Apapun permasalahan lingkungan,solusinya ada di dalam masyarakat lokal. Demikianlah perjalanan usaha konservasi terumbu karang di Desa Tejakula, Buleleng Bali. Dimotori oleh nelayan-nelayan lokal, desa ini mewujudkan inisiasi mereka dengan pendirian Daerah Pengelolaan Laut (DPL) Desa Tejakula, yang kini hampir berusia satu tahu. Dibelakang semua itu terdapat beberapa tokoh, salah seorangnya ialah Pak Nyoman.
Pak Semir, demikian beliau akrab disapa rekan-rekannya. Pria dua anak ini tidak bosan-bosan memberi semangat kepada teman sesama nelayan untuk menyelamatkan terumbu karang di desanya, Desa Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali. Ia juga salah satu pengurus kelompok nelayan Baruna Barata, yaitu kelompok nelayan yang menginisiasi pembentukan DPL Desa Tejakula.
Pak Semir turut aktif dalam upaya pembentukan DPL Desa Tejakula semenjak tahun 2008 dan hingga kini beliau beserta rekan-rekannya masih aktif melakukan pengawasan DPL.
Mulai dari pengamatan kondisi DPL maupun edukasi dengan memberikan penjelasan akan arti penting terumbu karang dan peraturan-peraturan di DPL kepada nelayan lain yang sering mencari ikan pada wilayah tersebut.
Sempat 12 tahun merantau ke Jakarta, kecintaannya dan kedekatannya dengan laut membuatnya kembali ke desa dan bergabung dengan kelompok nelayan yang sudah berdiri sejak 1984, .
“Saya mencintai laut dan kelompok nelayan ini. Saya ingin nelayan disini tetap melaut, maka saya mendorong teman-teman untuk ikut serta dalam upaya penyelamatan laut.” Ujarnya, “Apabila kelestarian laut terjaga, nelayan juga yang akan mendapat untung.” Imbuhnya dengan semangat.
“Melestarikan kaang (bahasa Bali karang) bukan cuma urusan perut hari ini, tapi juga untuk masa depan anak-anak kita kan?” tegasnya.
Pak Semir dan rekan-rekannya adalah sekelompok pahlawan lingkungan. Perjuangan mereka sangat sederhana, agar terumbu karang tidak dirusak sehingga mereka tetap mendapat ikan dan bisa menghidupi keluarga mereka. Mereka adalah contoh segelintir orang yang rela mengurangi sedikit “penghasilannya” demi tabungan untuk anak cucunya kelak.
” Konsep DPL ini cukup mudah kami pahami dan laksanakan karena modelnya seperti orang menabung, “katanya menjelaskan tentang model DPL yang mereka bentuk ,” Tempat yang kita jadikan tabungan (zona inti) tidak kita ambil ikannya, supaya tambah banyak dan besar-besar, dan pasti menyebar ke sekelilingnya nah ikan di luar daerah tabungannya ini yang kita ambil”.
Web site ini dibuat secara gotong royong oleh berbagai pihak untuk membangun trend cinta laut serta menyediakan akses informasi yang mudah untuk bisa terlibat di dalam konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkaitnya, dengan saling berbagi informasi yang bersifat positif, membangun semangat, dan saling menghargai satu sama lain. Baca selengkapnya

Komentar Kamu