<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Go Blue Indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.goblue.or.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.goblue.or.id</link>
	<description>Web site ini dibuat secara gotong royong oleh berbagai pihak untuk membangun trend cinta laut serta menyediakan akses informasi yang mudah untuk bisa terlibat di dalam konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkaitnya, dengan saling berbagi informasi yang bersifat positif, membangun semangat, dan saling menghargai satu sama lain.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Feb 2010 07:27:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bali Tuan Rumah Diskusi Lanjut Lingkungan Global</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/bali-tuan-rumah-diskusi-lanjut-lingkungan-global</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/bali-tuan-rumah-diskusi-lanjut-lingkungan-global#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 07:27:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[global]]></category>
		<category><![CDATA[iklim]]></category>
		<category><![CDATA[internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1536</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan internasional kelompok utama global dan pemangku kepentingan bidang lingkungan, yang akan berlangsung di Bali, 21-22 Februari 2010. Agenda utama pertemuan itu adalah pembuatan dasar pertukaran isu dan konsultasi tentang lingkungan hidup global, demikian pengumuman dari Program Lingkungan PBB. Pertemuan internasional dengan 1.200 anggota delegasi dari berbagai negara dan 100 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan internasional kelompok utama global dan pemangku kepentingan bidang lingkungan, yang akan berlangsung di Bali, 21-22 Februari 2010. Agenda utama pertemuan itu adalah pembuatan dasar pertukaran isu dan konsultasi tentang lingkungan hidup global, demikian pengumuman dari Program Lingkungan PBB. Pertemuan internasional dengan 1.200 anggota delegasi dari berbagai negara dan 100 menteri lingkungan hidup akan disusul dengan Sesi Khusus Ke-11 Dewan Pemerintahan PBB/Forum Menteri Lingkungan Hidup Global pada 24-26 Februari nanti.<span id="more-1536"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diharapkan membuka forum lingkungan global yang akan diselenggarakan di Balai Sidang Internasional Bali di Nusa Dua, Bali, itu dan memberikan pesan khususnya terkait kontribusi yang diberikan Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Indonesia yang memiliki sekitar 5 juta kilometer persegi laut di dalam wilayah kedaulatannya, akan menawarkan satu pemikiran tentang kesepakatan terkait kelautan yang merupakan tindak lanjut dari Konferensi Kelautan Dunia (WOC) di Manado, Mei 2009.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam proses pendahuluannya, sesuai dengan Aturan Nomor 69 tentang prosedur di tubuh Program Lingkungan PBB (UNEP), organisasi yang diakreditasi badan PBB itu akan menerima dokumen asli untuk dibahas. Selain berbagai organisasi itu, Komite Perwakilan Permanen dalam Program Lingkungan PBB juga akan mendapat dokumen serupa, dilanjutkan forum konsultasi dengan masyarakat madani sehingga Dewan Pemerintahan bisa mendapat masukan dalam diskusi sebelum melangkah pada ranah kebijakan dan isu tematik lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Direktur Eksekutif UNEP Achim Steiner akan membuka forum diskusi utama, dengan topik kunci pada masalah terkait hasil capaian Konferensi Luar Biasa Pihak-pihak dalam Konvensi Basel, Konvensi Rotterdam, dan Konvensi Stockholm.</p>
<p style="text-align: justify;">Tujuan utama pembahasan hal itu guna meningkatkan kerja sama dan koordinasi di antara negara di dalam konvensi-konvensi itu. Selain itu, juga akan dibuka diskusi tentang lingkungan dalam sistem multilateral, pemerintahan lingkungan internasional dan pembangunan berkelanjutan. Diskusi dengan topik khusus masih dilanjutkan dengan sejumlah pembicaraan tentang ekonomika hijau, keragaman hayati dan ekosistem.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, Institut Internasional Bagi Lingkungan dan Pembangunan (IIED) menyatakan, berbagai pertanyaan yang tidak terjawab mengancam kepercayaan terhadap pemerintahan di dunia terkait pendanaan yang program-program pengurangan dampak perubahan iklim global yang telah dicapai dalam Kesepakatan Kopenhagen.</p>
<p>Dalam Kesekapatan Kopenhagen, negara-negara maju diwajibkan untuk menyediakan 30 miliar dolar AS sejak 2010 hingga 2013, dan dana sebanyak 100 miliar dolar AS setahun sejak 2020. Seluruh skema pembiayaan itu ditujukan bagi negara-negara berkembang yang berpotensi mengurangi dampak negatif perubahan iklim global.</p>
<p>&#8220;Bagaimanapun, masih jauh dari jelas untuk mengetahui asal-muasal pendanaan itu, apakah itu sesuatu yang benar-benar baru dan bersifat tambahan, pula bagaimana pengalokasiannnya dan penundaannya bisa terjadi,&#8221; kata peneliti senior IIED, Saleemul Huq.</p>
<p>Huq dan kelompok peneliti senior di IIED telah mengeluarkan satu telaah tentang hal itu, yang dirangkum dalam enam pertanyaan besar. Tim peneliti itu terdiri dari Direktur Stusi Lingkungan Universitas Brown di Amerika Serikat, Timmons Roberts, peneliti senior di Pusat Studi Komparatif dan Internasional Universitas Zurich, Martin Stadelmann.</p>
<p>&#8220;Berbagai kritik bisa diajukan, bahwa kebanyakan janji di Kopenhagen itu merupakan `bantuan daur ulang`,&#8221; kata Roberts.</p>
<p>Menurut dia, sudah banyak sekali kesepakatan yang diciptakan namun tidak terwujud sebagaimana mestinya, dan kita tidak lagi bisa berada pada keadaan itu jika berurusan dengan perubahan iklim global.</p>
<p>&#8220;Untuk bisa menanggulangi resiko kegagalan itu, mutlak diperlukan lebih banyak diskusi yang lebih luas tentang bagaimana pendanaan itu diatur, dimonitor, dan dijejaki,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Disadur dari AntaraNews.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/bali-tuan-rumah-diskusi-lanjut-lingkungan-global/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Kaji Payung Hukum Target Emisi Nasional</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/pemerintah-kaji-payung-hukum-target-emisi-nasional</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/pemerintah-kaji-payung-hukum-target-emisi-nasional#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 10:11:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[emisi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[gas rumah kaca]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1530</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah sedang mengkaji payung hukum untuk pelaksanaan program kerja target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 26 persen pada 2020. Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Rachmat Witoelar  menyatakan bentuk payung hukum sedang dikaji oleh ahli-ahli hukum di Sekretariat Negara dan Sekretaris Kabinet. Payung hukum memiliki banyak kemungkinan antara lain Keppres (keputusan presiden), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/website.JPG"><img class="alignleft size-medium wp-image-1531" title="terumbu karang,salah satu ekosistem yang paling terpengaruh pemanasan global" src="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/website-300x222.jpg" alt="terumbu karang,salah satu ekosistem yang paling terpengaruh pemanasan global" width="242" height="179" /></a>Pemerintah sedang mengkaji payung hukum untuk pelaksanaan program kerja target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 26 persen pada 2020. Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Rachmat Witoelar  menyatakan bentuk payung hukum sedang dikaji oleh ahli-ahli hukum di Sekretariat Negara dan Sekretaris Kabinet. Payung hukum memiliki banyak kemungkinan antara lain Keppres (keputusan presiden), inpres (instruksi presiden) atau perpres (peraturan presiden).<span id="more-1530"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ia menyebutkan bahwa payung hukum oleh eksekutif telah dijanjikan dan akan ditetapkan oleh presiden. Sebelumnya, Deputi MenLH Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan KLH Masnellyarti Hilman dalam jumpa pers di kantor KLH, Jakarta, pertengahan Januari 2010 menyatakan  bahwa payung hukum implementasi program 26 persen  diperlukan sebagai dasar pelaksanaan program yang dilakukan berbagai instansi pemerintah dengan ujung tombak KLH.</p>
<p style="text-align: justify;">Disebutkan bahwa KLH bekerjasama dengan berbagai sektor yang dikoordinasikan oleh Menko Perekonomian untuk menyepakati beberapa sektor yang perlu menurunkan emisi gas rumah kaca. Bappenas kemudian akan menindaklanjuti hasil koordinasi program penurunan emisi nasional tersebut dan meramu menjadi berbagai kegiatan dalam bentuk rencana aksi nasional dalam menghadapi perubahan iklim.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam rencana aksi itu, ada enam sektor penurunan emisi gas rumah kaca, yaitu energi, transportasi, industri proses, pertanian, kehutanan, pengolahan limbah, dan emisi lahan gambut.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Masnellyarti, dari rencana aksi tersebut kehutanan menjadi target utama dengan penurunan emisi gas rumah kaca menjadi 392 mega ton ekuivalen per tahun, dan penurunan emisi lahan gambut menjadi 48 mega ton ekuivalen per tahun, kemudian pengolahan limbah menjadi 48 mega ton ekuivalen per tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Sektor energi menyusul dengan menjadi 30 mega ton ekuivalen per tahun, sektor transportasi menjadi 8 mega ton per tahun, pertanian menjadi 8 mega ton per tahun dan industri proses menjadi 1 mega ton ekuivalen per tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Disadur dari Media Indonesia, Januari 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/pemerintah-kaji-payung-hukum-target-emisi-nasional/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersih Sampah Angke</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/bersih-sampah-angke</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/bersih-sampah-angke#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 03:12:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Angke]]></category>
		<category><![CDATA[Bersih Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[februari]]></category>
		<category><![CDATA[Mangrove]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1511</guid>
		<description><![CDATA[Saatnya beraksi buat lingkungan di bulan Februari. Bergabung segera dengan teman-teman lainnya di acara BERSIH SAMPAH ANGKE.  Catat, 7 Februari 2010, mulai pukul 08.00-12.00 waktu indonesia sebelah barat,lokasi Suaka Margasatwa Muara Angke. Untuk lebih jelasnya hubungi : Yulia 0813 143 6870 atau Hendra 0815 7988 053.
SELAMATKAN HUTAN MANGROVE TERKAHIR JAKARTA
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/bersih-sampah-angke-7-feb.JPG"><img class="alignleft size-full wp-image-1512" title="bersih sampah angke 7 feb" src="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/bersih-sampah-angke-7-feb.JPG" alt="bersih sampah angke 7 feb" width="177" height="242" /></a><strong>Saatnya beraksi</strong> buat lingkungan di bulan Februari. Bergabung segera dengan teman-teman lainnya di acara BERSIH SAMPAH ANGKE.  Catat, 7 Februari 2010, mulai pukul 08.00-12.00 waktu indonesia sebelah barat,lokasi Suaka Margasatwa Muara Angke. Untuk lebih jelasnya hubungi : Yulia 0813 143 6870 atau Hendra 0815 7988 053.</p>
<h3>SELAMATKAN HUTAN MANGROVE TERKAHIR JAKARTA</h3>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/bersih-sampah-angke/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Geo Eco Tourism Park Untuk Lumpur Sidoarjo</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/geo-eco-tourism-park-untuk-lumpur-sidoarjo</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/geo-eco-tourism-park-untuk-lumpur-sidoarjo#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 03:11:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Geo Eco Tourism Park]]></category>
		<category><![CDATA[kelautan]]></category>
		<category><![CDATA[lumpur sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Mangrove]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1501</guid>
		<description><![CDATA[
Rencana pemrintah untuk mengembangkan potensi dari semburan lumpur di Porong, Sidoarjo tampaknya serius.  &#8216;Geo Eco Tourism Park&#8217;, konsep yang akan dikembangkan di lokasi semburan yang sudah berusia 4 tahun ini. Bahkan akan untuk tahap awal pemerintah menganggarkan 15 miliar dari APBN 2011 untuk mulai mewujudkannya.
&#8220;Karakternya hampir sama dengan laut,&#8221; kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/lapindo_kantorpertamina_tenggelam.jpg"><img class="size-medium wp-image-1502  alignleft" title="detik.com:salah satu sudut aktifitas lumpur" src="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/lapindo_kantorpertamina_tenggelam-300x199.jpg" alt="photo:detik.com" width="183" height="121" /></a></p>
<p>Rencana pemrintah untuk mengembangkan potensi dari semburan lumpur di Porong, Sidoarjo tampaknya serius.  <em>&#8216;Geo Eco Tourism Park&#8217;</em>, konsep yang akan dikembangkan di lokasi semburan yang sudah berusia 4 tahun ini. Bahkan akan untuk tahap awal pemerintah menganggarkan 15 miliar dari APBN 2011 untuk mulai mewujudkannya.<span id="more-1501"></span></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Karakternya hampir sama dengan laut,&#8221; kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menjelaskan karakter lumpur di lokasi tersebut. Oleh karena itu akan dimulai program penanaman mangrove dan restocking biota.</p>
<p style="text-align: justify;">Menteri kelautan meminta kepada Gubernur Jatim, untuk menyiapkan 1 juta bibit mangrove untuk ditanam di pulau lumpur. Dia juga meminta ikan dan udang dilepas di kawasan itu dengan harapan biota laut disana bisa hidup kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saat ini kan baru konsep yang nantinya akan kita masukkan anggaran 2011 dan yang pertama adalah desain tahap awal dana yang dianggarkan Rp 15 miliar,&#8221; kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad kepada wartawan usai melakukan dialog dengan nelayan di Desa Telocor, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Sabtu (30/1/2010).</p>
<p style="text-align: justify;">Terkait konsep Geo Eco Tourism Park tersebut, pemerintah merencanakan akan membangun pulau buatan. Rencananya pulau buatan itu luasnya 83 hektar dan dibangun di muara Sungai Porong.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain rencana tersebut, menteri juga menandaskan komitemennya untuk mengangkat masyarakat pesisir dari keterpurukan kesejateraan. &#8220;Saya juga akan membantu pemda untuk melakukan pembangunan pemukiman, desa mana yang kurang di daerah pesisir,&#8221; tandasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Rencana ini cukup membangkitkan harapan Jawa Timur, karena selama hampir 4 tahun luapan lumpur menyembur di wilayah Porong, Sidoarjo, Jatim mengalami kerugian setiap tahunnya Rp 11 triliun. Selama 3 tahun 8 bulan ini jumlahnya mencapai angka Rp 33 triliun.</p>
<p style="text-align: justify;">Disadur dari detik.com Janurari 2009</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/geo-eco-tourism-park-untuk-lumpur-sidoarjo/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stingray!Kok berbahaya?</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/stingraykok-berbahaya</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/stingraykok-berbahaya#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 12:11:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenai Terumbu Karang]]></category>
		<category><![CDATA[berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[pari]]></category>
		<category><![CDATA[racun]]></category>
		<category><![CDATA[stingray]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1499</guid>
		<description><![CDATA[Pari. Salah satu jenis binatang laut yang sering sekali kita jumpai, terutama saat menyelam baik di perairan dangkal maupun menengah. Pari dimaksudkan di sini ialah yang biasa di sebut Stingray. Oleh sebagian besar ahli ikan pari dianggap hewan yang jinak, hanya menyerang untuk membela diri. Lalu, berbahayakah ikan pari?    
Kurang lebih ada sekitar 18 kejadian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pari. Salah satu jenis binatang laut yang sering sekali kita jumpai, terutama saat menyelam baik di perairan dangkal maupun menengah. Pari dimaksudkan di sini ialah yang biasa di sebut Stingray. Oleh sebagian besar ahli ikan pari dianggap hewan yang jinak, hanya menyerang untuk membela diri. Lalu, berbahayakah ikan pari?    <span id="more-1499"></span></p>
<p>Kurang lebih ada sekitar 18 kejadian fatal akibat kesalahpahaman dengan salah satu penghuni laut ini. Salah satunya “Pemburu buaya” terkenal di dunia Steve Irwin, yang dikenal dan dicari untuk menangani beberapa hewan paling berbahaya yang pernah ada, meninggal pada 4 September 2006 silam dalam sebuah kecelakaan mengejutkan yaitu tikaman ikan pari. Enam minggu kemudian seekor ikan pari melompat kedalam perahu nelayan di Florida dan menikam dada James Bertakis (81 tahun).</p>
<p>Umumnya, sebagian besar cedera yang disebabkan oleh ikan pari terjadi pada pergelangan kaki dan kaki bagian bawah, yaitu ketika seseorang tidak sengaja menginjak ikan pari yang terkubur dalam pasir sehingga ikan pari yang ketakutan bereaksi mengangkat ekornya (tentunya dengan <a href="http://static.howstuffworks.com/gif/stingray-2.jpg">duri/spine</a>) yang berbahaya. Pemerintah mengatakan insiden yang terjadi di Florida benar-benar aneh. Pada tahap awal penyelidikan kecelakaan Steve Irwin, beberapa ahli telah membuat hipotesis bahwa posisi gabungan Irwin (di atas ikan) dan kameraman (di depan ikan) membuat ikan pari merasa terjebak dan memicu serangan defensif. Serangan ikan pari tanpa alasan tidak pernah terdengar sebelumnya.</p>
<p>Kematian akibat serangan ikan pari sangat jarang ditemukan, racun ikan pari sangat menyakitkan namun biasanya tidak mematikan kecuali tikaman terjadi pada daerah dada ataupun perut. Dalam kasus Irwin tikaman tepat pada bagian jantung. James Bertakis juga ditikam pada bagian dada dan kemungkinan besar mengenai jantung, namun dia tidak berusaha mencabut duri tersebut, dan membuktikan itulah alasan mengapa ia selamat dari serangan</p>
<p>Kantor berita telah melaporkan bahwa Irwin bertemu dengan Australian bull ray (nama jenis ikan pari), yang diperkirakan beratnya sekitar 220 pon (100 kg). Irwin bersnorkeling di kedalaman sekitar 6 kaki (2 meter), untuk membuat film dokumenter dengan judul &#8220;Ocean&#8217;s Deadliest&#8221; di lepas pantai Australia. Irwin berenang dengan salah satu spesies ikan pari terbesar,  Australian bull ray dapat tumbuh hingga 4 kaki (1,2 meter) dan lebar 8 kaki (2,4 meter) tetapi semua ikan pari menggunakan mekanisme serangan yang sama tanpa memandang ukuran. Mekanisme ini disebut sengatan/STING, duri sengat Australian bull ray  mencapai panjang 8 inci (20 cm), duri ini terletak dekat pangkal ekor. Sengat berupa duri bergerigi yang ujungnya menghadap bagian tubuh ikan (menghadap ke depan). Terdapat kelenjar racun pada bagian pangkal duri dan sebuah membrane seperti sarung yang menutupi semua bagian sengat.</p>
<p>Ketika ikan pari menyerang, ia tidak harus berhadapan dengan korban karena yang dilakukan hanya mengayunkan ekornya yang panjang ke atas melewati tubuhnya dan mengenai apapun yang ada dihadapannya. Ikan pari tidak memiliki kontrol terhadap serangannya. Pada sebagian besar kasus ketika sengat masuk kedalah tubuh seseorang, tekanan dapat menyebabkan robeknya membran racun yang membungkusnya. Ketika pelindung ini robek racun akan mengalir ke dalam luka.</p>
<p>Racun ikan ikan pari tidak berakibat fatal namun sangat menyakitkan. Racun ini tersusun dari enzim 5-nucleotidase phosphodiesterase  dan serotonin. Serotonin menyebabkan luka parah pada otot polos, komponen inilah yang mengakibatkan racun ikan pari sangat menyakitkan. Enzimnya mengakibatkan kematian pada sel dan jaringan. Jika racun masuk ke daerah pergelangan kaki, akan dapat diatasi. Pemberian panas akan merusak racun ini dan membatasi jumlah kerusakan yang disebabkan oleh racun. Jika tidak tertangani dengan segera dan benar memungkinkan dilakukannya amputasi, namun jika racun masuk pada rongga dada atau perut, mengakibatkan kematian jaringan dan akan berakibat fatal karena organ utama terletak pada daerah ini. Jika duri masuk ke dalam jantung seperti yang dilaporkan dalam kecelakaan Steve Irwin, akibatnya akan sangat fatal.</p>
<p>Walaupun racun ikan pari dapat mengakibatkan bahaya yang serius. Bagian yang paling merusak dari mekanisme serangan ikan pari terletak pada tikaman durinya. Bagian ujung duri yang tajam akan masuk dengan mudah dalam jaringan namun saat duri dikeluarkan bagian bergerigi dari sengat ini akan melukai dan merusak jaringan lebih besar. Bahkan walaupun sengat ini tidak beracun, mencabut sengat dari dada atau pereut seseorang dapat merobek jaringan cukup besar.</p>
<p>http://animals.howstuffworks.com/fish/stingray.htm</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/stingraykok-berbahaya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7,5 Juta Ton, Target Konsumsi Ikan Indonesia 2010</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/75-juta-ton-target-konsumsi-ikan-indonesia-2010</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/75-juta-ton-target-konsumsi-ikan-indonesia-2010#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 02:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kelautan]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsi ikan]]></category>
		<category><![CDATA[perikanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1496</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah menargetkan konsumsi ikan di Indonesia pada 2010 mencapai hingga 7,5 juta ton. Demikian diungkapkan Direktur Usaha dan Investasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KemenKP), Victor PH Nikijuluw, di Jakarta, Kamis (14/11).
Dengan target konsumsi 30,47 kilogram (kg) per kapita per tahun tersebut   Kementerian Kelautan dan Perikanan mengharapkan besaran penyerapan ikan di dalam negeri bisa mencapai 7,5 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pemerintah menargetkan konsumsi ikan di Indonesia pada 2010 mencapai hingga 7,5 juta ton. Demikian diungkapkan Direktur Usaha dan Investasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KemenKP), Victor PH Nikijuluw, di Jakarta, Kamis (14/11).<span id="more-1496"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan target konsumsi 30,47 kilogram (kg) per kapita per tahun tersebut   Kementerian Kelautan dan Perikanan mengharapkan besaran penyerapan ikan di dalam negeri bisa mencapai 7,5 juta ton.</p>
<p>Cukup aneh memang untuk Indonesia, yang terkenal dengan potensi perikanan yang sangat besar. Konsumsi ikan rakyat Indonesia baru 23 kg per kapita per tahun. Bandingkan dengan penduduk Malaysia, Thailand, dan Singapura yang konsumsi ikannya sudah melebihi 40 kg per kapita per tahun, atau Amerika Serikat yang sekitar 80 kg. Apalagi dengan Jepang dan Korea Selatan yang mencapai hingga 140 kg per kapita per tahun. Sebagai patokan, standar dari FAO adalah 30kg/tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Victor menyebutkan bahwa di Pulau Jawa khususnya, perlu ada upaya pemasaran produk perikanan mengingat konsumsinya yang masih dianggap rendah. Hanya mencapai 16 kilogram per kapita per tahun.</p>
<p>Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad sendiri mengatakan telah menyiapkan sebuah tim khusus yang akan bertugas menciptakan pasar perikanan di dalam negeri. &#8220;Caranya dengan membuat masyarakat mau makan ikan. Ide-ide sedang kita siapkan, termasuk memikirkan harga yang terjangkau,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Kementerian juga menyatakan bahwa gerakan gemar makan ikan secara nasional akan mulai dilakukan secara besar-besaran pada kuartal kedua 2010. &#8220;Termasuk mencoba membuat anak-anak sekolah gemar makan ikan dengan menyiapkan lagu atau jingle gemar makan ikan,&#8221; tambah Fadel.</p>
<p>Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan kenaikan rata-rata konsumsi ikan di tanah air dalam lima tahun ke depan (2010-2014) mencapai 6,29 persen. Jika di tahun 2010 ditargetkan konsumsi ikan mencapai 30,47 kg per kapita per tahun, di 2011 mencapai 31,64 kg per kapita per tahun. Untuk 2012 target konsumsi ikan mencapai 32,39 kg per kapita per tahun, sedangkan 2013 mencapai 33,17 kg per kapita per tahun. Pada 2014 diharapkan konsumsi ikan di tanah air telah mencapai 38,67 persen. (Ant/OL-06)</p>
<p>sumber : disadur dari http://www.mediaindonesia.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/75-juta-ton-target-konsumsi-ikan-indonesia-2010/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melacak Sirip Hiu dari Sup Hingga Samudra</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/melacak-sirip-hiu-dari-sup-hingga-samudra</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/melacak-sirip-hiu-dari-sup-hingga-samudra#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 03:22:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sirip Hiu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1494</guid>
		<description><![CDATA[Tiap tahun jutaan sirip hiu diperdagangkan di pasar-pasar di China untuk memenuhi permintaan akan sup sirip hiu, yang dianggap sebagai salah satu kenikmatan kuliner. Tapi sejauh ini belum pernah diketahui hiu dari daerah mana dan jenis apa yang terancam akibat perdagangan ini. Berkat dilakukannya riset DNA, para peneliti mampu melacak asal sirip hiu yang dijual [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tiap tahun jutaan sirip hiu diperdagangkan di pasar-pasar di China untuk memenuhi permintaan akan sup sirip hiu, yang dianggap sebagai salah satu kenikmatan kuliner. Tapi sejauh ini belum pernah diketahui hiu dari daerah mana dan jenis apa yang terancam akibat perdagangan ini. Berkat dilakukannya riset DNA, para peneliti mampu melacak asal sirip hiu yang dijual di pasaran Hong Kong sampai ke tempat hiu-hiu itu hidup. Ilmuwan menemukan bahwa sebagian dari sirip hiu itu diambil dari jenis hiu martil yang hidup berkilo-kilometer jauhnya dari Hong Kong dan populasinya tergolong terancam.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1494"></span>Penemuan ini menekankan pentingnya melindungi hiu-hiu dari perdagangan internasional. Pasalnya, sekitar 73 juta hiu dibunuh tiap tahun demi masakan yang disebut lezat ini, dimana 1 sampai 3 juta hiu yang dibunuh adalah hiu martil. Menurut Ellen Pikitch, profesor ilmu kelautan dari Universitas Stony Brook, New York, hiu-hiu martil diincar karena ukuran siripnya yang besar, dan 1 kg sirip bisa dijual seharga 120 dollar AS.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Perdagangan sirip hiu telah terjadi bertahun-tahun secara gelap,&#8221; kata Demian Chapman, peneliti dari Institut Ilmu Pelestarian Laut, Universitas Stony Brook. &#8220;Hasil kerja kami menunjukkan bahwa perdagangan sirip hiu martil berasal dari seluruh penjuru dunia, maka itu penanganannya juga harus dilacak dan dikelola secara global.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Chapman dan para mitranya memakai teknik yang disebut &#8216;identifikasi stok genetika&#8217; (GSI) untuk meneliti contoh DNA dari 62 sirip hiu martil yang didapatkan dari pasaran di Hong Kong. Dengan melihat urutan DNA mitokondrial dari tiap sirip &#8211; yaitu bagian kode genetika yang diturunkan dari induk dan bisa dilacak untuk menentukan daerah kelahiran hiu &#8211; para peneliti bisa mencocokkan 57 dari 62 sirip tersebut pada suatu lokasi di Samudra Indo-Pasifik.</p>
<p style="text-align: justify;">Tim peneliti juga menganalisa urutan mitokondrial dari 177 hiu martil yang telah dipotong siripnya di Samudra Atlantis bagian barat dan membuktikan bahwa spesies itu berasal dari tiga kelompok menurut asalnya, yaitu: dari utara (Atlantik dan Teluk Mexico), tengah (Belize dan Panama), selatan (Brazil). Hasil pelacakan menunjukkan 21 persen sirip hiu di Hong Kong berasal dari Atlantik bagian barat. Hiu martil yang telah diambil siripnya di area ini sejak 2006 sudah termasuk kelompok terancam menurut Serikat Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN). Bahkan spesies daerah pesisir ini sepertinya telah hilang dari bagian barat Samudra Atlantik Utara dan Teluk Mexico.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;DNA dari hiu martil memiliki tanda DNA populasi yang kuat, sehingga kita bisa melacak asal-usul geografis sebagian besar sirip yang dijual di pasaran,&#8221; kata Mahmood Shivji, direktur dari Institut Riset Guy Harvey, di Florida yang telah menerbitkan karya tulis mengenai topik ini. &#8220;Dari sudut pandang yang lebih luar, pengujian sirip lewat forensik DNA bisa menjadi alat untuk menentukan area perlindungan dan untuk memastikan hiu tidak punah di area tertentu akibat diburu secara berlebihan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Perlindungan hiu martil akan dipertimbangkan pada Konvensi mengenai Perdagangan Internasional Spesies yang Terancam (CITES), Maret 2010, di Qatar.</p>
<p style="text-align: justify;">Amerika telah mengusulkan bagi CITES untuk mendaftar hiu martil dan lima spesies hiu lainnya pada Lampiran II, yang akan mencanangkan perizinan dan pengawasan untuk seluruh perdagangan spesies ini di seluruh perbatasan internasional. Dengan mengetahui spesies dan asal-usul dari sirip yang diperdagangkan maka pengelolaan dan usaha perlindungan bisa dialokasikan dengan efektif. Temuan ini diterbitkan lewat internet, Selasa (1/12), dalam jurnal &#8220;Endangered Species Research&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: http://sains.kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/melacak-sirip-hiu-dari-sup-hingga-samudra/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nelayan Manado Protes Pengaplingan Laut</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/nelayan-manado-protes-pengaplingan-laut</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/nelayan-manado-protes-pengaplingan-laut#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 02:04:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengaplingan Laut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1492</guid>
		<description><![CDATA[Lebih dari 300 nelayan tradisional di Manado memprotes pengaplingan laut oleh sejumlah pengusaha di Kawasan Boulevard, Kota Manado, Sulawesi Utara. Selain itu, mereka juga memprotes keras rencana reklamasi oleh sejumlah pengusaha di kawasan Pantai Malalayang hingga ke Kalasey. Protes disampaikan di tengah- tengah peringatan Hari Nusantara Nasional, Sabtu (12/12). Acara tersebut, selain diwarnai protes, juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Lebih dari 300 nelayan tradisional di Manado memprotes pengaplingan laut oleh sejumlah pengusaha di Kawasan Boulevard, Kota Manado, Sulawesi Utara. Selain itu, mereka juga memprotes keras rencana reklamasi oleh sejumlah pengusaha di kawasan Pantai Malalayang hingga ke Kalasey. Protes disampaikan di tengah- tengah peringatan Hari Nusantara Nasional, Sabtu (12/12). Acara tersebut, selain diwarnai protes, juga diisi dengan berbagai lomba perahu nelayan tradisional di Pantai Karangria.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1492"></span>Dalam protesnya, nelayan yang turun ke jalan meminta pemerintah kota memerhatikan hak hidup mereka. ”Jangan hanya pengusaha dan pemerintah yang untung dalam proses reklamasi, kami juga berhak hidup sesuai profesi kami,” ujar Hitler Johanis, tokoh nelayan di Manado, dalam orasinya di panggung terbuka.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengurus Asosiasi Nelayan Tradisional (Antra) Manado, Dr Rignolda Djamaluddin dan Vecky Caroles, mengatakan, kehidupan nelayan tradisional termarjinalkan oleh tindakan pemerintah yang melakukan reklamasi untuk pembangunan jalan serta pertokoan tanpa memerhatikan kehidupan nelayan.</p>
<p style="text-align: justify;">Antra mencatat, lebih dari 2.000 keluarga nelayan di Manado telah kehilangan pencaharian dalam satu dekade belakangan ini. ”Yang memprihatinkan, pantai dan laut di kawasan Boulevard dikapling-kapling oleh pengusaha mal,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kasus yang sangat kasatmata, ujar Rignolda, pembangunan di kawasan Mega Mas seluas 10 hektar yang menutup akses masyarakat ke pantai.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam konteks itu, sejumlah nelayan mengaku dilarang pihak Mega Mas melewati garis laut hingga 100 meter yang sejajar dengan kawasan pertokoan. Namun, pemilik Mega Mas, Benny Tungka, menampik tuduhan tersebut. Menurut dia, pihaknya tetap membebaskan masyarakat pergi ke pantai tanpa membayar. ”Warga boleh datang dan duduk menikmati pantai dan laut setiap saat,” kata Benny Tungka.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: http://regional. kompas.com/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/nelayan-manado-protes-pengaplingan-laut/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belasan Ribu Nelayan Laut Timor Tak Bisa Melaut</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/belasan-ribu-nelayan-laut-timor-tak-bisa-melaut</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/belasan-ribu-nelayan-laut-timor-tak-bisa-melaut#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 06:54:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencemaran laut]]></category>
		<category><![CDATA[tumpahan minyak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1486</guid>
		<description><![CDATA[Pelaku perikanan tradisional Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam mata pencahariannya akibat tumpahan ladang minyak di perairan Australia yang pencemarannya sudah memasuki perairan Indonesia. Sejumlah aktivis lingkungan mendesak pemerintah Australia segera menghentikan dan bertanggung jawab atas pencemaran tersebut.
Menurut Lita Mamonto, Manajer Kampanye Pesisir Laut Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), pihak Australia melalui Australia Maritime Safety Authority (AMSA) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pelaku perikanan tradisional Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam mata pencahariannya akibat tumpahan ladang minyak di perairan Australia yang pencemarannya sudah memasuki perairan Indonesia. Sejumlah aktivis lingkungan mendesak pemerintah Australia segera menghentikan dan bertanggung jawab atas pencemaran tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Lita Mamonto, Manajer Kampanye Pesisir Laut Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), pihak Australia melalui Australia Maritime Safety Authority (AMSA) telah mengakui secara resmi bahwa tumpahan minyak dari The Montara Well Head Platform telah memasuki wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) sekitar 51 mil laut tenggara Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao. “Diperkirakan sekitar 500.000 liter per hari minyak mentah yang keluar,” kata Lita.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1486"></span>Kawasan tersebut tercemar pada tanggal 21 Agustus 2009. Ledakan dari Ladang Montara di Blok West Atlas, Laut Timor, perairan Australia posisi 12041’S/124032’ T mengakibatkan tumpahan minyak. Pencemaran kali ini cukup besar dan dampaknya hingga ke kawasan pantai selatan Pulau Rote dan Pulau Timor bagian selatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Masyarakat mengalami sakit akibat makan ikan tercemar dan nelayan tradisional kian sulit untuk melaut di perairan Laut Timor. “Penghasilan laut nelayan menurun hingga 60 persen, masyarakat sekitar banyak yang sakit di bagian pencernaan akibat mengonsumsi hasil laut yang tercemar tersebut,” tambah Lita.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebocoran minyak yang mencemari Laut Timor tersebut kian mencemaskan. Sejauh ini, upaya pencegahan yang dilakukan pihak Australia adalah menyemprotkan dispersant, yang berdampak menyembunyikan genangan minyak ke dasar laut. “Ini tidak menyelesaikan masalah, justru memindahkan masalah, di dasar laut malah akan merusak karang,” kata Mida Saragih, Knowledge Management KIARA.</p>
<p style="text-align: justify;">Ironisnya lagi, menurut Mida, hingga saat ini belum ada penanganan serius baik oleh Pemerintah Indonesia, Pemerintah Australia, dan PTTEP Australasia. Tim nasional yang dibentuk untuk meneliti kasus ini pun belum juga melaporkan hasil penelitiannya. ”Bahkan laporan resmi bahwa tumpahan minyak itu benar telah mencemari lautan Indonesia pun belum dilaporkan,” tutup Mida. N cit/N-1</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: http://www.koran- jakarta.com/ berita-detail. php?id=39655</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/belasan-ribu-nelayan-laut-timor-tak-bisa-melaut/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Global Warming Memperpanjang Derita Nelayan dan Masyarakat Pesisir</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/global-warming-memperpanjang-derita-nelayan-dan-masyarakat-pesisir</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/global-warming-memperpanjang-derita-nelayan-dan-masyarakat-pesisir#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 02:29:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Global Warming]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan iklim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1483</guid>
		<description><![CDATA[Penduduk pesisir dan nelayan terdampak langsung perubahan iklim. Beberapa contoh nyata adalah: pasang tinggi, abrasi kian cepat, musim tak terprediksi, serta panen ikan merosot. Nelayan Krui, Lampung Barat, punya kisah. Nelayan generasi sekarang tak bisa menebak musim. Dulu nenek moyang mereka paham betul isyarat langit, posisi bintang. Hanya dengan membaca posisi bintang selatan (berbentuk ikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Penduduk pesisir dan nelayan terdampak langsung perubahan iklim. Beberapa contoh nyata adalah: pasang tinggi, abrasi kian cepat, musim tak terprediksi, serta panen ikan merosot. Nelayan Krui, Lampung Barat, punya kisah. Nelayan generasi sekarang tak bisa menebak musim. Dulu nenek moyang mereka paham betul isyarat langit, posisi bintang. Hanya dengan membaca posisi bintang selatan (berbentuk ikan pari), mereka mengetahui awal musim barat dan timur.</p>
<p style="text-align: justify;">”Sekarang tidak,” kata Edy Hamdan (45), nelayan tradisional Krui, pada pertemuan iklim gagasan Civil Society Forum (CSF). Posisi edar bintang memang masih teratur, tetapi waktu datangnya angin barat dan timur tak lagi bisa diprediksi.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1483"></span>”Empat tahun terakhir memang tak terduga,” kata Arif Iwanda, pengepul ikan di Krui. Setidaknya 40 nelayan bermitra dengannya. Sering kali angin berubah dalam hitungan hari. ”Nelayan singgah sebelum tiba di tujuan sudah biasa. Dikarenakan badai yang datang tiba-tiba,” kata Arif. Beberapa tahun lalu Arif bisa mengumpulkan ikan rata-rata 2 ton dalam sehari pada musim melaut, Namun kini hasil tangkapan tidak menentu bahkan jauh dari nilai tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Data Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) tahun 2008 menunjukkan, hari melaut nelayan rata-rata hanya 180 hari atau 6 bulan. Akibatnya, keluarga nelayan pun kian terjerat utang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kisah nelayan di atas sejalan dengan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). ”Kondisi berubah di laut empat tahun terakhir dan itu merata,” kata Edvin Aldrian, Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Edvin, pemanasan global membuat atmosfer kelebihan energi yang bertanggung jawab atas munculnya badai tropis dengan ekor kian panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Arah angin pun berubah cepat. Pemanasan global juga membuat kemarau basah, yang tak bersahabat bagi nelayan serta menyebabkan terbentuknya awan konveksi di atas lautan. Ini menarik massa udara di sekitarnya yang mendatangkan hujan dengan gelombang tinggi.<br />
Pada kondisi normal, kata Edvin, musim kemarau bersifat kering sehingga mendukung aktivitas nelayan. Fakta Krui merupakan kecenderungan nasional. ”Di pantura Jawa sama,” kata Subandono Diposaptono, Kepala Subdirektorat Pengelolaan Pesisir dan Lautan Terpadu pada Departemen Kelautan dan Perikanan, sekaligus anggota tim peneliti untuk perubahan iklim di pesisir nasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Kawasan pesisir merupakan titik pertemuan laut dan seluruh limpahan daratan, menjadikan kawasan ini sangat rentan. Di saat curah hujan tinggi dan kerusakan lingkungan di kawasan hulu terbawa turun, daerah ini akan kebanjiran. Perpaduan kenaikan muka air laut dengan perubahan pola angin mendatangkan gelombang tinggi, yang juga menggenangi kawasan pesisir dalam waktu lama (rob).</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: http://www.kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/global-warming-memperpanjang-derita-nelayan-dan-masyarakat-pesisir/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Limbah Rumah Tangga Berbahaya Bagi Manusia dan Lingkungan Laut</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/limbah-rumah-tangga-berbahaya-bagi-manusia-dan-lingkungan-laut</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/limbah-rumah-tangga-berbahaya-bagi-manusia-dan-lingkungan-laut#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 11:56:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[pencemaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pencemaran laut]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1413</guid>
		<description><![CDATA[Aktivitas sehari-hari yang kita lakukan seperti mandi, mencuci dan berbagai aktifitas lain yang kita anggap sepele namun menghasilkan sisa buangan ternyata dapat membahayakan bagi manusia dan lingkungan khususnya lingkungan laut. Dari sekian banyak aktifitas manusia ternyata yang paling berbahaya adalah limbah rumah tangga. Walaupun kita tidak hidup di wilayah pesisir dan banyak limbah industri yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Aktivitas sehari-hari yang kita lakukan seperti mandi, mencuci dan berbagai aktifitas lain yang kita anggap sepele namun menghasilkan sisa buangan ternyata dapat membahayakan bagi manusia dan lingkungan khususnya lingkungan laut. Dari sekian banyak aktifitas manusia ternyata yang paling berbahaya adalah limbah rumah tangga. Walaupun kita tidak hidup di wilayah pesisir dan banyak limbah industri yang tidak diolah juga dapat membahayakan perairan laut tapi melihat banyaknya penduduk Indonesia dengan limbah rumahtangga yang tidak diolah serta dihasilkan setiap hari. Dapat dikatakan kerusakan karena limbah rumah tangga lebih besar daripada limbah industri.</p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-1413"></span>Limbah rumah tangga yang dirasa sangat berbahaya bagi lingkungan antara lain limbah bahan kimia baik dari MCK, emisi gas CO2 maupun aktifitas lain dan sampah plastik. Limbah plastik merupakan salah satu musuh besar yang banyak diperangi oleh berbagai pihak yang peduli terhadap lingkungan. Secara umum ada tiga jenis input utama limbah rumah tangga ke laut yaitu: langsung pembuangan limbah ke laut, air hujan dan polutan yang dilepaskan dari atmosfer.</p>
<p style="text-align: justify">Berikut adalah dampak negatif dari limbah rumah tangga yang masuk ke dalam lingkungan laut:</p>
<ol style="text-align: justify">
<li><em>Eutrofikasi</em>, penyebab terbesar adalah sungai yang bermuara di laut, limbah yang terbawa salah satunya adalah  bahan kimia yang digunakan sebagai pupuk dalam      pertanian maupun limbah dari peternakan dan manusia.  Salah satu yang paling sering ditemukan adalah      detergen. Eutrofikasi adalah perairan menjadi terlalu subur sehingga terjadi ledakan jumlah alga dan fitoplankton yang saling berebut mendapat cahaya untuk fotosintesis. Karena terlalu banyak maka alga dan fitoplankton di bagian bawah akan mengalami kematian secara massal,  serta terjadi kompetisi dalam mengkonsumsi O2 karena terlalu banyak organisme pada tempat tersebut. Sisa respirasi menghasilkan banyak CO2 sehingga kondisi perairan menjadi anoxic dan menyebabkan kematian massal pada hewan-hewan di perairan tersebut.</li>
<li>Peningkatan emisi CO2 akibat dari banyaknya kendaraan,      penggunaan listrik berlebihan serta buangan industri akan memberi efek      peningkatan kadar keasaman laut. Peningkatan CO2 tentu akan berakibat      buruk bagi manusia terkait dengan kesehatan pernafasan. Salah      satu fungsi laut adalah sebagai penyerap dan penetral CO2 terbesar di      bumi. Saat CO2 di atmosfir meningkat maka laut juga akan menyerap lebih banyak CO2 yang mengakibatkan meningkatnya derajat keasaman laut. Hal ini mempengaruhi kemampuan karang dan      hewan bercangkang lainnya untuk membentuk cangkang. Jika hal ini      berlangsung secara terus menerus maka hewan-hewan tersebut akan punah      dalam jangka waktu dekat.</li>
<li>Plastik, yang menjadi masalah terbesar dan paling      berbahaya. Banyak hewan yang hidup pada atau di laut mengkonsumsi plastik      karena kesalahan,karena tak jarang plastik yang terdapat di laut akan tampak seperti makanan bagi hewan laut. Plastik tidak dapat dicerna dan akan terus berada pada organ pencernaan hewan      ini,  sehingga menyumbat saluran pencernaan  dan menyebabkan kematian melalui      kelaparan atau infeksi. Plastik terakumulasi karena mereka tidak mudah terurai, mereka akan <em>photodegrade</em> (terurai oleh cahaya matahari) pada paparan sinar matahari, tetapi  hanya dapat terpjadi dalam kondisi kering. Sedangkan dalam air plastik hanya akan  terpecah menjadi potongan-potongan yang lebih kecil, namun tetap polimer, bahkan sampai ke tingkat molekuler. Ketika partikel-partikel plastik mengambang hingga seukuran zooplankton dan dikonsumsi oleh hewan lain yang lebih besar, dengan cara inilah plastik masuk ke dalam  rantai makanan. Banyak dari potongan plastik ini berakhir di perut burung-burung laut dan hewan laut lain termasuk penyu. Bahan beracun yang digunakan dalam pembuatan bahan plastik dapat terurai dan masuk ke lingkungan ketika terkena air. Racun ini bersifat <em>hidrofobik</em> (berikatan dengan air) dan menyebar di permukaan laut. Dengan demikian plastik jauh lebih mematikan di laut daripada di darat. Kontaminan <em>hidrofobik</em> juga dapat terakumulasi pada jaringan lemak, sehingga racun plastik diketahui mengganggu sistem endokrin ketika dikonsumsi, serta dapat menekan sistem kekebalan tubuh atau menurunkan tingkat reproduksi.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify">Upaya-upaya mudah yang dapat dilakukan untuk mengurangi pengaruh limbah rumah tangga bagi lingkungan antara lain: menggunakan produk-produk ramah lingkungan dan mengurangi sampah plastik dengan 3 R/3 M Reduce, Reuse, Recycle (Mengurangi, Menggunakan kembali, Mendaur ulang)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/limbah-rumah-tangga-berbahaya-bagi-manusia-dan-lingkungan-laut/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Over 89million rupiah raised at Bali Kids for Padang Kids Charity Benefit Evening</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/over-89million-rupiah-raised-at-bali-kids-for-padang-kids-charity-benefit-evening</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/over-89million-rupiah-raised-at-bali-kids-for-padang-kids-charity-benefit-evening#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 13:08:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Fund Rising]]></category>
		<category><![CDATA[Karyaku untuk Sahabat2]]></category>
		<category><![CDATA[Padang Earthquake]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1474</guid>
		<description><![CDATA[SEMINYAK – BALI, INDONESIA, November 26, 2009:  Supporters of the Padang Earthquake school building recovery effort, turned up to Gado Gado Restaurant, Seminyak, Bali, on Thursday, November 26th, 2009, to bid on aquarelle paintings crafted by Balinese schoolchildren aged five to eight, entitled “Karyaku Untuk Sahabat2” – or My Creation for Friends, specifically made [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Dewi/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /><a href="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/image002.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1475" style="margin: 5px;" title="Karyaku Untuk Sehabat2" src="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/image002.jpg" alt="Karyaku Untuk Sehabat2" width="106" height="159" /></a><strong>SEMINYAK – BALI, INDONESIA</strong>, November 26, 2009:  Supporters of the Padang Earthquake school building recovery effort, turned up to Gado Gado Restaurant, Seminyak, Bali, on Thursday, November 26th, 2009, to bid on aquarelle paintings crafted by Balinese schoolchildren aged five to eight, entitled “Karyaku Untuk Sahabat2” – or My Creation for Friends, specifically made to benefit elementary school kids victimized by the devastating Padang, Sumatra earthquake. The theme of the paintings was Indonesian Reefs. A website featuring the paintings, was set up by Reefcheck Foundation Indonesia, where online bidding commenced prior to the event.</p>
<p style="text-align: justify;">At the Charity Benefit evening, over 100 guests enjoyed a four course meal by Chef Quibb, whilst bidding on the colorful paintings between the four courses. The sixteen A3 sized paintings were auctioned by Jack Daniels of Bali Discovery Tours, who assisted in raising over 55million rupiah for the paintings alone.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1474"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/image0041.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1477" style="margin: 5px;" title="Karyaku untuk Sahabat2" src="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/image0041.jpg" alt="Karyaku untuk Sahabat2" width="165" height="110" /></a>Other funds were raised through the auction of luxury hotel, dinner, cruise and spa packages, kindly donated by Sofitel Seminyak, The Four Seasons Resorts, and Anantara Bali, Additional door prizes included Bali Hai Cruises ,dance lessons from Jive Studio, eye wear by Oakley, shopping voucher packages by Surfer Girl, and a personally autographed canvas print of recording artist Oppie Andaresta, which fetched the highest bid in the auction, at 12 million rupiah. Children’s clothing was donated by Flowers for Zoe.</p>
<p style="text-align: justify;">Entertainment at the dinner included the traditional Sumatran Tari Piring dance, by the Natrabu Padang Bali Community, songs by teenage international performers from the Bali Soda School of Dramatic Arts, a ballet number by young dancers from The Dance Company, and a Jive &amp; American Swing demonstration by Australian guest dancer Davis Richardson, with Dance Co. instructor, Tasha Allanya. Master of Ceremony was surf legend Tipi Jabrik.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/image006.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1478" style="margin: 5px;" title="image006" src="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/image006.jpg" alt="image006" width="132" height="199" /></a>The headline act of the evening, was a concert by Padang native Oppie Andaresta, and musical friends Rio Sidik (Saharadja) on trumpet, Barok on Sitar, Adjat on percussion, and guest guitarist Richie. Oppie performed five songs, amongst others, her latest Top 10 hit on the Indonesian charts, Single and Happy, a rendition of Waiting in Vain, and a song written for her son Kai Bejo, entitled Ocean and Sun (Kai Matahari).</p>
<p style="text-align: justify;">At the end of the evening, over 89million rupiah was raised, which will be channeled through the Sanari Foundation, to support the educational recovery of elementary school children; fix damaged school infrastructures, and provide educational material. Each guest ticket purchased a schoolkit for the Padang students, within which were a backpack, schoolbooks, pencils, pens and other tools.</p>
<p style="text-align: justify;">The event was wholly supported by Alpatra Productions, The Yak Magazine, Gado Gado Restaurant, Coca-Cola for Bali Program, and sponsored by Pro Motion Events and Reefcheck Foundation Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/over-89million-rupiah-raised-at-bali-kids-for-padang-kids-charity-benefit-evening/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pigmy Killer Whale Terdampar (kembali) di Bali</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/pigmy-killer-whale-terdampar-kembali-di-bali</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/pigmy-killer-whale-terdampar-kembali-di-bali#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 12:36:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[pigmy killer whale]]></category>
		<category><![CDATA[terdampar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1463</guid>
		<description><![CDATA[Empat ekor paus pembunuh kerdil (pigmy killer whale) terdampar di Pantai Nyanyi Tanah Lot jam 6 pagi dini hari.  Tiga dari paus tersebut berhasil kembali ke laut setelah dibimbing oleh para penjaga pantai (lifeguard) Tanah Lot:  I Made Arinata dan I Wayan Suwendra, dengan dibantu nelayan setempat Wayan Suniarta. Mereka berenang menerjang ombak untuk memastikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Empat ekor paus pembunuh kerdil (<em>pigmy killer whale</em>) terdampar di Pantai Nyanyi Tanah Lot jam 6 pagi dini hari.  Tiga dari paus tersebut berhasil kembali ke laut setelah dibimbing oleh para penjaga pantai (<em>lifeguard</em>) Tanah Lot:  I Made Arinata dan I Wayan Suwendra, dengan dibantu nelayan setempat Wayan Suniarta. Mereka berenang menerjang ombak untuk memastikan para paus menemukan jalannya kembali ke lautan mulai dari pagi sampai jam tengah hari.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1468" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/pigmy-091.jpg"><img class="size-medium wp-image-1468" title="pigmy 09" src="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/pigmy-091-300x152.jpg" alt="Pahlawan Paus" width="300" height="152" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Pahlawan Paus</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Satu dari paus tersebut terlalu lelah untuk berenang, sehingga kembali terdampar.  Kemudian perahu nelayan, dibawah pengarahan ketua kelompok nelayan setempat Nyoman Judera,  dikerahkan untuk membantu paus tersebut. Namun karena kondisinya yang kurang baik, paus itu terdampar kembali.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1463"></span></p>
<p style="text-align: justify;">“Sudah bolak-balik kita menarik paus tersebut, namun selalu saja kembali ke pantai,” ujar Nyoman Noka, salah satu nelayan yang terlibat.</p>
<p style="text-align: justify;">Paus tersebut kemudian dibiarkan beristirahat sejenak.  Kelembaban kulitnya terus dijaga oleh tim lifeguard Tanah Lot dengan dibantu oleh tim Turtle Guard FKH Udayana, dan sukarelawan lainnya, seperti Wayan Suniarta dari Mengwi dan turis Pascal Drapeau dari Kanada.  Mereka juga menjaga paus tersebut untuk tidak terlempar-lempar oleh pecahan ombak yang besar.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya senang ikut terlibat untuk kegiatan-kegiatan seperti ini,” Kata Wayan Suniarta.  Wayan lebih lanjut menekankan pentingnya masyarakat luas terinformasikan dengan baik mengenai hal-hal apa yang bisa dan perlu mereka lakukan untuk dapat terlibat dalam pelestarian lingkungan, seperti bagaimana menghadapi paus yang terdampar.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah beristirahat beberapa jam, Paus tersebut kemudian secara gotong royong diangkat ke dalam perahu karet yang disumbangkan oleh Balawista Kuta Badung yang diawaki Wayan Rimoyasa, Nyoman Sujana, dan Wayan Risantara.  Paus dibawa jauh ke tengah laut, sebelum dilepaskan kembali ke laut sekitar pukul 5 sore.</p>
<p style="text-align: justify;">Made Sujana, kepala otoritas tanah Lot mengatakan bahwa tim lifeguard di tanah Lot selalu siap sedia. “Mereka mempunyai kemampuan yang sangat baik untuk menangani penyelamatan-penyelamatan di Laut”</p>
<p style="text-align: justify;">Hal serupa juga diutarakan oleh Made Suparka, koordinator balawista Badung.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun sayangnya kesiapan tim lapangan ini belum didukung oleh suatu sistem cepat tanggap (<em>rapid response</em>)  untuk dapat membantu kerja mereka dengan efisien.</p>
<p style="text-align: justify;">“Seandainya kita tahu harus menghubungi siapa untuk meminta bantuan, kita bisa dengan lebih cepat dan lebih tepat dalam menolong paus-paus ini,” ujar I Made Arinata.</p>
<p style="text-align: justify;">“Selat Bali dan Selat Lombok merupakan salah satu jalur ruaya paus yang penting di Indonesia,” sambung Naneng Setiasih, pimpinan yayasan Reef Check Indonesia yang membantu memberikan informasi teknis penyelamatan di lokasi. “Kejadian ini adalah kejadian mamalia laut terdampar kelima yang tercatat oleh yayasan dalam tiga tahun terakhir. Dengan semakin meningkatnya kasus ini diperlukan upaya serius untuk membangun sistem cepat tanggap serta sistem koordinasi antar instansi dan tim lapangan yang baik”</p>
<p style="text-align: justify;">YRCI mengacungkan jempol untuk kesigapan tim lapangan dalm menghadapi kasus ini, serta bantuan masyarakat setempat yang menyediakan makanan dan minuman secara sukarela.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk sementara waktu, instansi-instansi di bawah ini bisa dihubungi apabila terdapat kasus paus terdampar di Bali:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Balawista Badung, Kuta, nomor telepon: 0361 755660</li>
<li>Yayasan Reef Check Indoneia, telepon: 0361 3071358</li>
<li>TNC, telepon:  0361 287272</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Tips menangani paus yang terdampar</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Pastikan bahwa Paus selalu dalam kondisi basah/lembab.  Tutupi kulitnya dengan handuk/kain basah.  Namun hati-hati, jangan sampai menutupi lubang napasnya di atas kepala</li>
<li>Jangan tarik sirip atau ekornya.</li>
<li>Jaga dari kerumanan orang.  Selain mencegah Paus agar tidak stres, hal ini penting untuk menjaga keselamatan.  Biarpun lemah, Paus mempunyai berat dan tenaga besar yang bisa melukai orang.</li>
<li>Telpon otoritas setempat untuk langkah selanjutny</li>
</ol>
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1464" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px;">
<dt class="wp-caption-dt"></dt>
<dd class="wp-caption-dd"> </dd>
</dl>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/pigmy-killer-whale-terdampar-kembali-di-bali/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konawe Utara Atur Penggunaan Karang Untuk Bangunan</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/konawe-utara-atur-penggunaan-karang-untuk-bangunan</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/konawe-utara-atur-penggunaan-karang-untuk-bangunan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 14:24:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[karang]]></category>
		<category><![CDATA[Konawe Utara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1458</guid>
		<description><![CDATA[Hery Heriansyah Silondae, Penjabat Bupati Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra)  melarang penggunaan batu karang pada pekerjaan semua jenis bangunan baik untuk proyek yang didanai APBD maupun untuk kebutuhan rumah pribadi.
Diberitakan oleh Antara pejabat Bupati menyebutkan bahwa pemanfaatn karang harus dilakukan sesuai aturan. &#8220;Sesuai ketentuan yang berlaku, batu karang sebagai salah satu biota laut tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hery Heriansyah Silondae, Penjabat Bupati Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra)  melarang penggunaan batu karang pada pekerjaan semua jenis bangunan baik untuk proyek yang didanai APBD maupun untuk kebutuhan rumah pribadi.<span id="more-1458"></span></p>
<p>Diberitakan oleh Antara pejabat Bupati menyebutkan bahwa pemanfaatn karang harus dilakukan sesuai aturan. &#8220;Sesuai ketentuan yang berlaku, batu karang sebagai salah satu biota laut tidak boleh dirusak, karena bisa mengancam kelestarian lingkungan laut. Jadi saya tidak mentolerir kalau ada pekerjaan proyek maupun bangunan untuk pondasi rumah yang menggunakan batu karang,&#8221; katanya di Kendari.</p>
<p>Ia mengaku telah menerima laporan dari stafnya di lapangan ada pekerjaan bangunan di daerah itu yang menggunakan batu karang.</p>
<p>Salah seorang warga di Kecamatan Lembo, Kasim mengaku masih menemukan ada warga yang bermukim di kawasan pesisir pantai di salah satu desa masih melakukan kegiatan pengambilan batu karang.</p>
<p>Dari laporan yang masuk, pengambilan batu karang oleh warga setempat bukan untuk diperjualbelikan kepada pihak pengelola proyek setempat tetapi untuk digunakan sebagai penahan ombak (reklamasi pantai) di pinggir halaman rumah mereka.</p>
<p>Ada beberapa desa di kecamatan itu warganya sebagian kecil merupakan masyarakat Suku Bajo yang bermukim di pinggir pantai, sehingga untuk membangun rumah mereka terpaksa harus mengambil batu karang di laut sebagai pondasi rumah mereka.</p>
<p>Bahkan, sebelum wilayah itu dimekarkan menjadi daerah otonomi tahun 2007, aksi pengambilan batu karang di laut cukup marak, namun setelah adanya pelarangan, maka masyarakat di daerah itu sudah tidak ada yang melakukan aktivitas mengambil batu karang.</p>
<p>Para nelayan setempat, terkadang juga menjual batu karang kepada pihak pemesan (pengusaha) dengan harga antara Rp40.000 hingga Rp50.000/m3.</p>
<p>Menurutnya, pihaknya tidak lagi mentolerir bagi setiap warga yang masih mengambil batu karang baik untuk bahan keperluan rumah mereka apalagi untuk kepentingan bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: Antara, November 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/konawe-utara-atur-penggunaan-karang-untuk-bangunan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reef Check Baluran 2009 Bersama Unit Selam UGM</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/reef-check-baluran-2009-bersama-unit-selam-ugm</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/reef-check-baluran-2009-bersama-unit-selam-ugm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 05:52:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gaga_Vet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Baluran]]></category>
		<category><![CDATA[Reef Check]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[terumbu karang]]></category>
		<category><![CDATA[Unit Selam UGM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1431</guid>
		<description><![CDATA[6-12 November Unit Selam UGM menggelar acara ReefRecovery, acara pemantauan terumbu karang di Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa timur. Pemantauan terumbu karang ini merupakan acara rutin tahunan yang dilakukan oleh tim peneliti unit selam UGM. 
Sebanyak 16 orang tim peneliti diturunkan dalam penelitian tahun ini. Lokasi penelitian berada di areal perairan Taman Nasional Baluran, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/baluran1.JPG"><img class="alignleft size-full wp-image-1446" title="baluran1" src="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/baluran1.JPG" alt="baluran1" width="406" height="209" /></a>6-12 November Unit Selam UGM menggelar acara ReefRecovery, acara pemantauan terumbu karang di Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa timur. Pemantauan terumbu karang ini merupakan acara rutin tahunan yang dilakukan oleh tim peneliti unit selam UGM. <span id="more-1431"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sebanyak 16 orang tim peneliti diturunkan dalam penelitian tahun ini. Lokasi penelitian berada di areal perairan Taman Nasional Baluran, yaitu Bama, Bilik, Simacan, Kajang, Air karang, dan Lempuyang. Pemantauan ini menggunakan metode survei yang telah distandarisasi secara  internasional, yaitu dengan metode Reef Check. Survei substrat dilakukan menggunakan transek garis sepanjang 100 meter yang diletakkan di kedalaman tertentu dan dibagi ke dalam 4 segmen pada 2 kedalaman yaitu 3 dan 10 meter. Selain survei substrat juga  dilakukan survei untuk ikan dan invertebrata.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/ugm-2.JPG"><img class="alignleft size-full wp-image-1447" title="ugm 2" src="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/ugm-2.JPG" alt="ugm 2" width="243" height="364" /></a>Jenis ikan, invertebrata, dan susbtrat yang diteliti/dipantau adalah jenis yang mengindikasikan kondisi kesehatan terumbu dan tekanan pada terumbu.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain melakukan pengecekan karang, unit selam UGM juga melakukan <em>beach clean up </em>dan pemasangan <em>mooring buoy</em>. Pemasangan dua <em>buoy</em> di wilayah perairan Bama ialah hal yang baru pertama kali dilakukan. <em></em>Pemasangan <em>buoy </em>dimaksudkan untuk menekan kerusakan karang akibat penggunaan jangkar penambat kapal-kapal. <em>Mooring buoy</em> yang dipasang di Bama dapat menahan 4-6 gross ton kapal nelayan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Terumbu karang ialah sumber kehidupan di lautan, dan beberapa jenis hanya tumbuh 1 cm per tahun karena itu pemantauan kondisi terumbu karang amatlah penting” ujar Adit, mahasiwa perikanan UGM sekaligus ketua tim peneliti acara ReefRecovery tahun ini. Sebagai sumber bahan pangan dan rumah bagi ikan serta invertebrata dalam laut, kelestarian terumbu karang memang amat penting untuk diperhatikan. Pemantauan kondisi terumbu karang dapat digunakan untuk menentukan arah pengelolaan yang lebih baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil dari penelitian di taman Nasional Baluran pada tahun ini, akan digabungkan dengan hasil penelitian tahun-tahun sebelumnya dan berikutnya. Nantinya  dapat diketahui perkembangan kondisi terumbu karang dari tahun ke tahun. Perlu diketahui pengambilan data di taman nasional baluran dilakukan setiap tahun dan telah berlangsung selama 8 kali. Data-data penelitian yang diambil diharapkan dapat menjadi acuan bagi Taman Nasional Baluran untuk menjaga kelestarian terumbu karang, apalagi Taman Nasional Baluran mempunyai wacana untuk dijadikan daerah ekowisata.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa daerah yang cukup bagus untuk dijadikan dive point yang menarik seperti di Simacan. Di kedalaman 3 meter banyak tutupan karang mulai dari karang keras sampai karang lunak. Tutupan karang yang rapat ini memberikan keindahan tersendiri bagi penyelam. Di kedalaman 10 meter terdapat <em>wall</em> yang dihuni bermacam-macam biota yang menarik untuk dilihat.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih tetap disayangkan bahwasannya acara ini masih belum bisa dibuka untuk umum karena keterbatasan alat dan kendala lainnya, tapi adanya pihak FishDics Unibraw dan kunjungan dari DPL Pemda Situbondo memotivasi agar Reef Check Baluran kedepan dapat dibuka untuk umum. Semakin banyak yang terlibat, semakin luas semangat dan kepedulian terhadap terumbu karang disebarkan. Save our reef.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/reef-check-baluran-2009-bersama-unit-selam-ugm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A Bali Kids For Padang Kids Fundraising Event</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/a-bali-kids-for-padang-kids-fundraising-event</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/a-bali-kids-for-padang-kids-fundraising-event#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 05:10:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[fundraising]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[karyaku untuk sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[lelang lukisan]]></category>
		<category><![CDATA[november]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1435</guid>
		<description><![CDATA[Ayo berpartisipasi dalam acara seni dan musik spesial untuk mendukung program Karyaku Untuk Sahabat 2. Setelah tahun 2007  untuk SD yang terkena dampak gempa di Yogjakarta, tahun 2009 ini KaryaKu Untuk Sahabat kembali lagi. Jilid kedua ini merupakan ungkapan nyata kepedulian anak-anak di Bali terhadap sahabat mereka yang menjadi korban gempa di Padang.
Kali ini sebanyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/final-depan-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1436" title="invitation" src="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/final-depan-1.jpg" alt="invitation" width="300" height="525" /></a>Ayo berpartisipasi dalam acara seni dan musik spesial untuk mendukung program <em>Karyaku Untuk Sahabat 2.</em> <em></em>Setelah tahun 2007  untuk SD yang terkena dampak gempa di Yogjakarta, tahun 2009 ini <em>KaryaKu Untuk<em> Sahabat</em></em> kembali lagi. Jilid kedua ini merupakan ungkapan nyata kepedulian anak-anak di Bali terhadap sahabat mereka yang menjadi korban gempa di Padang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kali ini sebanyak 45 lukisan hasil karya anak-anak di Bali akan di jual dan dilelang untuk membantu teman-teman mereka di Padang agar bisa bersekolah kembali. 25 Lukisan akan dijual dengan kisaran harga Rp 250.000-700.000,00. Silahkan kunjungi di <a href="http://mycleanreef.org">www.mycleanreef.org.</a> Sebanyak 16 lukisan lainnya dilelang yang akan berlangsung pada :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Hari/Tanggal : Jum&#8217;at, 26 November 2009</li>
<li>Lokasi               : Gado-Gado Resturant, Jl Camplung Tanduk (Dhyana Pura) #99 Seminyak</li>
<li>Kontribusi      : Untuk 4 course dinner sebesar Rp 400.000,- sedangkan untuk tiket masuk Rp 50.000,00</li>
<li>Tiket box      : Reef Check Indonesia, Gado-Gado Restaurant, Anantara Resort Seminyak, Sofitel  Hotels Seminyak, Four Seasons Resort  Jimbaran</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/4.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1439" title="mau runtuh" src="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/4.jpg" alt="mau runtuh" width="300" height="225" /></a>Semua keuntungan tiket, lelang dan penjualan lukisan akan digunakan untuk pembangunan kembali bangunan sekolah dasar  serta peralatan-peralatan belajar mengajar di Padang.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara ini akan didukung dengan  live music dari Oppie Andaresta, Saharadja, Bali Soda(School of Dramatic Arts) Student. Juga tari dari Salsa dan Jive oleh The Dance Company. Dimeriahkan pula dengan tarian etnik oleh Komunitas Padang di Bali. Sejumlah door prize juga  tersedia.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1438" title="sekolahku " src="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/3.jpg" alt="sekolahku " width="300" height="224" /></a>Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Reef Check Indonesia, Coca Cola for Bali Program, Promotion Events yang didukung oleh Rotary Seminyak, Anantara Resort Seminyak, The Sofitel, Four Season Resorts Bali,  the Yak, Alpatra Production.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk informasi lebih lanjut, tikedan RSVP Booking hubungi Lely 08113850987 atau email lely@reefcheck.or.id</p>
<p style="text-align: justify;">Kunjungi juga www.mycleanreef.org untuk melihat koleksi lukisan yang dijual dan dilelang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/a-bali-kids-for-padang-kids-fundraising-event/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reef Check Karimunjawa 2009 Diluncurkan.</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/reef-check-karimunjawa-2009-diluncurkan</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/reef-check-karimunjawa-2009-diluncurkan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 15:12:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[diponegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Karimunjawa]]></category>
		<category><![CDATA[Marine Diving Club]]></category>
		<category><![CDATA[pemantauan]]></category>
		<category><![CDATA[Reef Check]]></category>
		<category><![CDATA[terumbu karang]]></category>
		<category><![CDATA[undip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1422</guid>
		<description><![CDATA[


peserta Reef Check Karimunjawa 2009


13 November 2009, tepatnya di PKM Tembalang Semarang Marine Diving Club mengadakan peluncuran event tahunan Reef Check Karimunjawa. Tahun 2009 ini merupakan Reef Check ke-11 yang diorganisir oleh klub selam mahasiswa  di Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro ini sejak pertama kali tahun 1999. Reef Check Karimunjawa 2009 mengangkat tema &#8221; Persembahanmu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1423" class="wp-caption alignleft" style="width: 298px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/karimunjawa.JPG"><img class="size-full wp-image-1423" title="peserta Reef Check Karimunjawa 2009" src="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/karimunjawa.JPG" alt="peserta Reef Check Karimunjawa 2009" width="288" height="214" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">peserta Reef Check Karimunjawa 2009</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">13 November 2009, tepatnya di PKM Tembalang Semarang Marine Diving Club mengadakan peluncuran event tahunan Reef Check Karimunjawa. Tahun 2009 ini merupakan Reef Check ke-11 yang diorganisir oleh klub selam mahasiswa  di Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro ini sejak pertama kali tahun 1999. Reef Check Karimunjawa 2009 mengangkat tema &#8221; Persembahanmu untuk Terumbu Karang dan Karimunjawa&#8221;.<span id="more-1422"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Reef Check Karimunjawa sendiri merupakan suatu aktifitas nyata yang memadukan kegiatan pemantauan ilmiah dengan kampanye kepedulian terhadap terumbu karang. Kegiatan ini setiap tahunnya melibatkan puluhan penyelam dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, peneliti, penyelam hobi hingga masyarakat umum.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Reef Check Karimunjawa bertujuan untuk  memantau kondisi terumbu karang di Karimunjawa. Kegiatan ini menghasilkan data seri kondisi terumbu karang. Reef Check sendiri merupakan metode pemantauan terumbu karang, yang kemudian dikembangkan menjadi jaringan global penyelam yang secara sukarela turun ke lapangan memantau di berbagai lokasi terumbu karang dunia. Di Indonesia, para reefcheckers tergabung dalam komunitas yang disebut Jaringan Kerja Reef Check Indonesia (JKRI).</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan reef check Karimunjawa 2009 yang dilaksanakan oleh Marine Diving Club (MDC) kali ini melibatkan relawan-relawan dari beberapa daerah yaitu Kalimantan Timur, Bali, Bandung, Jakarta dan Semarang. Peserta sebagian besar berasal dari latar belakang klub selam mahasiswa seperti FINDC-Universitas wulawarman, Maranata Diving Club-Bandung, Oseanik-FPIK UNPAD. Adapula peserta berasal dari wartawan  media cetak dan elektronik seperti Harian JogloSemar, Harian Kompas, Suara Merdeka, Jogdja TV dan The Jakarta Post. Selain itu, tidak ketinggalan  penyelam rekreasi/hobi dari masyarkat umum dan mahasiswa non klub selam. Total tim Reef Check Karimunjawa 2009 sebanyak 31 orang penyelam. Tim ini akan menyelami keindahan laut Karimunjawa mulai 15-18 November 2009.</p>
<p style="text-align: justify;">Peluncuran Reef Check Karimunjawa 2009 yang bertempat di PKM Tembalang dilakukan oleh Ir. Irwani Mphil selaku Ketua Jurusan Ilmu Kelautan Undip. Juga dihadiri Dr. Munasik Msc, salah satu ahli terumbu karang dan sekaligus Pembina MDC.  &#8220;Saya sangat senang sekali MDC dapat melaksanakan Reef Check di Karimunjawa untuk kesekian kalinya, ini merupakan suatu aksi untuk penyadartahuan kepada masyarakat khususnya penyelam tentang pentingya menjaga kelestarian terumbu karang&#8221; tegas Bpk Munasik dalam sambutannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Galdi Arianto yang merupakan Ketua Marine Diving Club juga menyatakan kebanggaannya bahwa klub ini bisa secara konsisten terlibat dalam aksi nyata dalam memastikan terumbu karang dan manfaatnya bisa terus ada. &#8221; Kami melakukan apa yang kami bisa lakukan,&#8221; kata Galdi. Kegiatan kemudian dibuka secara resmioleh Ir. Irwani MPhil yang secara simbolis dengan penerimaan plakat dan penyematan baju Reef Check Karimunjawa 2009 kepada ketua pelaksana Arif Suryo Aji.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara kemudian dilanjutkan dengan dengan training kelas, untuk membekali peserta dengan gambaran ekosistem terumbu karang dan permasalahannya, metode Reef Check dan aplikasi di lapangan. Peserta kemudian diberangkatkan ke Jepara untuk kemudian esoknya berangkat ke Karimunjawa  melalui dermaga Kartini Jepara.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/reef-check-karimunjawa-2009-diluncurkan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sneak Photo Contest MyCleanReef</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/sneak-photo-contest-mycleanreef</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/sneak-photo-contest-mycleanreef#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 20:05:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Foto]]></category>
		<category><![CDATA[myclanreef]]></category>
		<category><![CDATA[pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1425</guid>
		<description><![CDATA[Mycleanreef Sneak Photo Contest!!
Suka fotografi? pernah memergoki orang yang buang sampah sembarangan? jengkel melihat hal itu? klo iya, segera siapkan kameramu untuk mengabadikan &#8220;aksi kejahatan&#8221; mereka. Rp 1 Juta*  dari Mycleanreef menantimu dalam Sneak Photo Contest!
Apa sih mycleanreef sneak Photo contest itu?
Mycleanreef sneak photo contest adalah lomba foto dengan tema &#8220;Mengintip kelakuan manusia dan sampah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Mycleanreef Sneak Photo Contest!!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Suka fotografi? pernah memergoki orang yang buang sampah sembarangan? jengkel melihat hal itu? klo iya, segera siapkan kameramu untuk mengabadikan &#8220;aksi kejahatan&#8221; mereka. Rp 1 Juta*  dari Mycleanreef menantimu dalam <em>Sneak Photo Contest!</em><span id="more-1425"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Apa sih mycleanreef sneak Photo contest itu?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mycleanreef sneak photo contest adalah lomba foto dengan tema <strong>&#8220;Mengintip kelakuan manusia dan sampah di kawasan pesisir”</strong>. Melalui lomba ini, mari kita menggelitik kepedulian masyarakat umum terhadap kebersihan khususnya di kawasan pesisir dengan cara &#8220;menampilkan&#8221; kelakuan para oknum yang membuang sampah sembarangan maupun kelakuan terpuji mereka yang membuang sampah pada tempatnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Apa bedanya dengan lomba foto lainnya?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Judulnya saja Mycleanreef Sneak Photo Contest, jadi foto yang diambil harus bersifat <strong>mengintip atau sembunyi-sembunyi</strong> tanpa si objek foto sadar bahwa dirinya sedang difoto. Penilaian dalam lomba ini lebih dititikberatkan pada pesan yang terkandung dalam foto.</p>
<p style="text-align: justify;">Segera ambil kamera dan berburu momen-momen unik saat para oknum membuang sampah sembarangan, karena Rp.1.000.000. (Satu Juta Rupiah)* akan tersedia bagi satu orang pemenang terpilih!</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan lupa untuk mengikuti ketentuan dan persyaratan lomba yang tercantum di bawah ini:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Lomba ini terbuka untuk umum, semua kalangan dari      berbagai latar belakang dan usia dipersilahkan untuk berpartisipasi</li>
<li>Foto harus hasil karya sendiri (orisinil) belum      pernah dipublikasikan di media apapun termasuk internet, serta belum      pernah diikutsertakan dalam lomba apapun Foto harus sesuai dengan tema      yang sudah ditetapkan</li>
<li>Foto tidak      boleh mengandung unsur SARA</li>
<li>Foto      menggunakan kamera digital atau pun handphone berkamera</li>
<li>Setiap      foto yang dikirim, harus menyertakan keterangan; Nama dan identitas      pengirim Judul foto, tanggal dan lokasi pengambilan foto.</li>
<li>Foto      dikirimkan dengan format JPEG ke <a rel="nofollow" href="mailto:info@mycleanreef.org" target="_blank">info@mycleanreef. org</a></li>
<li>Setiap Peserta      boleh mengirimkan hasil karya sebanyak-banyaknya selambat lambatnya <strong>Minggu, 20 Desember 2009</strong></li>
<li>Karya yang      dikirim, menjadi hak panitia dan akan digunakan untuk keperluan kampanye      kebersihan</li>
<li>Keputusan dewan juri adalah mutlak      dan tidak dapat diganggu gugat</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">info lebih lanjut kunjungi <a rel="nofollow" href="http://www.mycleanreef.org/" target="_blank">www.mycleanreef. org</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>*)</strong> Pajak hadiah sebesar 5% ditanggung oleh pemenang, dan bagi pemenang terpilih yang tidak memiliki NPWP akan dikenai biaya tambahan sebesar Rp. 10.000</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/sneak-photo-contest-mycleanreef/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencemaran Bagian 2 : Ada Apa Dengan Tumpahan Minyak ?</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/pencemaran-bag-2-ada-apa-dengan-tumpahan-minyak</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/pencemaran-bag-2-ada-apa-dengan-tumpahan-minyak#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 08:21:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[pencemaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pencemaran laut]]></category>
		<category><![CDATA[Polusi]]></category>
		<category><![CDATA[tumpahan minyak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1411</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kasus pencemaran yang biasanya paling ramai adalah pencemaran akibat tumpahan minyak. Kenapa?Dalam salah satu adegan film dokumenter terbaru tentang masalah lingkungan &#8220;The Age of  Stupid&#8221;, seorang gadis Kenya bahkan harus mencuci ikan yang ditangkapnya dari sebuah perairan yang tercemar dengan menggunakan deterjen. Bahkan masih saja hangat ialah kasus pencemaran minyak yang mengancam Laut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Salah satu kasus pencemaran yang biasanya paling ramai adalah pencemaran akibat tumpahan minyak. Kenapa?Dalam salah satu adegan film dokumenter terbaru tentang masalah lingkungan &#8220;The Age of  Stupid&#8221;, seorang gadis Kenya bahkan harus mencuci ikan yang ditangkapnya dari sebuah perairan yang tercemar dengan menggunakan deterjen. Bahkan masih saja hangat ialah kasus pencemaran minyak yang mengancam Laut Timor.</p>
<p style="text-align: justify">Ada apa sebenarnya? Tumpahan minyak dapat memiliki pengaruh yang sangat buruk bagi perairan laut maupun bagi manusia. Limbah tumpahan minyak dapat menghalangi fitoplankton, rumput laut dan alga yang bersimbiosis dengan koloni karang (zooxanthellae) berfotosintesis karena sinar matahari tidak dapat menembus permukaan air yang tertutupi lapisan minyak. Dengan berkurangnya kemampuan fotosintesis maka banyak hewan laut kekurangan oksigen, apabila tumpahan minyak berada dalam jumlah besar maka kondisi perairan laut tersebut akan menjadi anoxic.</p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-1411"></span>Limbah tumpahan minyak juga sangat berbahaya jika masuk ke dalam rantai makanan melalui hewan-hewan laut baik dari saluran pencernaan maupun berdifusi melalu kulit. Apabila hewan-hewan dan organisme lain di laut ini dikonsumsi oleh manusia, racun akan mengendap dalam tubuh dan dalam jangka panjang bias mengakibatkan gangguan reproduksi dan kanker bahkan kematian seketika apabila racun yang terkandung dalam biota laut yang kita makan berada dalan jumlah besar. Bagi organisme laut sendiri tumpahan minyak yang beremulsi dengan massa air akan sangat berbahaya terutama bagi telur, larva, dan perkembangan embrio karena pada tahap ini sangat rentan pada lingkungan tercemar. Selain menjadi racun bagi kehidupan laut, <em>polycyclic aromatic hydrocarbon </em>(PAHs) yang merupakan komponen-komponen dalam minyak mentah, sangat sulit untuk dibersihkan, dan terendap selama bertahun-tahun dalam sedimen dan lingkungan laut.</p>
<p style="text-align: justify">Pertamina ( 2002) sendiri menyebutkan ada beberapa jalan masuk terjadinya pencemaran di laut. Jalan masuk tersebut berasal dari : ladang minyak bawah laut, operasi kapal tanker, d<em>ocking </em>(Perbaikan/Perawatan Kapal), terminal bongkar muat tengah laut, tanki ballast dan tanki bahan bakar, Scrapping kapal (pemotongan badan kapal untuk menjadi besi tua, kecelakaan tanker (kebocoran lambung, kandas, ledakan, kebakaran dan tabrakan), sumber di darat (minyak pelumas bekas, atau cairan yang mengandung hydrocarbon ( perkantoran &amp; industri), tempat pembersihan (dari limbah pembuangan <em>refinery</em> ).</p>
<p style="text-align: justify">Lalu bila terjadi tumpahan minyak apa yang dilakukan? Ada beberapa cara untuk membersihkan limbah ini antara lain adalah:</p>
<ol style="text-align: justify">
<li>Minyak digiring dengan <em>boom</em>, sejenis pagar/jaring mengapung      yang ditahan oleh jangkar, atau diikatkan pada kapal-kapal atau benda-benda      lain di pantai. <em>Boom</em> ini mencegah meluasnya sebagian besar minyak  yang mengambang. Sebuah mesin yang dinamakan “skimmer” kemudian mengangkut minyak dari permukaan air      dan menyedotnya melalui sebuah selang ke dalam tangki penampung limbah.</li>
<li>Minyak      yang masih tersisa di air diserap dengan material-material seperti serbuk gergaji,      gambut, bulu, atau tanah liat. Setelah sebanyak mungkin minyak disendok, diserap,      dan disingkirkan dari permukaan, maka sisanya akan siap untuk dibakar. Membakar      minyak yang tersisa tersebut akan menghasilkan asap beracun, tetapi masih lebih      baik dari pada meninggalkannya di air.</li>
<li>Cara yang lebih ramah lingkungan adalah bioremediasi yaitu      menggunakan organisme mikroskopik yang dapat mengurai minyak menjadi      komponen yang tidak berbahaya. Penambahan mikroba ini tentunya akan      memakan biaya yang jauh lebih besar daripada menggunakan cara pertama.</li>
<li>Belakangan mulai dikembangakan kasa <em>nanowire</em> yang      dapat diletakkan di perairan laut selama 1-2 bulan agar dapat menyerap      limbah tumpahan minyak lebih efektif dan aman bagi lingkungan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify">Berbagai cara penanggulang tersebut tidaklah murah dan pasti menyisakan residu di alam. Cara yang paling baik dilakukan tentu saja melakukan pencegahan terjadinya tumpahan minyak di perairan laut.</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 238px; width: 1px; height: 1px;"><span style="font-family: webdings; font-size: 100%;">P</span><span style="font-family: webdings; font-size: 100%;">ertamina ( 2002), Pencemaran  minyak di laut  berasal dari :  (1) Ladang Minyak Bawah</span><span style="font-family: webdings; font-size: 100%;"> Laut; (2)Operasi Kapal Tanker; (3) Docking (Perbaikan/Perawatan Kapal); (4) Terminal Bongkar Muat Tengah Laut; (5)Tanki Ballast dan Tanki Bahan Bakar; (6)Scrapping Kapal (pemotongan badan k</span><span style="font-family: webdings; font-size: 100%;">apal untuk menjadi besi tua); (7) Kecelakaan Tanker (kebocoran lambung, kandas, ledakan, kebakaran dan tabrakan); (8)Sumber di Darat (minyak pelumas bekas, atau cairan yang mengandung</span><span style="font-family: webdings; font-size: 100%;"> hydrocarbon   ( perkantoran &amp; industri ); (9)Tempat Pembersihan (dari limbah pembuangan Refinery )</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/pencemaran-bag-2-ada-apa-dengan-tumpahan-minyak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Coremap Tingkatkan Kemampuan Teknis Nelayan Ikan Hias</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/coremap-tingkatkan-kemampuan-teknis-nelayan-ikan-hias</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/coremap-tingkatkan-kemampuan-teknis-nelayan-ikan-hias#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 07:58:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Teknis Pengelolaan Ikan Karang Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Ikan Hias]]></category>
		<category><![CDATA[ikan karang]]></category>
		<category><![CDATA[Penangkapan Ikan hias]]></category>
		<category><![CDATA[Penangkapan Ikan Karang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1407</guid>
		<description><![CDATA[Coremap dan DKP memprakarsai pelaksanaan Bimbingan Teknis Pengelolaan Ikan Karang Hidup. Serangkaian kegiatan pelatihan penyelaman sehat, pengenalan dasar karang dan ikan karang, penangkapan ramah lingkungan, perlakuan pasca penangkapan, pengemasan hingga perencanaan bisnis ikan hias yang berlansung pada 5-13 November 2009 kemarin. Peserta pelatihan berasal dari nelayan Pangkep, Buton, Selayar hingga Biak. Kegiatan yang dilaksanakan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Coremap dan DKP memprakarsai pelaksanaan Bimbingan Teknis Pengelolaan Ikan Karang Hidup. Serangkaian kegiatan pelatihan penyelaman sehat, pengenalan dasar karang dan ikan karang, penangkapan ramah lingkungan, perlakuan pasca penangkapan, pengemasan hingga perencanaan bisnis ikan hias yang berlansung pada 5-13 November 2009 kemarin. Peserta pelatihan berasal dari nelayan Pangkep, Buton, Selayar hingga Biak. Kegiatan yang dilaksanakan di Kubu Parisanta dan desa Les dengan Antusias.</p>
<p style="text-align: justify">Kegiatan  ini merupakan kegiatan pelatihan bersama yang pertama kali di Indonesia. “ Selama ini kita hanya berpusat di masing-masing daerah untuk pelatihan serupa ini, namun menurut saya pelatihan bersama ini akan memberi efek yang lebih baik karena para peserta dapat bertukar pengalaman dengan peserta dari daerah lain maupun dengan desa Les sebagai desa contoh yang diharapkan dapat menjadi panutan bagi daerah lain” Tutur ibu Wiranti dari Coremap.<br />
<span id="more-1407"></span>Pelatihan ini diharapkan juga dapat mengurangi citra buruk  nelayan ikan hias yang sering dianggap sebagai perusak ekosistem terumbu karang karena sering menggunakan alat tangkap yang merusak. “Perubahan butuh waktu, selain pelarangan pemakaian sianida kita harus merubah pola pikir nelayan dan membuat mereka (nelayan ikan hias ) kecanduan menggunakan jaring. Karena dengan menggunakan jaring ikan yang ditangkap akan lebih sehat serta bisa mendapat hasil yang lebih banyak” Pak Cipto salah satu pemateri dalam pelatihan ini menjelaskan.</p>
<p style="text-align: justify">“Ternyata jaring ini sangat mudah digunakan dan ikan lebih mudah ditangkap bila kita memakai cara yang benar” komentar salah satu peserta pelatihan dari Pangkep yang mendapatkan ika paling banyak saat pelatihan penangkapan di perairan Desa Les.</p>
<p style="text-align: justify">Pelatihan ini juga membekali peserta dengan metodologi penyelaman sehat. Hal ini mengingat tingginya angka kecelakaan para nelayan yang menyelam menggunakan kompresor. Kurangnya pengetahuan tentang penyelaman diduga merupakan penyebab utama.</p>
<p style="text-align: justify">Sebagai tambhan, dalam pelatihan ini adalah peserta juga diajarkan  pendataan karang dengan metode <em>mantatow.</em> Hasil pendataan nelayan ini diharapkan dapat dikelola oleh DKP masing-masing daerah dan digunakan untuk berbagai kepentingan.</p>
<p style="text-align: justify">Banyaknya nilai positif yang terdapat dalam pelatihan ini, diharapkan peserta dan pelaksana agar  pelatihan ini jdapat terus dikembangkan mencakup lebih banyak daerah-daerah lain, utamanya yang belum mendapat kesempatan dalam pelatihan kali ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/coremap-tingkatkan-kemampuan-teknis-nelayan-ikan-hias/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
