Alor Solor

21 Jan 2008 Kategori: Tempat Dive Favorit

Waktu penyelaman yang direkomendasikan: November-Mei

Cetacean, adalah keunikan utama Alor-Solor. Air laut berpindah dari samudara India menuju laut Banda yang dalam dan sebaliknya. Arus air dari laut dalam yang dingin juga secara regular naik ke atas (upwelling). Aliran massa air yang besar ini melewati selat-selat sempit di kawasan alor solor membawa arus kencang (sekitar 4- 8 knot) dan makanan yang berlimpah bagi megafauna yang tinggal di laut.

Daerah ini disinyalir merupakan daerah yang penting bagi paus untuk makan, kawin, mengandung, dan membesarkan anak. Sering ditemukan di daerah ini kumpulan ibu-ibu paus di tengah kumpulan beberapa ikan paus jantan dan betina berukuran kecil. Termasuk, sperm whale dan blue whale yang sudah termasuk daftar merah di daftar hewan terancam (endangered species) IUCN.

Penelitian terakhir yang dilakukan oleh pakar paus dunia Ben Khan, pada tahun 2005 ditemukan sekitar 12 jenis cetacean di kawasan ini, dan 2 jenis yang sulit untuk diidentifikasi . Jumlahnya pun cukup berlimpah. Kondisi ini ditemukan konsisten untuk beberapa tahun belakangan. Bukti bahwa daerah ini adalah daerah kunci untuk cetacean.

Wakatobi

21 Jan 2008 Kategori: Berita Terbaru

Waktu penyelaman yang direkomendasikan: April-Oktober

Dari kedalaman laut Banda, ada 4 pulau besar yang muncul: Wangi, Kaledupa, Tomea, Binongki – yang kemudian disingkat menjadi WaKaToBi.

Air yang jernih, pulau dengan pasir putih yang dikelilingi terumbu karang, letaknya yang jauh dari Sulawesi sebagai pulau utama terdekat membuat berada di Waka Tobi benar-benar berasa liburannya.

Plus, terumbu di Wakatobi merupakan terumbu fosil, yang terbentuk dalam iklim kering dan kemudian terangkat. Ini artinya erosi tanah sangat minimal sehingga air laut di sini luar biasa beningnya.

Statusnya sebagai taman nasional menempatkan Wakatobi dalam pengelolaan perikanan yang ketat. Artinya, ikan di kawasan ini berlimpah dan akan menjadi teman setia kita, di mana pun kita menyelam.

Pemantauan yang dilakukan oleh TNC menemukan sekitar 396 jenis karang keras scleractinian dan 590 jenis ikan karang . Karang Kaledupa mencatat banyak komunitas karang yang tidak umum dan kelimpahan species langka yang paling tinggi.

Selain itu, pemantauan oleh teman-teman anggota jaringan Reef Check di Kendari menunjukan kondisi karang yang sangat beragam. Umumnya tempat-tempat yang jauh dari konsentrasi penduduk mempunyai tutupan karang yang baik, bahkan sampai di atas 70%.

Derawan-Berau

21 Jan 2008 Kategori: Uncategorized

Waktu menyelam yang direkomendasikan: April-Desember

Potensi bawah laut pulau-pulau di kawasan konservasi laut Berau sudah lama menjadi legenda para diver. Sebut saja: Derawan, Sangalaki, Maratua, Kakaban, dan Samama, 5 dari 31 pulau-pulau kecil di kawasan ini yang menawarkan atraksi menyelam kelas dunia yang eksklusif.

Highlight dari eksklusifitas ini tentunya adalah pulau Kakaban, sebuah atol yang karena proses geologi terangkat, membentuk danau air asin yang masih berhubungan dengan laut di sekitarnya.

Flora dan fauna di tempat ini banyak yang sebenarnya serupa dengan saudaranya di lautan. Hanya saja, terpisah sekian lama dan menghadapi kondisi lingkungan yang berbeda membuat mereka berevolusi. Proses ini mempengaruhi struktur fisik dan tingkah laku mereka.

Yang paling terkenal tentunya adalah 4 jenis ubur-ubur yang hidup di danau ini: Cassiopeia ornate, Mastigias Papua, Aurelia Aurita dan Tripedalia Cystophora. Ubur-ubur ini dilaut mempunyai sengat yang lumayan. Namun dengan tidak adanya predator yang memakan mereka, ubur-ubur di danau ini kehilangan kemampuan menyengatnya. Alhasil, menyelam di danau ini, dalam keheningan kecuali bunyi napas kita, di tengah air biru dan jutaan ubur-ubur, rasanya seperti berada di planet lain.

Derawan tidak hanya punya Kakaban. Pulau Sangalaki adalah pulau tidak berpenduduk yang menjadi langganan tetap penyu untuk bertelur. Karenanya, kalau di tempat tempat lain kita harus dive dan mencari-cari penyu, di Berau kita malah harus mencari-cari lokasi yang tidak ada penyunya.

Segala macam atraksi manta juga ada di sini, dari mulai Manta leyeh-leyeh, manta bersih-bersih di cleaning station, atau Manta cari makan.

Ikan-ikan besar termasuk hiu juga bayak seliweran. Banyak di antara mereka yang membentuk kumpulan ikan yang sangat banyak sehingga diving di sini akan sangat dijamin top!!

Menurut Wiryaman dkk (2005) , Kawasan kaya ini mencatat 474 jenis karang keras scleractinian dan 832 jenis ikan karang dengan 2 lokasi yang oleh pengamatnya disebut sebagai tempat dengan keanekaragaman ikan karang tertinggi di kawasan diving di Barat Indonesia/pusat pasifik. Di tempat ini juga ditemukan sedikitnya 10 jenis cetecean , termasuk 2 jenis paus.

Selanjutnya hasil pemantauann snapshot dengan Reef Check oleh anggota jaringan di Kalimantan menemukan kondisi karang yang secara umum cukup baik, denagn beberapa tempat mempunyai tutupan karang di atas 50% . Hal ini menjadikan ke arah manapun kita melihat saat diving, pemandangan indah guaranteed

Let's Go Blue Indonesia!

Web site ini dibuat secara gotong royong oleh berbagai pihak untuk membangun trend cinta laut serta menyediakan akses informasi yang mudah untuk bisa terlibat di dalam konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkaitnya, dengan saling berbagi informasi yang bersifat positif, membangun semangat, dan saling menghargai satu sama lain. Baca selengkapnya


Reef Check indonesia Reef Check Day

Log In

Arsip Berita

Promosikan karya2 fotografi kamu!

Caranya, kirim email ke goblueindonesia@yahoo.com, max 3 karya foto bawah laut Indonesia kamu, .jpg ya, berikut nama kamu, email, alamat website kamu, dll. Foto terbaik akan kami umumkan setiap bulannya. dan menangkan T-shirt keren dari yayasan Reef Check Indonesia. Jadi tunggu apalagi =)