Wakatobi

BleachWatch Indonesia 2010:

Fenomena pemutihan karang (coral bleaching) terjadi di beberapa lokasi terumbu di Wakatobi. Laporan yang masuk juga terjadi di Hari Island. Lebih lengkap mengenai status pemutihan karang terbaru dapat dilihat di laporan BleachWatch Indonesia 2010.

Pemutihan karang bukan berarti karang mati namun sekarat. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memastikan karang bisa pulih. Setiap aktifitas kita akan sangat membantu. Untuk tips-tipsnya dapat dilihat di tips di lokasi pemutihan karang

Wakatobi

Lokasi:Wakatobi merupakan skepulauan yang terdiri dari Wangi-wangi, Kaledupa, Tomea, Binongki terletak di Sulawesi Tenggara. Wakatobi sendiri sudah merupakan kota kabupaten dengan ibukota kabupaten terletak di Wangi-Wangi, terletak dalam koordinat 5.00º – 6.25º LS dan 123.34º – 124.64º BT.

Akses: Untuk mencapai Wakatobi pertama-tama menuju Kendari dengan akses laut maupun udara. Dilanjutkan ke Bau-bau dengan kapal cepat regular yang tersedia setiap hari dengan lama perjalanan lima jam atau dengan kapal kayu selama 12 jam. Dari Bau-bau ke Lasalimu melalui perjalanan darat selama dua jam, lalu naik kapal cepat Lasalimu-Wanci selama satu jam atau kapal kayu Lasalimu-Wanci selama 2,5 jam. Homestay dan resort juga telah tersedia di wilayah ini. Beberapa liveaboard juga sudah beroprasi di wilayah ini.

Gambaran umum Dive Site: Wakatobi memiliki 25 buah gugusan terumbu karang dengan keliling pantai dari pulau-pulau karang sepanjang 600 km. Lebih dari 112 jenis karang dan 93 jenis ikan konsumsi perdagangan serta ikan hias. Tutupan terumbu karang yang tinggi dengan berbagai jenis ikan karang akan memanjakan para penyelam dengan keindahannya ditambah dengan jarak pandang 15 – 80 meter dan arus yang lebih bersahabat memungkinkan penyelam pemula ikut menikmati keindahannya.

Waktu penyelaman terbaik : April – Juni dan Oktober – Desember

Status Konservasi : Wakatobi ditetapkan menjadi Taman Nasional sejak tahun 1996, dengan total area 1,39 juta ha, meliputi keanekaragaman hayati laut dan kondisi karang yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia. Kedalaman air di taman nasional ini bervariasi, bagian terdalam mencapai 1.044 meter di bawah permukaan air laut.

Sebagai publik figur yang sarat kesibukan, Nadine Chandrawinata masih menyempatkan diri beraktivitas sebagai aktivis lingkungan hidup. Bahkan, ia lebih bergairah lagi karena berhasil mengajak dua adiknya mengikuti jejaknya.

Baca selengkapnya »

Sejumlah negara di Eropa dan Asia mendukung rencana Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, membangun laboratorium bawah laut di daerah kepulauan itu, demikian Bupati Wakatobi Ir. Hugua di Kendari, Sabtu.

Baca selengkapnya »

Let's Go Blue Indonesia!

Web site ini dibuat secara gotong royong oleh berbagai pihak untuk membangun trend cinta laut serta menyediakan akses informasi yang mudah untuk bisa terlibat di dalam konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkaitnya, dengan saling berbagi informasi yang bersifat positif, membangun semangat, dan saling menghargai satu sama lain. Baca selengkapnya


Reef Check indonesia Reef Check Day

Log In

Arsip Berita

Promosikan karya2 fotografi kamu!

Caranya, kirim email ke goblueindonesia@yahoo.com, max 3 karya foto bawah laut Indonesia kamu, .jpg ya, berikut nama kamu, email, alamat website kamu, dll. Foto terbaik akan kami umumkan setiap bulannya. dan menangkan T-shirt keren dari yayasan Reef Check Indonesia. Jadi tunggu apalagi =)