baluran16-12 November Unit Selam UGM menggelar acara ReefRecovery, acara pemantauan terumbu karang di Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa timur. Pemantauan terumbu karang ini merupakan acara rutin tahunan yang dilakukan oleh tim peneliti unit selam UGM.

Sebanyak 16 orang tim peneliti diturunkan dalam penelitian tahun ini. Lokasi penelitian berada di areal perairan Taman Nasional Baluran, yaitu Bama, Bilik, Simacan, Kajang, Air karang, dan Lempuyang. Pemantauan ini menggunakan metode survei yang telah distandarisasi secara  internasional, yaitu dengan metode Reef Check. Survei substrat dilakukan menggunakan transek garis sepanjang 100 meter yang diletakkan di kedalaman tertentu dan dibagi ke dalam 4 segmen pada 2 kedalaman yaitu 3 dan 10 meter. Selain survei substrat juga  dilakukan survei untuk ikan dan invertebrata.

ugm 2Jenis ikan, invertebrata, dan susbtrat yang diteliti/dipantau adalah jenis yang mengindikasikan kondisi kesehatan terumbu dan tekanan pada terumbu.

Selain melakukan pengecekan karang, unit selam UGM juga melakukan beach clean up dan pemasangan mooring buoy. Pemasangan dua buoy di wilayah perairan Bama ialah hal yang baru pertama kali dilakukan. Pemasangan buoy dimaksudkan untuk menekan kerusakan karang akibat penggunaan jangkar penambat kapal-kapal. Mooring buoy yang dipasang di Bama dapat menahan 4-6 gross ton kapal nelayan.

“Terumbu karang ialah sumber kehidupan di lautan, dan beberapa jenis hanya tumbuh 1 cm per tahun karena itu pemantauan kondisi terumbu karang amatlah penting” ujar Adit, mahasiwa perikanan UGM sekaligus ketua tim peneliti acara ReefRecovery tahun ini. Sebagai sumber bahan pangan dan rumah bagi ikan serta invertebrata dalam laut, kelestarian terumbu karang memang amat penting untuk diperhatikan. Pemantauan kondisi terumbu karang dapat digunakan untuk menentukan arah pengelolaan yang lebih baik.

Hasil dari penelitian di taman Nasional Baluran pada tahun ini, akan digabungkan dengan hasil penelitian tahun-tahun sebelumnya dan berikutnya. Nantinya  dapat diketahui perkembangan kondisi terumbu karang dari tahun ke tahun. Perlu diketahui pengambilan data di taman nasional baluran dilakukan setiap tahun dan telah berlangsung selama 8 kali. Data-data penelitian yang diambil diharapkan dapat menjadi acuan bagi Taman Nasional Baluran untuk menjaga kelestarian terumbu karang, apalagi Taman Nasional Baluran mempunyai wacana untuk dijadikan daerah ekowisata.

Ada beberapa daerah yang cukup bagus untuk dijadikan dive point yang menarik seperti di Simacan. Di kedalaman 3 meter banyak tutupan karang mulai dari karang keras sampai karang lunak. Tutupan karang yang rapat ini memberikan keindahan tersendiri bagi penyelam. Di kedalaman 10 meter terdapat wall yang dihuni bermacam-macam biota yang menarik untuk dilihat.

Masih tetap disayangkan bahwasannya acara ini masih belum bisa dibuka untuk umum karena keterbatasan alat dan kendala lainnya, tapi adanya pihak FishDics Unibraw dan kunjungan dari DPL Pemda Situbondo memotivasi agar Reef Check Baluran kedepan dapat dibuka untuk umum. Semakin banyak yang terlibat, semakin luas semangat dan kepedulian terhadap terumbu karang disebarkan. Save our reef.