Untitled

Reef Check Indonesia (RCI) mendorong Pemerintah Indonesia untuk menjajaki pengembangan dan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu opsi bagi peningkatan kesejahteraan dan sekaligus produksi perikanan dan kelautan. Hal ini berkaitan dengan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menaikan nilai tambah dan daya saing produk kelautan dan perikanan dengan target nilai pertumbuhan ekonomi dari sektor kelautan dan perikanan diharapkan dapat mencapai 7 persen.

Peneliti Kelautan RCI Jensi Sartin….. mengatakan tentunya niatan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sektor kelautan dan perikanan harus didukung penuh. Namun demikian, harus dipastikan bahwa nelayan-nelayan di nusantara yang sebagian besar tinggal di desa-desa hanya menjadi buruh. “Adanya peluang pengembangan BUMDes seperti yang diatur lewat UU Desa, seharusnya dimanfaatkan secara maksimal oleh KKP dan jajarannya untuk menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai kisah sukses membangun dari pinggiran seperti yang digaungkan oleh pemerintahan Jokowi-JK” tegas Jensi Sartin, Kamis (11/12) di Bali

Meskipun secara ukuran modal dan kapasitas nantinya masih jauh dengan ukuran investor besar nasional dan asing, BUMDes memiliki keunggulan untuk secara langsung menjadikan masyarakat sebagai pengelola sekaligus secara langsung memberikan manfaat kepada daerahnya. “Sebagai contoh desa-desa pesisir dapat menggalang modal dan membentuk BUMDes bersama untuk bergerak dalam penyediaan kapal dan alat tangkap, pelatihan nelayan tangkap dan pengolahan, penyediaan cold storage, pinjaman perikanan, hingga distribusi dan hubungan dengan pasar” lanjut Jensi Sartin.

Menanggapi hal ini, Derta Prabuning, Direktur Program Reef Check Indonesia mengatakan bahwa pemerintah seharusnya tidak perlu khawatir, apalagi memandang sebelah mata kemampuan masyarakat nelayan di desa-desa pesisir. “Kenyataan bahwa negara ini memiliki UU Desa dengan segala konsekuensi keuangan yang menyertainya menunjukkan bahwa negara ini percaya bahwa desa, termasuk desa pesisir, mampu untuk menjadi pengelola kawasannya, menjadi pengelola sumberdayanya” kata Derta Prabuning di Sumba, NTT

Prabuning menambahkan bahwa menjadi tanggungjawab pemerintah juga untuk memperlengkapi dan memastikan bahwa desa atau BUMDes yang dibentuk nantinya mampu memainkan peran dengan maksimal dan tentunya sesuai dengan aturan.

Pengalaman pengembangan berbasis darat seperti sektor kehutanan dan pertambangan seharusnya menjadi lampu peringatan bagi Pemerintah. “Sebaiknya kita berkaca terhadap pengembangan investasi di darat yang terlalu berfokus untuk menarik investasi dari luar masyarakat/daerah. Secara ekonomi mungkin dipermukaan ada pemasukan bagi negara, namun bagi daerah atau masyarakat sekitar yang didapatkan hanya kerusakan lingkungan, perampasan hak, konflik kekerasan, bahkan masyarakat terusir dari wilayah yang sudah didiami sekian generasi” terang Jensi Sartin

Memberikan kesempatan kepada masyarakat nelayan di desa-desa pesisir untuk menjadi pengelola dalam artian komersil, misalnya melalui BUMDes, juga menghasilkan dampak ganda. Iqbah Herwata, peneliti pari manta yang mendampingi kelompok nelayan di Buleleng Bali dan Lamakera NTT, mengatakan jika juga diberikan pemahaman menyeluruh tentang ancaman terhadap sumberdaya laut disekitarnya, masyarakat dan BUMDes ini juga akan menjadi ujung tombak bagi usaha pelestarian dan pengembangan praktek-praktek bisnis yang berkelanjutan.

Target Menteri KP Susi Pudjiastuti untuk menarik nilai investasi kelautan dan perikanan pada tahun 2016-2019 untuk meningkat hingga Rp 95 triliun harus kita apresiasi. Namun, pengalaman dari sektor lainnya seperti kehutanan dan pertambangan sebaiknya menjadi pengingat bahwa berfokus semata kepada sumberdaya dari luar bukan jawaban utama bagi pengembangan kelautan dan perikanan nasional. Kita telah paham bersama bahwa kejayaan maritim nusantara terletak pada kemandirian dan pengembangan kapasitas dalam negeri.

 

 

Untuk informasi lebih lanjut :

Jensi Sartin, Peneliti Utama  @jensisartin

+62811 3806 007

Reef Check Indonesia

www.reefcheck.or.id