1446682052842

Reef Check Day-Amed; Dengan menggandeng Dinas Peternakan Kelautan dan Prikanan Kabupaten Karangasem, Yayasan Reef Check Indonesia bekerjasama dengan Coral Reef Alliance ( CORAL), dan Conservation International (CI) Indonesia mengadakan sebuah pertemuan yang dilakukan di aula Balai Banjar Dinas Lebah, Kecamatan Abang, Karangasem. Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pemantauan Terumbu Karang yang diadakan selama tiga hari sejak tanggal 4 hingga 6 November 2015. Kegiatan ini didasari dengan adanya peningkatan aktivitas pariwisata selam di Kabupaten Karangasem yang semakin hari-semakin banyak diminati oleh masyarakat, sehingga diperlukan sebuah identifikasi terhadap terumbu karang guna mengontrol kondisi terumbu karang yang semakin terancam akibat aktifitas pariwisata. Kegiatan ini juga bermaksud untuk mendukung pengembangan Kawasan Konservasi Perairan yang terdapat di kawasan Kabupaten Karangasem.

Pada pertemuan ini dibahas mengenai penyusunan system dan mekanisme koordinasi untuk pemantauan kondisi ekosistem terumbu karang di wilayah karangasem. Pertemuan ini melibatkan beberapa pihak baik dari pemerintahan, komunitas dive guide sebagai pelaku bisnis, LSM, masyarakat local serta beberapa volunteer pemantau terumbu karang yang berasal dari golongan mahasiswa yang tergabung dalam komunitas selam.

IMG-20151104-WA0009

Pada sesi pertama acara diisi oleh sambutan dari Ir. I Nyoman Sugiarta selaku perwakilan dari DPKP Kab. Karangasem dan Kepala dusun Purwakerti Bapak Nengah Swanda. Selanjutnya dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai kawasan konservasi perairan dan ekosistem terumbu karang di wilayah perairan Kabupaten Karangasem yang disampaikan oleh Ir. I Nyoman Sugiarta. Dalam pemaparannya ia menjelaskan bahwa Kabupaten Karangasem memiliki tingkat kenekaragaman hayati laut yang cukup berpotensi untuk dijadikan sebagai wilayah konservasi, khususnya wilayah Padang Bai – Candidasa dan wilayah Amed – Tulamben. Untuk itu perlu dilakukan kegiatan monitoring untuk mengetahui bagaimana kondisi terkini terumbu karang di Kabupaten Karangasem.

Pemaparan oleh Ir. I Nyoman Sugiarta tersebut di dukungdengan penjelasan mengenai ancaman terhadap terumbu karang dan bagaimana pengelolaannya yang disampaikan oleh bapak Jaya Ratha sebagai salah satu narasumber dari Coral Reef Alliance (CORAL). Dalam penyampaiannya di sebutkan ada beberapa hal yang saat ini mengancam kondisi terumbu karang seperti adanya sedimentasi yang diakibatkan karena perubahan pemanfaatan lahan, pencemaran sampah dan polusi, mass tourism, dan adanya perubahan iklim berupa kemarau panjang.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan penjelasan dari salah satu angota Yayasan Reef Check Indonesia Derta Prabuning, yang menyampaikan apa saja tantangan dan peluang pelibatan para pihak dalam kegiatan pemantauan kondisi terumbu karang di Kabupaten Karangasem. “Tingginya keanekaragaman hayati di kawasan Kabupaten Karangasem memainkan peran penting dalam aspek ekonomi seperti dalam sector pariwisata atau perikanan misalnya. Namun potensi untuk terjadi kerusakan di kawasan ini juga berbanding lurus ” jelasnya. Untuk itu diperlukan sebuah pengelolaan yang kolaboratif dengan melibatkan seluruh pihak baik dari pemerintah, masyarakat lokal, pelaku bisnis atau stakeholder lainnya untuk berpartisipasi dalam kegiatan monitoring terumbu karang untuk mendukung adanya konservasi kawasan perairan di Kabupaten Karangasem. Penjelasan mengenai metode reef check yang akan digunakan selama kegiatan monitoring juga dipaparkan dan di dukung dengan simulasi monitoring yang dibantu oleh rekan-rekan mahasiswa dari UNDIP dan UNSUD yang bergambung menjadi volunteer dari kegiatan ini.

IMG-20151104-WA0004

Selain untuk mengetahui kondisi terkini terumbu karang di kawasan Kabupaten Karangasem, dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat membangun sistem monitoring yang dilakukan secara kolaboratif dan semakin banyak pihak yang turut serta dalam monitoring terumbu karang guna mendukung pengembangan kawasan konservasi perairan di Kabupaten Karangasem. Acara ini diakhiri dengan forum diskusi dan koordinasi mengenai kegiatan pemantauan terumbu karang yang dilakukan di beberapa titik selam pada tanggal 6 November 2015 nantinya.