chris brownPernah mendengar Reef Seen Aquatic Pemuteran? Dive center yang terletak di daerah Gerokgak ini didirikan oleh Chris Brown. Dia merupakan salah satu sosok penting dalam peningkatan peran masyarakat lokal Pemuteran dalam melestarikan terumbu karang sekaligus meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Reef Seen Aquatic sendiri didirikannya pada 1992, sebagai usaha untuk mengisi waktu. Namun, antusiasme dan kecintaannya pada lingkungan, membuat ia selalu berusaha memberi yang terbaik. Karena kerja keras dan semangatnya ini oleh masyarakat Pemuteran ia dipanggil Pak Nyoman.

Beberapa kegiatan yang ia kerjakan dalam konservasi dan pemberdayaan masyarakat antara lain Turtle Project, Reef Gardeners, Reef Seen Dancers dan banyak lagi. Ia pun selalu terbuka untuk membantu kegiatan-kegiatan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, mahasiwa maupun LSM. Bantuan mulai dari penyelaman, peralatan dan lain-lainnya. Ia selalu berusaha memberikan pengetahuan kepada masyarakat lokal akan sangat berharganya terumbu karang ini bagi masa depan mereka.

“Fokus kami bukan pada keberadaan hatchery, tetapi pada peningkatan kesadaran lokal akan pentingnya pelestarian” jelas Chris terkait Turtle Project.

Bahkan dengan keaktifan masyarakat lokal dalam perlindungan terumbu karang ini, Pemuteran mendapatkan penghargaan Kalpataru.  Chris kemudian berinisiatif untuk mengelola dan membantu masyarakat lokal ini agar memiliki pendanaan yang berkelanjutan untuk kegiatan pelestarian yang mereka lakukan.

”Nelayan lokal mulai menyadari akan adanya masalah yang mengancam sumber daya alam mereka” kata Chris, sembari menekankan pentingnya memfasilitasi peningkatan kompetensi masyarakat untuk dapat terlibat langsung dalam solusi permasalahan.

Ia telah melatih beberapa orang nelayan lokal menjadi PADI Rescue Diver dan membentuk  “Reef Gardeners”  yang bertugas menjaga kesehatan terumbu karang, antara lain mengumpulkan crown-of-thorn starfish, siput parasit drupella.  Bersama dengan masyarakat lokal ia membuat 3 lokasi penyelaman baru di Pemuteran.

Sejak tiba 1991, Chris bekerja keras melindungi terumbu karang dan mengedukasi penduduk lokal mengenai pentingya terumbu karang bagi mereka. Walaupun kadang harus berhadapan dengan bahaya terutama di masa lalu saat berhadapan dengan nelayan-nelayan’nakal”. Selama periode 1996-1998, Chris bersama timnya mengumpulkan lebih dari 75,000 Crown of Thorns starfish dari Pemuteran Reefs

Selain, pelestarian terumbu karang, Chris juga menginisiasi pelestarian budaya. Ia memfasilitasi pelatihan bagi anak-anak di desa sekitarnya untuk mendapatkan pelatihan tari dan tentunya menjaga agar tradisi yang indah ini tetap terjaga.

”Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang mereka dapat dapat disebarkan ke desa-desa lainnya, termasuk juga untuk generasi berikutnya” kata Chris dengan bangga melihat keakatifan masyarakat lokal yang didampinginya.

Ingin tahu lebih banyak tentang Chris dan aktifitasnya bersama masyarakat Pemuteran kunjungi http://www.reefseenbali.com