IYOR dideklarasikan sepuluh tahun lalu, tepatnya tahun 1997. Kampanye IYOR pertama menginisiasi respon terhadap meningkatnya ancaman dan hilangnya terumbu karang dan ekosistem yang berasosiasi, seperti hutan bakau dan padang lamun. IYOR 2007 merupakan upaya global untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang terumbu karang, dukungan terhadap usaha-usaha konservasi, riset, dan pengelolaannya.

IYOR 1997 telah berjalan dengan sangat sukses, melibatkan 225 organisasi di 50 negara dan wilayah yang ikut berpartisipasi. Lebih dari 700 artikel dimuat di surat kabar dan majalah, ratusan scientific surveys dilakukan serta inisiatif-inisiatif kebijakan konservasi terumbu karang.

Sepuluh tahun setelah IYOR 2007, disadari bahwa kampanye kesadaran dan pemahaman tentang terumbu karang sangat diperlukan. Begitu pula dengan pengelolaan terumbu karang dan ekosistem yang berasosiasi dengannya perlu dilanjutkan. ICRI kemudian mencanangkan tahun 2008 sebagai the International Year of the Reef (IYOR 2008).

IYOR 2008 akan:

  • Menguatkan kesadaran tentang nilai ekologi, ekonomi, social dan budaya terumbu karang dan ekosistem yang berasosiasi.
  • Meningkatkan pemahaman tentang ancaman serius yang dihadapi terumbu karang serta membangkitkan praktek-praktek dan inovasi-inovasi solusi untuk menurunkan ancaman ini.
  • Membangkitkan aksi-aksi yang penting di segala level untuk membangun dan mempraktekkan pengelolaan yang strategis untuk tujuan konservasi dan berkelanjutan bagi ekosistem ini.

Web site goblue ini dibentuk dengan agar selama satu tahun, pemerintah, LSM, universitas, masyarakat setempat, para penikmat terumbu karang dan para pebisnis diharapkan bisa membangun dan atau terlibat dalam kegiatan yang mempromosikan konservasi terumbu karang dengan lebih mudah.

Lebih lanjut lagi, di Indonesia IYOR bertepatan dengan pencanangan Tahun Kunjungan Pariwisata 2008. Pencanangan dua tema ini: Konservasi Terumbu Karang dan Pariwisata dapat menjadi momentum yang sangat baik untuk membangun citra pariwisata ramah lingkungan di Indonesia serta membangun trend cinta lingkungan, khususnya laut di kalangan kawula muda Indonesia. Melalui wadah ini, YRCI mengajak pelibatan aktif para pelaku pariwisata dan wisatawan untuk bisa terlibat dalam kegiatan konservasi terumbu karang.