whale shark : wikipediaHiu paus atau Rhincodon typus kembali tampak di perairan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur  Fenomena ini menarik karena kemunculan satwa laut yang langka, spesies ikan terbesar, itu selalu terjadi selama Januari-Maret setiap tahunnya. Tahun ini, sejumlah hiu paus tampak berenang sampai ke permukaan air.  Bahkan nelayan setempat sering melihat kemunculannya.

Darcy Bradley seorang peneliti dari Ecocean, sebuah organisasi nirlaba yang yang berkantor pusat di Perth, Australia dan berfokus pada penelitian dan kampanye penyelamatan hiu paus (whale shark) tertarik mendokumentasikan fenomena ini sejak awal Februari lalu. Ecocean juga mengembangkan sistem pemantauan individu hiu paus melalui fotografi /photo ID.

Darcy Bradley mengatakan ”Indonesia, termasuk satu dari sekitar 10 negara di dunia yang setiap tahun dijadikan persinggahan. Yang menarik, di sini periodenya setiap tahun tetap. Di tempat lain, periodenya tidak tentu.”

Hiu paus pernah menampakkan diri di perairan milik sekitar 100 negara. Sebagian besar kemunculan ikan yang panjangnya bisa sampai 12 meter serta berat 21 ton itu sifatnya acak. Selain di Probolinggo, hiu paus juga sering terlihat di Ningaloo (Australia), Donsol (Filipina), Isla Mujeres (Meksiko), Mozambik, dan Kepulauan Maladewa.

Menurut Darcy, hiu itu datang untuk mencari plankton. Belum diketahui dari perairan mana asal hiu itu karena ikan ini merupakan satwa langka yang belum banyak diteliti. Adapun habitat hidupnya diperkirakan di perairan tropis dan makanan utamanya adalah plankton, sehingga keberadaan hiu paus menjadi penting untuk menjadi indikator kualitas  perairan suatu ekosistem laut.

Dalam laporan International Union for Conservation of Nature (IUCN), hiu paus masuk dalam daftar merah. Satwa yang umurnya bisa mencapai 70 tahun itu tergolong rawan punah. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo menyatakan, fenomena hiu paus di perairan Kabupaten Probolinggo akan dimanfaatkan sebagai ekowisata. Probolinggo memiliki Pantai Bentar yang bisa dijadikan gerbang masuk wisatawan.

”Tentu saja, pemerintah daerah akan ikut menjaga kelestarian hiu paus. Di kalangan masyarakat nelayan setempat pun, hiu paus dipercaya sebagai tanda banyaknya ikan-ikan kecil sehingga selama ini tidak pernah ada perburuan hiu paus oleh warga lokal,” kata Tutug.

sebagai salah satu spesies hiu yang terancam keberadaanya, beberapa lembaga sudah membuat panduan ramah lingkungan untuk berinteraksi dengan hiu paus, khususnya penyelaman. Panduan ini umumnya dikenal dengan Code of conduct for whale shark

Sumber: http://sains.kompas.com/