Raja Ampat

21 Jan 2008 Kategori: Tempat Dive Favorit

Waktu penyelaman yang direkomendasikan: November-Mei

Raja Ampat terdiri dari sekitar 1500 pulau-pulau kecil di kawasan Papua Barat. Kawasan ini tengah naik daun karena keanekaragaman hayatinya yang luar biasa. Di sini banyak terdapat aliran air dari samudra pasifik menuju laut dalam di kawasan pulau Banda. Arus yang sangat kaya akan nutrisi.

Halim dan Mouse (2006) menyebutkan penelitian TNC tahun lalu dengan para saintis internasional menemukan sekitar 488 jenis karang batu, 1074 jenis ikan karang, ketiga tertinggi di dunia setelah Teluk Maumere (1111 jenis) dan Teluk Milne (1109 jenis)!! Di kawasan ini ditemukan juga 699 jenis moluska . Semua data-data ini menjadikan Raja Ampat ada di sorotan utama konservasi laut dan penyelaman dunia.

Tapi tak cuma statistik yang menjadikan Raja Ampat luar biasa. Untuk yang terbiasa menyelam di kawasan Barat, ukuran ikan di Raja Ampat bisa mencengangkan. Satu ikan kerapu di sini bisa kasih makan satu kampung!

Selain kumpulan ikan-ikan besar, penyu, lumba-lumba, manta, bahkan paus seringkali terlihat di tempat ini.

Sepertinya para diver mania harus menempatkan Raja Ampat dalam agenda “the must”. Areanya relatif baru sehingga banyak pula pengalaman baru yang siap menanti. Diving di salah satu dari sekian banyak Wreck, diantara sponge, coral, dan gorgonian besar yang berwarna-warni, dikelilingi ikan-ikan besar, dan sesekali hammerhead melintas. Di perahu? Di temani lumba-lumba dan paus yang seringkali lewat.

Pemandangan indah bukan hanya ada di bawah air. Pulau-pulau yang berbukit-bukit hijau dengan air laut dengan warna turqoise akan memanjakan mata kita sepanjang hari, plus, tentunya sunset yang tidak akan terlupakan.

Bunaken

21 Jan 2008 Kategori: Berita Terbaru

Waktu penyelaman yang disarankan: Sepanjang tahun. Namun pada musim hujan, ombak besar dan kadang-kadang pelayaran ditutup.

Taman nasional yang juga mempunyai pengelolaan yang intensif adalah taman nasional Bunaken. Sekitar 97% kawasan ini adalah laut dan hanya 3%nya yang merupakan daratan. Kawasan ini terbagi dua, yang pertama adalah gugusan pulau di utara. Kawasan kedua ada di daerah Selatan dengan kawasan mangrove tuanya yang masih cukup perawan.

Bunaken terletak di segitiga utama kawasan laut dengan keanekaragaman tertinggi di dunia. Sebagai contoh, 7 dari 8 jenis dari Kima raksasa tercatat di tempat ini. Sekitar 400 jenis karang keras scleractinian, dan sekitar 1000an jenis ikan karang ditemukan di tempat ini . Pemantauan yang dilakukan tahun 2005 menunjukan persentase penutupan karang hidup di atas 30%, dengan adanya kenaikan dari tahun ke tahun, menunjukan kondisi terumbu yang sehat .

Bukan hanya perpindahan massa air dari laut Sulu ke Selatan yang menyebabkan daerah ini kaya. Namun arus-arus lokal menahan gerakan arus ini, menyebabkan perputaran arus yang menjebak larva-larva ikan dan karang yang terbawa untuk diam dan menetap.

Di kawasan ini banyak hal yang bisa kita nikmati selama menyelam: karang warna-warni, kumpulan ikan besar dan kecil, ikan Napoleon yang besar dan jinak, ikan hiu, penyu, bahkan si tambun Dugong di kawasan selatan.

Dominasi paparan terumbu di sini adalah wall yang tidak berujung (sampai ratusan meter di bawah). Membuat diving di Bunaken menjadi pengalaman yang berbeda untuk diver yang biasa menyelam di pulau Jawa dan sekitarnya.

Selain atraksi bawah laut, kawasan Bunaken memberi atraksi lain yang berbeda dengan banyak tempat diving lain. Semua pulau-pulau di kawasan ini berpenduduk. Dan sebagaimana orang Manado pada umumnya, mereka sangat ramah, senang berkumpul untuk berpesta dan makan enak. Ikan panggang yang ditangkap langsung dari laut dengan bumbu rica sambil poco-poco atau main gitar dan bernyayi merupakan pelengkap hari akhir yang pas setelah seharian menyelam.

Komodo

21 Jan 2008 Kategori: Tempat Dive Favorit

Waktu Kunjungan Terbaik : November-Mei

Taman nasional Komodo terdiri dari beberapa pulau- pulau kecil. Yang terbesar adalah Pulau Komodo dan Rinca. Statusnya sebagai taman nasional sekaligus the world heritage menjadikan taman nasional ini mendapat perhatian khusus dan karenanya, taman nasional ini adalah salah satu kawasan lindung di Indonesia dengan pengelolaan yang intensif.

Selain sang kadal raksasa Komodo, kawasan ini merupakan kawasan laut yang sangat kaya. Penelitian TNC (the Nature Conservancy) mencatat sedikitnya 200 jenis karang keras, 1000 jenis ikan (termasuk ikan hiu dan ikan pari raksasa), 16 mamalia laut besar (lumba-lumba, paus, dsb), serta sedikitnya 5 jenis penyu .

Aliran arus dari Samudra Hindia menuju Pasifik dan laut yang dalam membawa banyak makanan dan menjaga suhu laut stabil. Pada tahun 1997-1998 ketika terjadi pemutihan karang global , kawasan ini hampir tak tersentuh sama sekali. Jadi, ketika tempat lain masih berjuang untuk bisa kembali “indah” seperti semula, kawasan laut Komodo masih tetap penuh dengan keindahan dan kondisi alam yang kaya.

Log In

Arsip Berita

Promosikan karya2 fotografi kamu!

Caranya, kirim email ke goblueindonesia@yahoo.com, max 3 karya foto bawah laut Indonesia kamu, .jpg ya, berikut nama kamu, email, alamat website kamu, dll. Foto terbaik akan kami umumkan setiap bulannya. dan menangkan T-shirt keren dari yayasan Reef Check Indonesia. Jadi tunggu apalagi =)