Jepang sedang dilanda invasi besar-besaran oleh ubur-ubur raksasa. Ubur-ubur yang disebut Nomura atau Echizen ini sangat besar ukurannya.   Berat ubur-ubur ini dapat mencapai 2(dua) kuintal dan ukuran  diameter mencapai 2 meter.  Para ahli kuatir bahwa ubur-ubur raksasa ini akan mencapai jumlah yang besar dan akan berarti musibah bagi nelayan Jepang. Enam ubur-ubur akan dapat menghancurkan jala, meracuni ikan di dalamnya, dan membuat semua ikan yang ada tidak akan dapat dikonsumsi sama sekali. Bahkan nelayan yang berusaha membuang ubur-ubur ini akan dapat menderita karena sengat ubur-ubur ini.

Pada tahun 2007, ubur-ubur Nomura ini terlihat di garis pantai Jepang, dan hanya beberapa ekor saja sanggup membuat 15.000 nelayan mengajukan berbagai keluhan mengenai kerusakan yang timbul. Profesor Shinichi Ue dari Universitas Hiroshima mengatakan “Kedatangan ubur-ubur ini tidak dapat lagi dicegah.”

Ubur-ubur Nomura umumnya berkembang di perairan Cina pada musim semi dan mereka mereka bertumbuh dewasa ketika arus air laut membawa mereka ke utara secara perlahan-lahan. Pada Juli 2009, ketika kawanan pertama mencapai selat Tsushima (utara pulau Kyushu), kebanyakan ubur-ubur ini telah mencapai ukuran seorang pesumo. Dengan ukuran seperti ini, hanya butuh 5 hingga 10 kawanan ubur-ubur untuk menghancurkan industri perikanan.

Sebelumnya, pada tahun 2005, industri perikanan Jepang melaporkan 100.000 kasus kerusakan yang diakibatkan oleh ubur-ubur ini. Pada puncak invasi di tahun itu diperkirakan setiap hari sekitar 300 juta hingga 500 juta ekor ubur-ubur melewati selat Tsushima menuju laut Jepang.

Sumber Kapan lagi.com Kamis, 23 Juli 2009 17:18