BANDAR LAMPUNG – Kerusakan hutan bakau di pesisir Provinsi Lampung terus berlangsung dan kerusakannya hingga sekarang telah mencapai 70 persen. Demikian dikemukakan Ketua LSM Mitra Bentala Lampung, Herza Yuliato,Agustus lalu.
Pesatnya pembangunan dan tingginya kebutuhan lahan menjadi penyebab utama kerusakan hutan bakau atau berubah fungsi menjadi permukiman, kawasan industri dan wisata. Hutan mangrove Lampung tersebar di berbagai wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di daerah itu.
Panjang hutan mangrove di Lampung diperkirakan mencapai 896 km yang terletak di sepanjang garis pantai Lampung Timur, Lampung Selatan, Tanggamus,Pesawaran, Bandarlampung, Tulang Bawang hingga Lampung Barat dengan tingkat kerusakan yang diperkirakan hampir 70 persen dalam 15 tahun terakhir. “Penghitungan kami berdasarkan pengamatan Google Earth`,” kata dia.
Herza mengatakan, sebagian besar kerusakan mangrove itu dipicu oleh perusahaan tambak udang multinasional. “Perusak hutan mangrove itu adalah pengusaha dan petambak skala industri, bukan petambak kecil atau masyarakat yang melakukan perambahan.” kata dia.
LSM Mitra Bentala peduli dalam melakukan penanaman kembali hutan mangrove di Pesawaran, khususnya di bekas wilayah tambak udang sejak 2005. “Kami telah berhasil melakukan penanaman hutan bakau kembali dengan luas mencapai 30-an ha,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Zani, aktivis LSM Mitra Bentala. Ia mengingatkan bahwa kerusakan mangrove dapat menyebabkan bencana alam, seperti gelombang tinggi di wilayah pesisir dan pemanasan global.
Sementara jenis pohon bakau yang ada di Lampung terdiri atas Avicennia alba, Avicennia marina, Bruguria parviflora, Excuecaria agallocha, Nypa fruticans, Sonnerita caseolaris dan Rhizophors stylosa.
Berdasarkan data yang diperoleh LSM Mitra Bentala, sedikitnya 18.000 ha dari 20.000 ha hutan mangrove di Lampung telah rusak parah.
Sumber: Tribun Lampung, September 2009
Web site ini dibuat secara gotong royong oleh berbagai pihak untuk membangun trend cinta laut serta menyediakan akses informasi yang mudah untuk bisa terlibat di dalam konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkaitnya, dengan saling berbagi informasi yang bersifat positif, membangun semangat, dan saling menghargai satu sama lain. Baca selengkapnya

Komentar Kamu