung yang menutupi semua bagian sengat.

Ketika ikan pari menyerang, ia tidak harus berhadapan dengan korban karena yang dilakukan hanya mengayunkan ekornya yang panjang ke atas melewati tubuhnya dan mengenai apapun yang ada dihadapannya. Ikan pari tidak memiliki kontrol terhadap serangannya. Pada sebagian besar kasus ketika sengat masuk kedalah tubuh seseorang, tekanan dapat menyebabkan robeknya membran racun yang membungkusnya. Ketika pelindung ini robek racun akan mengalir ke dalam luka.

Racun ikan ikan pari tidak berakibat fatal namun sangat menyakitkan. Racun ini tersusun dari enzim 5-nucleotidase phosphodiesterase  dan serotonin. Serotonin menyebabkan luka parah pada otot polos, komponen inilah yang mengakibatkan racun ikan pari sangat menyakitkan. Enzimnya mengakibatkan kematian pada sel dan jaringan. Jika racun masuk ke daerah pergelangan kaki, akan dapat diatasi. Pemberian panas akan merusak racun ini dan membatasi jumlah kerusakan yang disebabkan oleh racun. Jika tidak tertangani dengan segera dan benar memungkinkan dilakukannya amputasi, namun jika racun masuk pada rongga dada atau perut, mengakibatkan kematian jaringan dan akan berakibat fatal karena organ utama terletak pada daerah ini. Jika duri masuk ke dalam jantung seperti yang dilaporkan dalam kecelakaan Steve Irwin, akibatnya akan sangat fatal.

Walaupun racun ikan pari dapat mengakibatkan bahaya yang serius. Bagian yang paling merusak dari mekanisme serangan ikan pari terletak pada tikaman durinya. Bagian ujung duri yang tajam akan masuk dengan mudah dalam jaringan namun saat duri dikeluarkan bagian bergerigi dari sengat ini akan melukai dan merusak jaringan lebih besar. Bahkan walaupun sengat ini tidak beracun, mencabut sengat dari dada atau pereut seseorang dapat merobek jaringan cukup besar.

http://animals.howstuffworks.com/fish/stingray.htm