Liburan keluarga di Karibia tahun 1995 menjadi awal perkenalan Indra Swari pada dunia menyelam. Banyaknya dive operator di sekitar pantai mendorongnya untuk mencoba diving yang ternyata mendapat ijin dari orangtuanya. “Saya mendapatkan briefing mengenai safety diving terlebih dahulu sebelum mulai menyelam. Biru, jernih, dan sunyi yg memberikan kesan alam di bawah itu tenang sekali…Itulah yang saya rasakan pada saat itu,” ungkap Indra menceritakan pengalaman pertamanya menyelam. Kegiatan masa kecilnya seperti berenang, belajar lompat, bermain menyelam, menahan nafas lama, membantunya memberikan rasa nyaman, tidak panik, sehingga latihannya berjalan lancar, dan tidak mengalami kesulitan. “Semua kegiatan di sekitar laut selalu membuat rasa hati senang, baik itu suara deburan ombak, warna biru laut dan juga bau air laut,” kata Indra puitis.
Indra yang punya hobi foto, walaupun akunya cuma sekedar iseng-iseng jika sedang berlibur, mulai tertarik membidik keindahan bawah laut. Di tahun 2003, Indra mencoba membawa kamera compact-nya menyelam. Perasaan senang karena dapat menggabungkan kedua hobinya segera menyusup. Namun sebuah kecerobohan, housing kameranya sempat bocor dan sempat menyurutkan minatnya memotret lagi.
Di tahun 2006, seorang temannya meminjamkan kamera digital dan secara otomatis menggugah kecintaannya memotret lagi. Lalu mulailah Indra membeli housing untuk kamera EOS 350D dan sejak itu kamera selalu mengikuti kemanapun dia pergi meny
elam.
“Foto yang paling berkesan buat saya adalah foto ikan mandarin pada saat mereka tarung. Karena ikan ini adalah salah satu ikan favorit buat saya, dikarenakan keindahan warna dan gerakannya. Dan mereka ini adalah ikan pemalu, sulit sekali keluar maupun didekati. Juga sensitif sekali terhadap cahaya lampu sorot maupun lampu strobe kamera kita. Hal ini semua menjadikan tantangan buat kita yang berusaha memotret ikan mandarin ini. Dan saya beruntung sekali dapat mengabadikan aksi tempur mereka di tahun 2006. Namun demikian, buat saya foto-foto mahluk laut lainnya juga mempunyai kesan tersendiri. Semua mempunyai cerita dibalik gambar mereka masing-masing,” cerita Indra.
Di web, foto-foto Indra banyak mendapat review kelas dunia. Menurutnya saran dan kritik merekalah yang memacunya untuk membuat lebih banyak foto dan berusaha untuk belajar lebih banyak lagi supaya dapat menghasilkan foto yang lebih bagus.
“Namun pengalaman saya di Mabul, Malaysia kemarin adalah pengalaman saya pertama kalinya untuk mengikuti kompetisi fotografi dalam bentuk apapun. Saya merasa senang sekali mendapatkan kesempatan itu, dimana saya belajar banyak dari para senior yang telah menggeluti dunia laut secara professional dan juga disini saya mendapatkan teman yang mempunyai jiwa yang sama, cinta laut dan cinta fotografi. Disini saya mendapatkan beberapa kata-kata yang sangat suportif terhadap hasil yang saya dapatkan dan ini amat sangat berarti buat saya,” ungkapnya.
Sebagai fotografer bawah laut yang mulai dikenal dunia, Indra menaruh concern yang tinggi pada kondisi terumbu karang akahir-akhir ini. “Untuk beberapa lokasi saya telah melihat penurunan di kondisi terumbu karang yang ada. Namun saya juga melihat beberapa usaha yang telah dilakukan beberapa organisasi pecinta laut untuk membantu meningkatkan kondisi terumbu karang ini, dan semoga hal ini akan terus berlanjut dan ditingkatkan,” harapnya.
Menurut Indra, edukasi terhadap penduduk pesisir adalah hal paling dasar yang harus ditekankan, karena merekalah yang ambil andil besar untuk menjaga kelestarian laut. “Mereka harus diberikan pengetahuan bahwa mengeksploitasi laut secara barbarik tidaklah akan membantu mereka di jangka panjang. Kebersihan juga penting, sampah tidak hanya probelmatik di kota besar. Jika manusia semakin sadar dengan problem sampah, maka problem yang disebabkan olehnya dapat dikurangi dan semoga disuatu saat dapat dihilangkan,” katanya.
Selain masyarakat pesisir, Indra juga mengingatkan bahwa edukasi lingkungan bagi para diver juga penting, terutama laut dan isinya, termasuk belajar untuk mencintai dan menghormati laut. Menurutnya pengetahuan dasar seperti perbedaan batu dan terumbu karang dapat membantu diver untuk melestarikan alam, sehingga para diver tidak akan memegang terumbu karang yg dapat menyebabkan kerusakan. “Juga kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh Reef Check seperti membersihkan sampah di laut, menghitung terumbu karang adalah hal-hal positif dimana para diver dapat ikut serta,” katanya.
Meskipun hobi yang digelutinya selalu menimbulkan kekuatiran, namun keluarga Indra sangat mendukung hobinya karena dapat merasakan kecintaannya terhadap dunia laut. “Sejak saya menekuni fotografi bawah laut, keluarga saya malah mulai menyarankan saya untuk lebih memikirkan untuk memulai karier di bidang ini. Saya merasa amat beruntung dengan support yang saya dapatkan dari mereka, karena keluarga adalah bagian hidup saya yang paling penting,” kata ibu satu putri ini.
Putrinya pertama kali diajak ke Lembeh di Sulawesi Utara saat berumur 5 bulan. Dan kemanapun Indra pergi diving, selama memungkinkan, dia mengajak putrinya untuk berada di dekat laut, yang udaranya bebas polusi. Indra mempercayai bahwa manusia adalah bagian kecil dari alam, oleh karena itu mengenal dan mencintai alam adalah penting. Dari foto-foto yang dihasilkannya putrinya mulai mengenali beberapa mahluk-mahluk laut. “Semoga suatu saat dia pun bisa mencitai laut seperti saya dan kita bisa pergi menyelam bersama. Siapa tau kita dapat melakukan sesuatu untuk laut bersama,” katanya penuh harap.
Di mata Indra, Indonesia adalah negara yang sangat indah, kekayaan lautnya luar biasa dan kita sangat beruntung dapat menikmati keindahan laut yang ada di Indonesia ini. “Marilah belajar untuk lebih mencintai alam kita,” katanya.
Kegiatan menyelam memberikan pengalaman yang tidak ternilai buat Indra. Di sana dia melihat, mendengar, dan belajar banyak mengenai alam di darat dan di laut. Selain keindahan laut, Indra juga menikmati keindahan flora dan fauna di darat, melihat kebudayaan-kebudayaan lokal, bertemu dan berbincang-bincang dengan penduduk lokal, yang baginya juga merupakan pengalaman unik tersendiri.
Saat ini Indra bekerja sebagai Asisten Direktur Divisi Purchasing PT.Gudang Garam dan pemegang sertifikat Advance Open Water PADI.
Web site ini dibuat secara gotong royong oleh berbagai pihak untuk membangun trend cinta laut serta menyediakan akses informasi yang mudah untuk bisa terlibat di dalam konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkaitnya, dengan saling berbagi informasi yang bersifat positif, membangun semangat, dan saling menghargai satu sama lain. Baca selengkapnya
nan
November 3rd, 2008 at 12:12 pm
Wah… aku lihat banyak foto-foto mbak Indra di web…. kereeennnnn……
dhamarbudi
February 6th, 2009 at 8:24 am
kampanyekan terus-menerus kepada anak sejak awal tentang kekayaan laut ,dan potensi yang lain agar semua dapat menjaga dan memmanfaatkanya dengan baik.Selama ini anak sekolah hanya mendapat sedikit pengetahuan tentang hal tsb.Terimakasih go blue ,dari kamu aku tahu.