Gubernur Provinsi Papua Barat, Abraham O. Atururi, meresmikan Sekretariat Bersama Bentang Laut Kepala Burung Papua (Bird’s Head Seascape – BHS) di Ballroom Mansinam Beach Hotel Manokwari (21/8).

“Kami menyambut baik upaya ketiga LSM konservasi internasional – Conservation International-Indonesia (CI-Indonesia), The Nature Conservancy (TNC) dan WWF-Indonesia – untuk mendukung pengelolaan kawasan perairan penting di Indonesia yang sejalan dengan visi dan strategi jangka panjang pembangunan berkelanjutan.”

Kawasan laut BHS terbentang mulai dari Teluk Cenderawasih di bagian Timur, Kepulauan Raja Ampat di bagian Barat hingga pesisir Fakfak-Kaimana di bagian Selatan. Bentang laut yang berada di jantung Segitiga Terumbu Karang Dunia ini memiliki keanekaragaman hayati yang sangat penting dalam menyokong sumber daya perikanan dan perekonomian masyarakat di kawasan ini.

Sebuah kajian yang dilakukan oleh CI bersama-sama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam II Papua Barat dan Universitas Papua pada tahun 2007 di wilayah Teluk Cenderawasih, Raja Ampat dan perairan Fakfak-Kaimana, mendata 1511 jenis ikan karang, lebih dari 600 jenis karang keras dan menemukan spesies baru dan endemik sehingga membuat kawasan ini memiliki nilai konservasi yang tinggi.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Papua Barat dan ketiga LSM tersebut menandatangani Deklarasi Bersama Pembangunan Berkelanjutan Bidang Lingkungan Hidup di Bentang Laut Kepala Burung Papua.

Phil Erari, Kepala Sekretariat BHS, menjelaskan bahwa dengan deklarasi ini, ketiga LSM akan bekerjasama mendukung pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan masyarakat pesisir dalam pengelolaan pembangunan yang berbasis ekosistem di Papua Barat, yang sejalan dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Pengelolaan berbasis ekosistem memastikan kepentingan ekologi, ekonomi, sosial serta budaya diakomodasi sehingga kebijakan-kebijakan pembangunan yang disusun dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari pemanfaatan sumber daya alam secara lestari,” jelas Phil.

Sekretariat BHS merupakan representasi ketiga LSM di tingkat provinsi guna memberikan dukungan kebijakan di bidang pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup. CI, TNC dan WWF telah bekerja di wilayah Kepala Burung melalui bentuk-bentuk pengelolaan yang berlandaskan pada azas manfaat dan lestari. CI bekerja dan mendukung masyarakat serta Pemda di Raja Ampat dan Kaimana, TNC bekerja di Raja Ampat dan WWF di Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan Abun.

Abraham menambahkan, “Dengan kawasan konservasi laut yang ada di BHS ini, Provinsi Papua Barat menyumbang kawasan konservasi perairan seluas 3,3 juta hektar, yang berkontribusi pada target Indonesia untuk menetapkan 10 juta hektar pada tahun 2010. Kita juga harus mendukung prakarsa sekretariat bersama BHS, karena secara khusus di tingkat lokal, para pemangku kepentingan memegang peranan penting dalam menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam lautnya.”