Berdiri sejak 2007, kelompok ini beranggotakan nelayan-nelayan dari beberapa kelompok nelayan yang ada di desa Penuktukan yang memiliki kepedulian akan pentingnya menjaga keberadaan terumbu karang, khususnya di sekitar desa mereka. Berbagai aktivitas pelestarian mereka lakukan, mulai dari penghentian destructive fishing, pemasangan mooring buoy, pemasangan substrat buatan, dll. Bahkan mereka mulai mengembangkan sistem pendanaan mandiri untuk kegiatan mereka melalui pembukaan dive site Batu Liu Penuktukan.
Berdirinya kelompok ini tidak lepas dari dukungan perbekel (kepala desa di Bali) saat itu, Nyoman Wartawan. Maka dikeluarkanlah Surat Keputusan Perbekel Desa Penuktukan mengenai kelompok ini dengan nama Kelompok Pencinta Laut Taman Segara. Hingga saat ini kelompok ini beranggotakan 25 orang.
Hal yang menarik dari kelompok ini adalah tingginya inisiatif serta antusiasme anggota kelompok dalam usaha pelestarian terumbu karang di tempat mereka. Hal ini ditunjukkan dengan inisiasi awal pendirian kelompok yang murni berasal dari nelayan.
Selain itu, selama setahun berdirinya kelompok ini, beberapa inisiatif usaha telah dilakukan untuk mewujudkan visi mereka untuk melestarikan terumbu karang di desa mereka. Awalnya melalui penyusunan pengurus kelompok. Beberapa kegiatan rehabilitasi juga telah dilakukan diantaranya pembuatan konstruksi beton untuk dijadikan substrat penempelan karang di beberapa lokasi yang rusak parah. Beberapa waktu terakhir, kelompok juga berinisiatif memasang beberapa mooring bouy (pelampung) untuk penambat kapal/perahu di beberapa lokasi yang memiliki terumbu karang yang baik,tujuannya untuk mengurangi kerusakan akibat pemasangan jangkar kapal. Awal keterlibatan Reef Check Indonesia melalui Reef Check Center Tejakula yang mendampingi beberapa aktifitas kelompok ini bahkan dimulai dengan inisiatif dari kelompok sendiri yang mengundang langsung/meminta bantuan untuk pendampingan serta nasehat bagi beberapa kegiatan kelompok.
Untuk meningkatkan kualitas kelompok serta usaha pelestarian terumbu karang yang selama ini diinisiasi kelompok, telah dimulai pelatihan selam scuba bagi beberapa anggota kelompok serta dalam waktu dekat juga akan dilakukan pelatihan metode pemantauan terumbu karang dengan metode Reef Check. Pemberian keterampilan selam ini berkaitan dengan perlunya perawatan terhadap kondisi mooring bouy, aktivitas rehabilitasi dan pengawasan yang akan dilakukan. Metode Reef Check sendiri diberikan untuk meningkatkan kemandirian serta tentunya tingkat kepedulian kelompok untuk dapat memantau sendiri kondisi terumbu karang yang selama ini mereka kelola.
Dengan adanya peningkatan kualitas terumbu karang di wilayah mereka, kelompok nelayan pecinta laut ini mulai mengembangkan sistem pendanaan mandiri melalui kegiatan wisata penyelaman. Wilayah yang dikelola kelompok memang memiliki beberapa site yang memiliki areal terumbu karang yang menarik bagi kegiatan penyelaman. Site tersebut dinamakan Batu Liu yang menurut para nelayan nama tersebut terkait dengan sejarah lokasi ini. Karakteristik lokasi ini sangat sesuai baik bagi aktivitas snorkeling maupun penyelaman scuba. Untuk mencapai terumbu karang cukup berenang dari pantai sejauh 5 meter. Untuk yang hobi menyelam, terumbu karang yang berbentuk bukit bukit dan beberapa goa/cave tentunya sangat menarik. Dengan semakin menurunnya aktivitas perikanan yang merusak serta pengawasan yang baik dari kelompok, kelimpahan dan jenis ikan di lokasi selam Batu Liuh ini juga semakin meningkat.
Dari hasil survey dengan menggunakan metode reef check, menunjukkan bahwa karang di lokasi ini tergolong sangat baik ( tutupan karang hidup mencapai 90%), angka yang cukup langka dijumpai di perairan utara Bali. Untuk pengelolaan terumbu karang ini, maka kelompok berinisiasi memulai penjajakan kerjasama dengan pengusaha wisata, terutama dive operator yang memanfaatkan lokasi kelompok untuk penyelaman. Menarik untuk terus mencermati inisiatif dari nelayan Penuktukan untuk melestarikan terumbu karang dan tentu saja Batu Liu dive site bisa dijadikan salah satu tujuan untuk lokasi dive di Bali Utara. Selamat berpetualang!
Web site ini dibuat secara gotong royong oleh berbagai pihak untuk membangun trend cinta laut serta menyediakan akses informasi yang mudah untuk bisa terlibat di dalam konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkaitnya, dengan saling berbagi informasi yang bersifat positif, membangun semangat, dan saling menghargai satu sama lain. Baca selengkapnya

gubeng
November 18th, 2009 at 9:53 pm
lanjut terus usahanya demikemajuan desa kita tercinta. rugi kita punya org2 pintar. org pintar dipnuktukan jng suka kritik aja,,,,,,,,,,hargai pendapt wong cilik. memunyah dogen
awan dermawan
March 4th, 2010 at 11:31 am
kami mempunyai data dive spot di kabupaten dompu.
kira2 tim lembaga kami bisa g masuk di go blue indonesia.fb kami = dompu scuba diver
admin
March 5th, 2010 at 1:13 pm
@ awan : bisa bergabung