Negara-Bali, Penangkapan Manta Ray atau pari manta (Genus : Manta; Bancroft 1829) besar–besaran terjadi di pantai Desa Air Kuning, Jembrana, Bali pada awal July 2008 yang lalu. Diperkirakan sedikitnya 50 ekor pari manta tersebut ditombak dan diseret nelayan menuju pantai untuk kemudian dipotong – potong menjadi bagian yang lebih kecil.
Banyaknya pari manta yang tertangkap nelayan pada sore hari itu diduga karena pari–pari tersebut sedang bermigrasi melalui Selat Bali, yang notabene daerah tangkapan para nelayan tersebut. Para nelayan setempat yang sehari–harinya melaut dengan target tangkapan ikan lemuru (sardinella lemuru; Bleeker 1853), seperti mendapat rejeki durian runtuh dengan penangkapan besar–besaran pari manta tersebut.
Menurut penuturan seorang nelayan, harga satu ekor pari manta dihargai minimal 3 juta rupiah oleh pengepul. Bagian yang paling dicari adalah insang yang konon memiliki khasiat tertentu bagi keperkasaan kaum Adam sedangkan dagingnya hanya diolah dengan cara dikeringkan lalu dibuat dendeng atupun abon.
Pari manta merupakan hewan pemangsa plankton (plankton feeders) dengan cara memfilter air laut yang lewat melalui insang mereka. Manta terlihat sangat antusias dan penasaran terhadap manusia, itulah sebabnya mereka terlihat jinak apabila didekati. Akan tetapi apabila kita menyentuhnya, membran mucus pada kulit mereka akan menghilang sehingga dapat mengakibatkan luka atau infeksi pada kulit mereka tersebut.
Pari termasuk spesies yang rentan terhadap penangkapan berlebih karena memerlukan waktu lama untuk mencapai kematangan seksual dan memiliki jumlah anak yang sedikit. Di beberapa wilayah di Indonesia, pari manta diburu untuk diperdagangkan maupun dikonsumsi masyarakat lokal.
Meski belum bisa mengalahkan hiu atau paus, Manta ray atau pari manta adalah raksasa di “kelasnya”. Jika direntangkan lebarnya bisa mencapai 7,6 meter, sedangkan bobotnya bisa mencapai 2,3 ton. Bentuk badannya yang pipih lebar dan bersayap menyerupai kelelawar, menjadikan mamalia tersebut mirip kelelawar raksasa dari dasar lautan.
Bahkan, karena di kedua sisi kepalanya terdapat “tanduk”, pari manta tampak juga seperti monster atau hantu air. Tak salah jika kemudian ia dijuluki sebagai “devil ray” alias ikan pari hantu. Julukan itu bukan hanya karena bertanduk, melainkan juga karena kepakan sayapnya menciptakan suasana bagaikan awan gelap pembawa kematian.
Namun, bagi para penyelam, ikan pari manta adalah makhluk jinak dan bersahabat. Di balik bentuk tubuhnya yang gigantis dan menyeramkan, pari manta adalah objek penuh pesona. Mereka kerap dijumpai mendekati penyelam yang berada di habitatnya, untuk kemudian mau diajak bercengkerama di dalam air, berenang bersama, dan sesekali “unjuk kabisa” berakrobat di hadapan manusia.
Oleh : divedeepbluesea
Web site ini dibuat secara gotong royong oleh berbagai pihak untuk membangun trend cinta laut serta menyediakan akses informasi yang mudah untuk bisa terlibat di dalam konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkaitnya, dengan saling berbagi informasi yang bersifat positif, membangun semangat, dan saling menghargai satu sama lain. Baca selengkapnya
Edwison Setya Firmana
July 28th, 2008 at 1:19 pm
Duh, sedih bgt. Jumlah di atas sangat fantastis untuk periode penangkapan satu hari. Hampir di semua perairan Indonesia terjadi penangkapan berlebih. Jumlah di atas sangat fantastis untuk periode penangkapan satu hari. Perlu pencerahan oleh tokoh masyarakat dan agama untuk membantu menjaga lingkungan tetap lestari.
Plum3ria
February 18th, 2009 at 7:52 pm
Iya, kasihan tuh mereka… bisa-bisa jadi species langka klo ditangkapin terus kyk gtu.
anto
October 21st, 2009 at 10:12 pm
Duh gw mah gag bisa ngomong ap2!!
yg pasti..para manta ray itu layak buat di kasih peningkatan dalam perlindungan!!karena para pemburu gag kan pernah bisa sadar!!