Ide perjalanan liburan ke Ujung genteng muncul secara tiba-tiba setelah aku membaca majalah go girl milik teman kosanku yang mengatakan bahwa UG adalah salah satu tempat eksotis yang menawarkan pantai, air terjun, dan penangkaran penyu yang sangat indah. Bermodalkan uang Rp 300.000 dan ke”nekat”an, maka perjalananpun dimulai…
Ujung Genteng merupakan daerah pesisir pantai selatan Jawa Barat yang terletak di desa Gunung Batu, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi dengan jarak tempuh sekitar 220 kilometer dari Ibu Kota Jakarta atau 230 kilometer dari Kota Bandung. (http://www.ujung-genteng.info/).
Bagi anda yang tidak memiliki kendaraan pribadi bukan menjadi halangan bagi anda untuk menikmati wisata ini. Kami melakukan perjalanan menuju Ujung Genteng dari Kota Bandung dengan menggunakan kendaraan umum. Dimulai dari naik bis damri di terminal Dipati Ukur menuju terminal Leuwipanjang, kemudian menaiki bus menuju Sukabumi. Tiba di terminal Sukabumi kemudian lanjut dengan menggunakan angkutan umum ke ke terminal Lembur situ. Dari terminal Lembur situ, kita dapat menaiki mobil Elf menuju Surade, akan tetapi karena kami tidak kebagian tempat duduk maka kamipun menyewa angkot menuju Surade. Tiba di Surade kamipun menaiki angkot menuju penginapan Ujung genteng tepatnya penginapan mama’s Losmen dan segera beristirahat.
Perjalanan kami pada keesokan harinya adalah menuju Penangkaran penyu dan air terjun cikaso. Perjalanan yang paling seru adalah perjalanan ke Pantai Cipanarikan dan penangkaran penyu yang seperti sedang ber“Off Road” ria. Menyenangkan sekaligus menegangkan. Wajib dicoba! Keindahan pantai Cipanarikan sungguh luar biasa dengan dihiasi ombak yang besar dan dinding-dinding jurang yang sangat terjal. Perjalananpun dilanjutkan ke penangkaran penyu. Di tempat ini kami harus menunggu hingga malam hari dan sampai penyunya selesai bertelur. Kurang lebih sekitar 2 jam kita harus menunggu penyunya selesai menggali pasir dan bertelur. Proses bertelurnya tidak terlalu lama, hanya sekitar 5-10 menit saja, yang lama adalah proses penggalian pasir untuk tempat bertelur. Selama proses ini berlangsung, pengunjung tidak boleh mengeluarkan suara apapun dan menyalakan lampu karena dapat mengganggu si penyu.
Setelah proses ini selesai, kamipun bebas melihat si penyu. Penyu yang sangat besar!!! Sungguh tidak sia-sia menunggu berjam-jam untuk melihat keajaiban ini. So, buat teman2 yang ingin menikmati keindahan pantai dan bermain bersama penyu maka Ujung Gentenglah surga semuanya…
Selamat berwisata…

Web site ini dibuat secara gotong royong oleh berbagai pihak untuk membangun trend cinta laut serta menyediakan akses informasi yang mudah untuk bisa terlibat di dalam konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkaitnya, dengan saling berbagi informasi yang bersifat positif, membangun semangat, dan saling menghargai satu sama lain. Baca selengkapnya
Andreas H. Muljadi
September 18th, 2010 at 7:32 am
Jadi ingat Pangumbahan dan Citireum. Bagaimana kondisi jalan disana sekarang ya? Tahun 1993 angkutan dari Sukabumi masih terbatas, hanya 2 mobil sehari, penumpangnya banyak jadi mesti desak2an selama 3 jam.
novis
May 14th, 2011 at 5:33 pm
Hai msh inget nggak baca ttg Ujung Genteng ini di Gogirl edisi kapan yah
. Gw lagi nyari2 info ttgl UG nih. Thx ya