6-12 November Unit Selam UGM menggelar acara ReefRecovery, acara pemantauan terumbu karang di Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa timur. Pemantauan terumbu karang ini merupakan acara rutin tahunan yang dilakukan oleh tim peneliti unit selam UGM.
Sebanyak 16 orang tim peneliti diturunkan dalam penelitian tahun ini. Lokasi penelitian berada di areal perairan Taman Nasional Baluran, yaitu Bama, Bilik, Simacan, Kajang, Air karang, dan Lempuyang. Pemantauan ini menggunakan metode survei yang telah distandarisasi secara internasional, yaitu dengan metode Reef Check. Survei substrat dilakukan menggunakan transek garis sepanjang 100 meter yang diletakkan di kedalaman tertentu dan dibagi ke dalam 4 segmen pada 2 kedalaman yaitu 3 dan 10 meter. Selain survei substrat juga dilakukan survei untuk ikan dan invertebrata.
Jenis ikan, invertebrata, dan susbtrat yang diteliti/dipantau adalah jenis yang mengindikasikan kondisi kesehatan terumbu dan tekanan pada terumbu.
Selain melakukan pengecekan karang, unit selam UGM juga melakukan beach clean up dan pemasangan mooring buoy. Pemasangan dua buoy di wilayah perairan Bama ialah hal yang baru pertama kali dilakukan. Pemasangan buoy dimaksudkan untuk menekan kerusakan karang akibat penggunaan jangkar penambat kapal-kapal. Mooring buoy yang dipasang di Bama dapat menahan 4-6 gross ton kapal nelayan.
“Terumbu karang ialah sumber kehidupan di lautan, dan beberapa jenis hanya tumbuh 1 cm per tahun karena itu pemantauan kondisi terumbu karang amatlah penting” ujar Adit, mahasiwa perikanan UGM sekaligus ketua tim peneliti acara ReefRecovery tahun ini. Sebagai sumber bahan pangan dan rumah bagi ikan serta invertebrata dalam laut, kelestarian terumbu karang memang amat penting untuk diperhatikan. Pemantauan kondisi terumbu karang dapat digunakan untuk menentukan arah pengelolaan yang lebih baik.
Hasil dari penelitian di taman Nasional Baluran pada tahun ini, akan digabungkan dengan hasil penelitian tahun-tahun sebelumnya dan berikutnya. Nantinya dapat diketahui perkembangan kondisi terumbu karang dari tahun ke tahun. Perlu diketahui pengambilan data di taman nasional baluran dilakukan setiap tahun dan telah berlangsung selama 8 kali. Data-data penelitian yang diambil diharapkan dapat menjadi acuan bagi Taman Nasional Baluran untuk menjaga kelestarian terumbu karang, apalagi Taman Nasional Baluran mempunyai wacana untuk dijadikan daerah ekowisata.
Ada beberapa daerah yang cukup bagus untuk dijadikan dive point yang menarik seperti di Simacan. Di kedalaman 3 meter banyak tutupan karang mulai dari karang keras sampai karang lunak. Tutupan karang yang rapat ini memberikan keindahan tersendiri bagi penyelam. Di kedalaman 10 meter terdapat wall yang dihuni bermacam-macam biota yang menarik untuk dilihat.
Masih tetap disayangkan bahwasannya acara ini masih belum bisa dibuka untuk umum karena keterbatasan alat dan kendala lainnya, tapi adanya pihak FishDics Unibraw dan kunjungan dari DPL Pemda Situbondo memotivasi agar Reef Check Baluran kedepan dapat dibuka untuk umum. Semakin banyak yang terlibat, semakin luas semangat dan kepedulian terhadap terumbu karang disebarkan. Save our reef.
Web site ini dibuat secara gotong royong oleh berbagai pihak untuk membangun trend cinta laut serta menyediakan akses informasi yang mudah untuk bisa terlibat di dalam konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkaitnya, dengan saling berbagi informasi yang bersifat positif, membangun semangat, dan saling menghargai satu sama lain. Baca selengkapnya
Polar Bear
November 24th, 2009 at 11:19 pm
check it out,,,
http://selamugm. wordpress. com/2009/ 11/24/reef- covery/#comment- 214
enjoy it…
salam lestari dan bahari…
Gaga_Vet
November 24th, 2009 at 11:23 pm
keren,,kamsiah udah terpostingkan…
Gaga_Vet
November 24th, 2009 at 11:24 pm
check it doll… (kyk luna maya di dasyat)
http://selamugm. wordpress. com/2009/ 11/24/reef- covery/#comment- 214
Sesepuh RC
November 25th, 2009 at 9:33 am
Congrat deh….masih bisa continue adalah sesuatu yang patut disyukuri….
Tetap semangat ya…..
zy
November 25th, 2009 at 5:08 pm
waaa…udah ada tulisannya di Go Blue..hehe, keren keren terdokumentasikan
coba ditambah foto2nya,hehe
Arga Sawung
December 3rd, 2009 at 11:54 am
waahh terima kasih kakak sesepuh RC,,,
semoga semakin tahun semakin ada inovasi tanpa melepaskan kewajiban untuk reef check..
Riza Lestari Asmarani
December 1st, 2010 at 2:27 pm
keren . . .
i like it
^_^