salah satu sudut pantai kutaPantai Kuta tak lama lagi akan memiliki tempat konservasi penyu atau Sea Turtle Conservation. Sarana konservasi penyu ini kini sedang dalam tahap akhir pembangunan dan segera akan diresmikan.

Tempat konservasi ini dibangun persis di sebelah selatan Kantor Satgas Pengamanan Pantai Kuta. Bangunan tempat konservasi penyu ini didesain berbentuk penyu dengan ukuran lebar 7 meter, panjang 9 meter, dan tinggi 3 meter. “Setelah jadi, sea turtle conservation ini akan menjadi tempat penampungan sekaligus penetasan telur penyu yang menetas di sepanjang Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak,” jelas Kepala Satgas Pengamanan Pantai Kuta Gusti Ngurah Tresna.

Pantai Kuta, Legian, hingga Seminyak, jelas Tresna, sering menjadi lokasi pendaratan penyu yang akan bertelur. Berdasarkan catatan Kantor Satgas Pantai Kuta, setiap tahunnya terdapat sekitar 5.000 telur penyu jenis penyu lekang yang menetas di pantai wisata ini. Pada musim bertelur tersebut seluruh petugas pantai disiagakan untuk mengamankan telur-telur penyu di sepanjang pantai hingga Seminyak.

Petugas akan mengumpulkan telur-telur tersebut dan membawanya ke tempat penampungan dan penetasan yang telah ada, yang dibangun seadanya. Tempat yang sederhana tersebut selama ini sudah berhasil menetaskan sekitar 3.000 telur per tahun sekalipun ada yang tidak berhasil. Untuk Pantai Kuta, dalam setahun berhasil melepaskan lebih dari 1.000 tukik atau anakan penyu ke laut.

Pembangunan tempat konservasi penyu ini diyakini dapat lebih banyak membantu pengelolaan telur penyu yang selama ini tidak teratur di sepanjang Pantai Kuta hingga Seminyak.

Selain sebagai tempat penampungan dan penetasan telur penyu, “Pembangunan konservasi penyu di Pantai Kuta ini untuk memberi pencitraan positif bagi dunia pariwisata Bali, untuk menghilangkan imej Bali sebagai daerah pembantai penyu,” ujar Tresna.

Pembangunan tempat yang diberi nama Kuta Beach Sea Turtle Conservation, menurut Tresna, juga akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang datang ke Kuta, selain pasir putih, ombak, dan sunset atau matahari terbenam.

Setidaknya ada tiga hal yang dapat dinikmati turis saat datang ke Pantai Kuta, yakni dapat melihat penyu bertelur, penetasan telur penyu, dan terakhir dapat melihat atau melakukan pelepasan penyu secara langsung ke habitatnya di laut lepas. Menurut Tresna, pembangunan tempat konservasi penyu laut ini diperkirakan akan rampung pertengahan hingga akhir Mei.

Sumber: Media Indonesia