Lentera jiwa adalah passion. Lentera jiwa, suatu pekerjaan yang menimbulkan kepuasan tersendiri bagi kita, meskipun sering menguras waktu dan tenaga. Demikian salah satu ringkasan dari salah satu website Agustinus Gusti Nugraha atau yang dikenal dengan nama Nugie, lahir di Jakarta, 31 Agustus 1971, sosok pria yang dikenal sebagai penyanyi pop bahkan lebih terkenal lagi sebagai aktifis sosial dan lingkungan hidup. Kecintaan dan kepedulian adik musisi Katon Bagaskara ini terhadap lingkungan hidup tidak diragukan lagi , dengan keterlibatannya sebagai campaigner aktifitas-aktifitas dari yayasan lingkungan seperti WALHI dan WWF. Dalam dunia nyata sehari-hari pun suami Shinta Dewi ini pun benar-benar bergaya hidup “green”. Coba saja perhatikan hobinya untuk mengendarai sepeda lipat seri tikit. Bahkan di salah satu kesempatan Nugie mengayuh sepedanya dari rumah di Bintaro sektor 4 untuk datang lokasi acara di plasa semanggi.
Nugie sendiri menilai idealnya 30% penduduk Jakarta harusnya bersepeda. Itu akan mengurangi sesak nafas yang dirasakan kota metropolitan itu. Namun sekarang belum sampai 5%-nya. “Sampai sekarang belum sampai segitu, paling hanya 5% yang aktif banget, paling hanya 3% dari penduduk Jakarta yang 10 juta ini,”(kapanlagi.com)
Pemikiran-pemikiran nugie tentang lingkungan pun sangat sederhana dan aplikatif. Dalam suatu kesempatan bahkan ia berkata bahwa sebenarnya tidak perlu pakai duta-dutaan, karena sudah kewajiban semua orang untuk peduli untuk lingkungan, demikian ia menanggapi tentang usulan agar salah satu grup yang digawanginya menjadi duta lingkungan. Demikian pula saat menanggapi masalah sampah di Jakarta “sangat disayangkan karena sampah di Jakarta sekitar 1,5 ton per hari itu, kalau tidak diolah secara benar” . Meskipun ia menyadari bahwa kita masih bermasalh dengan teknologi dan dana. “Moga-moga ada teknologi yang murah meriah bisa dipake di seluruh kelurahan dimulai dari masyarakat yang paling kecil dulu bisa menyetor sampah yang bentuknya sudah recycle”. Atau simak pula komentarnya tentang pemanasan global, yang sampai saat ini menurutnya masih dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Menurut Nugie, dibutuhkan sesuatu yang menggebrak untuk membuat orang lebih peduli pada efek pemanasan global. “Orang perlu ‘ditampar-tamparin’ dulu untuk ngasih tau efek dari global warming,” ujarnya.
Nugie pun melalui bakat musiknya telah merilis lagu-lagu, yang isinya pun mencerminkan alam dan fenomina sosial, album Bumi dengan hit Tertipu (1995), albumAir dengan hit Burung Gereja (1996), album Udara dengan hit Pembuat Teh (1998).
Hal menarik lainnya ialah kampanye lentera jiwa, sesuai dengan judul salah satu single-nya. “Lentera jiwa bukan menuntut kesempurnaan, kenyamanan, kemapanan, bahkan perencanaan. Tapi mungkin hanya sekedar ketulusan, kejujuran, kesederhanaan, dan kepolosan dari jiwa. Karena disaat itulah seorang manusia menjadi penuh, sehingga kemudian bisa “berbagi” dengan dunia” tulis Nugie di blognya. Mungkin inilah yang mendasari mengapa nugie sangat berani menginvestasikan banyak waktunya untuk lingkungan. Ketulusan dan kepolosan jiwa untuk ingin berbagi.
Jika sang bumi bisa bicara Ku tahu ia akan bertanya , sampai kapankah kau hanya terima tanpa pernah beri kembali. Kini saatnya untuk berbuat, memberi apa yang dia butuhkan tanah ,air , udara kan bersuka Hidup harmonis Tetap terjaga..
Tetap memberi inspirasi, tetap menyanyi untuk bumi..
Disadur dari berbagai sumber.
Web site ini dibuat secara gotong royong oleh berbagai pihak untuk membangun trend cinta laut serta menyediakan akses informasi yang mudah untuk bisa terlibat di dalam konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkaitnya, dengan saling berbagi informasi yang bersifat positif, membangun semangat, dan saling menghargai satu sama lain. Baca selengkapnya

fahmi
August 10th, 2009 at 4:15 pm
wow keren euy artikelnya bank nugie…saluuutt…. aq jg gawe pake sepeda bank…. salam berjuta sepeda dari bumi borneo…. SELAMATKAN BUMI
Erwin Endriawan
January 22nd, 2010 at 4:36 pm
Salam sejahtera, saya mewakili Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITN Malang, mengucapkan banyak terimakasih atas dedikasi dan perjuangan Mas Nugie dalam aktifitas lingkungan,.
Kami berniat mengadakan suatu kegiatan sosial tentang kepedulian terhadap lingkungan tepatnya pada Bulan April 2010, dengan mengundang seluruh masyarakat serta siswa dan mahasiswa yang ada di kota Malang, dengan kegiatan tersebut, kami sebenarnya sangat ingin jika Mas nugie bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang akan kami lakukan nantinya, dengan partisipasi Mas nugie, kami yakin aktifitas dan kegiatan kami bisa sangat sukses dan tujuan kami untuk lebih mengerakan masyarakat Malang agar lebih memahami dan menjaga lingkungan juga bisa lebih mengena., Kami sangat berharap mendapat respon positif dari mas nugie, terimakasih,
admin
February 1st, 2010 at 1:35 pm
Salam Go Blue,
buat rekan2 ITN mungkin silahkan langsung coba hubungi ke manajemennya Nugie. Kebetulan kita jg gak punya kontaknya.
Lets Go Blue
Happy Mandiri
February 27th, 2010 at 11:00 am
salam go
buat smua penggemar nugie