Kegiatan bahari multi event “Sail Bunaken 2009″ telah diluncurkan Rabu (12/8) kemarin. Berbagai kegiatan akan mengisi event internasional ini mulai 12-20 Agustus nanti. Mulai dari kegiatan konservasi, olahraga hingga wisata.
Lebih dari 2.000 penyelam diperkirakan akan bersaing untuk memecahkan rekor dunia dalam selam massal Sail Bunaken di Teluk Manado, Kawasan Malalayang, Sulawesi Utara, Sabtu (15/8). Para peserta yang datang dari dalam dan luar negeri tampak antusias menyemarakkan pemecahan rekor dunia selam massal dari segi waktu dan jumlah peserta itu.
Panitia mencatat, rekor selam massal terbesar dari segi peserta terjadi di Thailand, diikuti 1.400 orang dan menyelam bersama selama 12 menit.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Iskandar Sitompul di Manado, Rabu, mengatakan, sekitar 2.000 penyelam siap menyelam bersama dalam kegiatan pemecahan rekor dunia.
Mobilisasi penyelam akan melibatkan TNI Angkatan Laut, Departemen Kelautan dan Perikanan, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia, serta Pemerintah Provinsi Sulut. Di antara penyelam terdapat sejumlah pejabat TNI dan Polri, seperti Kepala Kepolisian Daerah Sulut Brigadir Jenderal (Pol) Bekto Suprapto. Sebagian besar peserta selam datang dengan biaya sendiri lengkap dengan peralatannya.
Panitia menjadwalkan kegiatan penyelaman massal dilakukan dua kali. Pemecahan rekor pada Sabtu mendatang dan kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan di bawah laut pada 17 Agustus.
Kegiatan Sail Bunaken, Rabu, dimulai dengan penanaman 5.000 pohon bakau di Pelabuhan Bitung dan Kecamatan Molas oleh Menteri Departemen Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi dan Gubernur Sulawesi Utara SH Sarundajang.
Sebagai pembukaan side event akan digelar juga kejuaraan nasional selam. Sejumlah nomor akan dilombakan pada Kejurnas Selam yang akan dimulai 13 Agustus 2009 itu, yakni 2.000 meter fin swimming putri, 3.000 fin swimming putra. Kemudian ada nomor lomba 6.000 meter orientasi permukaan putra, copurse putri dan 5 point course putra. Lokasi kegiatan dilakukan dibelakang Mega Mass atau Boulevard Manado, serta dilakukan terbuka untuk umum.
Di Bitung, Numberi juga menyaksikan puluhan yacht yang berlayar dari Darwin, Australia, sejak 18 Juli. Kini, yacht itu terparkir di perairan Lembeh.
Dua hari terakhir sejumlah kapal perang antara lain dari Thailand HTMS Rattana Kosin berbobot 960 ton dan HTMS Phutthaleotla Naphalai berbobot 3.011 ton tiba di Bitung.
Web site ini dibuat secara gotong royong oleh berbagai pihak untuk membangun trend cinta laut serta menyediakan akses informasi yang mudah untuk bisa terlibat di dalam konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkaitnya, dengan saling berbagi informasi yang bersifat positif, membangun semangat, dan saling menghargai satu sama lain. Baca selengkapnya

ikka han
August 14th, 2009 at 5:19 pm
good event,make us proud of u ,an Indonesian’s marine,Navy and of course our country.Proud to be 100% Indonesian people..