Mr. Ray: All new explorers must answer a science question. You live in what kind of home?
Nemo: An anemonemone. Amnemonemomne.
Mr. Ray: That’s okay kid, dont hurt yourself.
Masih ingat dialog film di atas? Tepat, itu adalah potongan dialog dari film Finding Nemo, film hollywood mengenai pencarian seekor ikan badut (clown fish). Kali ini kita akan membahas tentang si ikan lucu ini. Baca selengkapnya »
Pari. Salah satu jenis binatang laut yang sering sekali kita jumpai, terutama saat menyelam baik di perairan dangkal maupun menengah. Pari dimaksudkan di sini ialah yang biasa di sebut Stingray. Oleh sebagian besar ahli ikan pari dianggap hewan yang jinak, hanya menyerang untuk membela diri. Lalu, berbahayakah ikan pari? Baca selengkapnya »
Belakangan kita sering membaca kejadian pencemaran laut. Berbagai pihak mengeluhkan salah satu ancaman terhadap lingkungan ini. Beberapa menyalahkan industri besar yang kurang peduli, lainnya menyebutkan hanya kesalahan prosedur, lainnya beranggapan semua punya potensi untuk mencemari laut. Berikut lebih jauh dibahas tentang seluk beluk pencemaran laut. Baca selengkapnya »
Terumbu karang merupakan suatu ekosistem unik perairan tropis dengan tingkat produktifitas dan keanekaragaman biota yang sangat tinggi. Peranan biofisik ekosistem terumbu karang sangat beragam, diantaranya sebagai tempat tinggal, tempat berlindung, tempat mencari makan dan berkembang biak bagi beragam biota laut, disamping berperan sebagai penahan gelombang dan ombak serta sebagai penghasil sumberdaya hayati yang bernilai ekonomis tinggi. Ikan karang adalah salah satunya. Baca selengkapnya »
Denpasar, 16 Oktober 2009. Laporan status terumbu karang dunia yang dikeluarkan Global Coral Reef Monitoring Network (GCRMN) menyebutkan bahwa selama periode 2004 hingga 2008 luasan area terumbu karang dunia semakin menurun. Komunitas pemantauan terumbu karang Indonesia, yang tergabung dalam Jaringan Kerja Reef Check Indonesia mulai bulan Oktober hingga Desember 2009 akan mengadakan serangkaian kegiatan pemantauan kondisi kesehatan dari berbagai area terumbu karang di Indonesia dalam rangka Reef Check Day 2009. Baca selengkapnya »
Lionfish (Pterois.spp), adalah salah satu ikan karang yang tergolong kharismatik. Dengan sirip dan duri-durinya yang anggun, banyak penyelam yang menjadikannya sebagai objek andalan, baik untuk di foto maupun sekedar melihat. Namun, saat ini di Karibia, Lionfish telah menjadi masalah serius, karena keberadaannya telah mengakibatkan tingkat survival dari ikan karang lainnya menurun hingga 80%.
Pemutihan karang terjadi pada saat karang (keras dan lunak) dan hewan-hewan laut lain yang bersimbiosis dengan zooxanthellae kehilangan zooxanthellae- nya karena suatu tekanan/stress tertentu. Pada banyak hewan karang keras (hard coral), zooxanthellae merupakan pemberi warna utama. Oleh karena itu, kehilangan zooxantellae akan membuat warnanya memucat, sampai pada akhirnya jaringan karang menjadi transparan, memperlihatkan warna putih kerangka kapur di bawahnya. Beberapa karang membuat semacam tabir surya pada saat hal ini terjadi, sehinga karang tampak berwarna pastel (biru, kuning, merah muda) (Dove et all, 2001).
Banyak macam tekanan yang dapat membuat karang memutih, seperti misalnya penyakit, racun (bahan kimia), dan lain-lain. Namun penyebab utama pemutihan karang dalam skala luas adalah kombinasi dari kenaikan temperatur air laut dan intensitas cahaya (Hoegh-Guldberg 1999).
Pada saat terjadi kenaikan suhu, zooxanthellae menghasilkan oksigen radikal yang akan merusak jaringan hewan yang ditempatinya. Oleh karena itu, mau tidak mau hewan tersebut harus melepaskan zooxanthellae tersebut untuk mencegah kerusakan jaringan. Jumlah zooxanthellae yang dilepaskan tergantung dari jumlah radikal bebas yang dihasilkan; tergantung dari intensitas dan lamanya hewan terdedah pada kenaikan suhu tersebut.
Dengan kecenderungan suhu bumi yang terus menaik karena pemanasan global, kejadian pemutihan terumbu karang skala luas diperkirakan akan terjadi semakin sering dengan intensitas yang meningkat. Apabila kenaikan suhu ini dibandingkan dengan batas toleransi karang terhadap pemutihan dalam 100 tahun terakhir, maka pada tahun 2020, diprediksikan bahwa pemutihan terumbu karang akan terjadi setiap tahun (Hoegh-Guldberg, 1999).
Dampak dari pemutihan karang
Para pengamat terumbu karang di Indonesia dan di seluruh dunia tentunya ingat bahwa pada tahun 1997-1998 terumbu karang di banyak tempat mengalami pemutihan. Beberapa daerah terumbu mengalami penyembuhan (recovery) yang cukup cepat, sementara banyak tempat lain yang sampai saat ini tidak mempunyai kemajuan yang berarti. Wilkonson (1999) mengestimasi bahwa sekitar 16% terumbu karang dunia mati sebagai akibat dari pemutihan massal ini. Selain itu, diperkirakan kejadian ini kemungkinan akan menyebabkan kepunahan pada beberapa spesies karang di sekitar Panama dan Okinawa (WWF dan TNC, 2001). Baca selengkapnya »
Web site ini dibuat secara gotong royong oleh berbagai pihak untuk membangun trend cinta laut serta menyediakan akses informasi yang mudah untuk bisa terlibat di dalam konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkaitnya, dengan saling berbagi informasi yang bersifat positif, membangun semangat, dan saling menghargai satu sama lain. Baca selengkapnya
