<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Go Blue Indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.goblue.or.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.goblue.or.id</link>
	<description>Web site ini dibuat secara gotong royong oleh berbagai pihak untuk membangun trend cinta laut serta menyediakan akses informasi yang mudah untuk bisa terlibat di dalam konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkaitnya, dengan saling berbagi informasi yang bersifat positif, membangun semangat, dan saling menghargai satu sama lain.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Nov 2009 15:16:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Reef Check Karimunjawa 2009 Diluncurkan.</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/reef-check-karimunjawa-2009-diluncurkan</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/reef-check-karimunjawa-2009-diluncurkan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 15:12:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[diponegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Karimunjawa]]></category>
		<category><![CDATA[Marine Diving Club]]></category>
		<category><![CDATA[pemantauan]]></category>
		<category><![CDATA[Reef Check]]></category>
		<category><![CDATA[terumbu karang]]></category>
		<category><![CDATA[undip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1422</guid>
		<description><![CDATA[


peserta Reef Check Karimunjawa 2009


13 November 2009, tepatnya di PKM Tembalang Semarang Marine Diving Club mengadakan peluncuran event tahunan Reef Check Karimunjawa. Tahun 2009 ini merupakan Reef Check ke-11 yang diorganisir oleh klub selam mahasiswa  di Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro ini sejak pertama kali tahun 1999. Reef Check Karimunjawa 2009 mengangkat tema &#8221; Persembahanmu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1423" class="wp-caption alignleft" style="width: 298px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/karimunjawa.JPG"><img class="size-full wp-image-1423" title="peserta Reef Check Karimunjawa 2009" src="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/karimunjawa.JPG" alt="peserta Reef Check Karimunjawa 2009" width="288" height="214" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">peserta Reef Check Karimunjawa 2009</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">13 November 2009, tepatnya di PKM Tembalang Semarang Marine Diving Club mengadakan peluncuran event tahunan Reef Check Karimunjawa. Tahun 2009 ini merupakan Reef Check ke-11 yang diorganisir oleh klub selam mahasiswa  di Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro ini sejak pertama kali tahun 1999. Reef Check Karimunjawa 2009 mengangkat tema &#8221; Persembahanmu untuk Terumbu Karang dan Karimunjawa&#8221;.<span id="more-1422"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Reef Check Karimunjawa sendiri merupakan suatu aktifitas nyata yang memadukan kegiatan pemantauan ilmiah dengan kampanye kepedulian terhadap terumbu karang. Kegiatan ini setiap tahunnya melibatkan puluhan penyelam dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, peneliti, penyelam hobi hingga masyarakat umum.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Reef Check Karimunjawa bertujuan untuk  memantau kondisi terumbu karang di Karimunjawa. Kegiatan ini menghasilkan data seri kondisi terumbu karang. Reef Check sendiri merupakan metode pemantauan terumbu karang, yang kemudian dikembangkan menjadi jaringan global penyelam yang secara sukarela turun ke lapangan memantau di berbagai lokasi terumbu karang dunia. Di Indonesia, para reefcheckers tergabung dalam komunitas yang disebut Jaringan Kerja Reef Check Indonesia (JKRI).</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan reef check Karimunjawa 2009 yang dilaksanakan oleh Marine Diving Club (MDC) kali ini melibatkan relawan-relawan dari beberapa daerah yaitu Kalimantan Timur, Bali, Bandung, Jakarta dan Semarang. Peserta sebagian besar berasal dari latar belakang klub selam mahasiswa seperti FINDC-Universitas wulawarman, Maranata Diving Club-Bandung, Oseanik-FPIK UNPAD. Adapula peserta berasal dari wartawan  media cetak dan elektronik seperti Harian JogloSemar, Harian Kompas, Suara Merdeka, Jogdja TV dan The Jakarta Post. Selain itu, tidak ketinggalan  penyelam rekreasi/hobi dari masyarkat umum dan mahasiswa non klub selam. Total tim Reef Check Karimunjawa 2009 sebanyak 31 orang penyelam. Tim ini akan menyelami keindahan laut Karimunjawa mulai 15-18 November 2009.</p>
<p style="text-align: justify;">Peluncuran Reef Check Karimunjawa 2009 yang bertempat di PKM Tembalang dilakukan oleh Ir. Irwani Mphil selaku Ketua Jurusan Ilmu Kelautan Undip. Juga dihadiri Dr. Munasik Msc, salah satu ahli terumbu karang dan sekaligus Pembina MDC.  &#8220;Saya sangat senang sekali MDC dapat melaksanakan Reef Check di Karimunjawa untuk kesekian kalinya, ini merupakan suatu aksi untuk penyadartahuan kepada masyarakat khususnya penyelam tentang pentingya menjaga kelestarian terumbu karang&#8221; tegas Bpk Munasik dalam sambutannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Galdi Arianto yang merupakan Ketua Marine Diving Club juga menyatakan kebanggaannya bahwa klub ini bisa secara konsisten terlibat dalam aksi nyata dalam memastikan terumbu karang dan manfaatnya bisa terus ada. &#8221; Kami melakukan apa yang kami bisa lakukan,&#8221; kata Galdi. Kegiatan kemudian dibuka secara resmioleh Ir. Irwani MPhil yang secara simbolis dengan penerimaan plakat dan penyematan baju Reef Check Karimunjawa 2009 kepada ketua pelaksana Arif Suryo Aji.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara kemudian dilanjutkan dengan dengan training kelas, untuk membekali peserta dengan gambaran ekosistem terumbu karang dan permasalahannya, metode Reef Check dan aplikasi di lapangan. Peserta kemudian diberangkatkan ke Jepara untuk kemudian esoknya berangkat ke Karimunjawa  melalui dermaga Kartini Jepara.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/reef-check-karimunjawa-2009-diluncurkan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sneak Photo Contest MyCleanReef</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/sneak-photo-contest-mycleanreef</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/sneak-photo-contest-mycleanreef#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 20:05:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Foto]]></category>
		<category><![CDATA[myclanreef]]></category>
		<category><![CDATA[pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1425</guid>
		<description><![CDATA[Mycleanreef Sneak Photo Contest!!
Suka fotografi? pernah memergoki orang yang buang sampah sembarangan? jengkel melihat hal itu? klo iya, segera siapkan kameramu untuk mengabadikan &#8220;aksi kejahatan&#8221; mereka. Rp 1 Juta*  dari Mycleanreef menantimu dalam Sneak Photo Contest!
Apa sih mycleanreef sneak Photo contest itu?
Mycleanreef sneak photo contest adalah lomba foto dengan tema &#8220;Mengintip kelakuan manusia dan sampah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Mycleanreef Sneak Photo Contest!!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Suka fotografi? pernah memergoki orang yang buang sampah sembarangan? jengkel melihat hal itu? klo iya, segera siapkan kameramu untuk mengabadikan &#8220;aksi kejahatan&#8221; mereka. Rp 1 Juta*  dari Mycleanreef menantimu dalam <em>Sneak Photo Contest!</em><span id="more-1425"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Apa sih mycleanreef sneak Photo contest itu?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mycleanreef sneak photo contest adalah lomba foto dengan tema <strong>&#8220;Mengintip kelakuan manusia dan sampah di kawasan pesisir”</strong>. Melalui lomba ini, mari kita menggelitik kepedulian masyarakat umum terhadap kebersihan khususnya di kawasan pesisir dengan cara &#8220;menampilkan&#8221; kelakuan para oknum yang membuang sampah sembarangan maupun kelakuan terpuji mereka yang membuang sampah pada tempatnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Apa bedanya dengan lomba foto lainnya?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Judulnya saja Mycleanreef Sneak Photo Contest, jadi foto yang diambil harus bersifat <strong>mengintip atau sembunyi-sembunyi</strong> tanpa si objek foto sadar bahwa dirinya sedang difoto. Penilaian dalam lomba ini lebih dititikberatkan pada pesan yang terkandung dalam foto.</p>
<p style="text-align: justify;">Segera ambil kamera dan berburu momen-momen unik saat para oknum membuang sampah sembarangan, karena Rp.1.000.000. (Satu Juta Rupiah)* akan tersedia bagi satu orang pemenang terpilih!</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan lupa untuk mengikuti ketentuan dan persyaratan lomba yang tercantum di bawah ini:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Lomba ini terbuka untuk umum, semua kalangan dari      berbagai latar belakang dan usia dipersilahkan untuk berpartisipasi</li>
<li>Foto harus hasil karya sendiri (orisinil) belum      pernah dipublikasikan di media apapun termasuk internet, serta belum      pernah diikutsertakan dalam lomba apapun Foto harus sesuai dengan tema      yang sudah ditetapkan</li>
<li>Foto tidak      boleh mengandung unsur SARA</li>
<li>Foto      menggunakan kamera digital atau pun handphone berkamera</li>
<li>Setiap      foto yang dikirim, harus menyertakan keterangan; Nama dan identitas      pengirim Judul foto, tanggal dan lokasi pengambilan foto.</li>
<li>Foto      dikirimkan dengan format JPEG ke <a rel="nofollow" href="mailto:info@mycleanreef.org" target="_blank">info@mycleanreef. org</a></li>
<li>Setiap Peserta      boleh mengirimkan hasil karya sebanyak-banyaknya selambat lambatnya <strong>Minggu, 20 Desember 2009</strong></li>
<li>Karya yang      dikirim, menjadi hak panitia dan akan digunakan untuk keperluan kampanye      kebersihan</li>
<li>Keputusan dewan juri adalah mutlak      dan tidak dapat diganggu gugat</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">info lebih lanjut kunjungi <a rel="nofollow" href="http://www.mycleanreef.org/" target="_blank">www.mycleanreef. org</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>*)</strong> Pajak hadiah sebesar 5% ditanggung oleh pemenang, dan bagi pemenang terpilih yang tidak memiliki NPWP akan dikenai biaya tambahan sebesar Rp. 10.000</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/sneak-photo-contest-mycleanreef/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencemaran Bagian 2 : Ada Apa Dengan Tumpahan Minyak ?</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/pencemaran-bag-2-ada-apa-dengan-tumpahan-minyak</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/pencemaran-bag-2-ada-apa-dengan-tumpahan-minyak#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 08:21:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[pencemaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pencemaran laut]]></category>
		<category><![CDATA[Polusi]]></category>
		<category><![CDATA[tumpahan minyak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1411</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kasus pencemaran yang biasanya paling ramai adalah pencemaran akibat tumpahan minyak. Kenapa?Dalam salah satu adegan film dokumenter terbaru tentang masalah lingkungan &#8220;The Age of  Stupid&#8221;, seorang gadis Kenya bahkan harus mencuci ikan yang ditangkapnya dari sebuah perairan yang tercemar dengan menggunakan deterjen. Bahkan masih saja hangat ialah kasus pencemaran minyak yang mengancam Laut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Salah satu kasus pencemaran yang biasanya paling ramai adalah pencemaran akibat tumpahan minyak. Kenapa?Dalam salah satu adegan film dokumenter terbaru tentang masalah lingkungan &#8220;The Age of  Stupid&#8221;, seorang gadis Kenya bahkan harus mencuci ikan yang ditangkapnya dari sebuah perairan yang tercemar dengan menggunakan deterjen. Bahkan masih saja hangat ialah kasus pencemaran minyak yang mengancam Laut Timor.</p>
<p style="text-align: justify">Ada apa sebenarnya? Tumpahan minyak dapat memiliki pengaruh yang sangat buruk bagi perairan laut maupun bagi manusia. Limbah tumpahan minyak dapat menghalangi fitoplankton, rumput laut dan alga yang bersimbiosis dengan koloni karang (zooxanthellae) berfotosintesis karena sinar matahari tidak dapat menembus permukaan air yang tertutupi lapisan minyak. Dengan berkurangnya kemampuan fotosintesis maka banyak hewan laut kekurangan oksigen, apabila tumpahan minyak berada dalam jumlah besar maka kondisi perairan laut tersebut akan menjadi anoxic.</p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-1411"></span>Limbah tumpahan minyak juga sangat berbahaya jika masuk ke dalam rantai makanan melalui hewan-hewan laut baik dari saluran pencernaan maupun berdifusi melalu kulit. Apabila hewan-hewan dan organisme lain di laut ini dikonsumsi oleh manusia, racun akan mengendap dalam tubuh dan dalam jangka panjang bias mengakibatkan gangguan reproduksi dan kanker bahkan kematian seketika apabila racun yang terkandung dalam biota laut yang kita makan berada dalan jumlah besar. Bagi organisme laut sendiri tumpahan minyak yang beremulsi dengan massa air akan sangat berbahaya terutama bagi telur, larva, dan perkembangan embrio karena pada tahap ini sangat rentan pada lingkungan tercemar. Selain menjadi racun bagi kehidupan laut, <em>polycyclic aromatic hydrocarbon </em>(PAHs) yang merupakan komponen-komponen dalam minyak mentah, sangat sulit untuk dibersihkan, dan terendap selama bertahun-tahun dalam sedimen dan lingkungan laut.</p>
<p style="text-align: justify">Pertamina ( 2002) sendiri menyebutkan ada beberapa jalan masuk terjadinya pencemaran di laut. Jalan masuk tersebut berasal dari : ladang minyak bawah laut, operasi kapal tanker, d<em>ocking </em>(Perbaikan/Perawatan Kapal), terminal bongkar muat tengah laut, tanki ballast dan tanki bahan bakar, Scrapping kapal (pemotongan badan kapal untuk menjadi besi tua, kecelakaan tanker (kebocoran lambung, kandas, ledakan, kebakaran dan tabrakan), sumber di darat (minyak pelumas bekas, atau cairan yang mengandung hydrocarbon ( perkantoran &amp; industri), tempat pembersihan (dari limbah pembuangan <em>refinery</em> ).</p>
<p style="text-align: justify">Lalu bila terjadi tumpahan minyak apa yang dilakukan? Ada beberapa cara untuk membersihkan limbah ini antara lain adalah:</p>
<ol style="text-align: justify">
<li>Minyak digiring dengan <em>boom</em>, sejenis pagar/jaring mengapung      yang ditahan oleh jangkar, atau diikatkan pada kapal-kapal atau benda-benda      lain di pantai. <em>Boom</em> ini mencegah meluasnya sebagian besar minyak  yang mengambang. Sebuah mesin yang dinamakan “skimmer” kemudian mengangkut minyak dari permukaan air      dan menyedotnya melalui sebuah selang ke dalam tangki penampung limbah.</li>
<li>Minyak      yang masih tersisa di air diserap dengan material-material seperti serbuk gergaji,      gambut, bulu, atau tanah liat. Setelah sebanyak mungkin minyak disendok, diserap,      dan disingkirkan dari permukaan, maka sisanya akan siap untuk dibakar. Membakar      minyak yang tersisa tersebut akan menghasilkan asap beracun, tetapi masih lebih      baik dari pada meninggalkannya di air.</li>
<li>Cara yang lebih ramah lingkungan adalah bioremediasi yaitu      menggunakan organisme mikroskopik yang dapat mengurai minyak menjadi      komponen yang tidak berbahaya. Penambahan mikroba ini tentunya akan      memakan biaya yang jauh lebih besar daripada menggunakan cara pertama.</li>
<li>Belakangan mulai dikembangakan kasa <em>nanowire</em> yang      dapat diletakkan di perairan laut selama 1-2 bulan agar dapat menyerap      limbah tumpahan minyak lebih efektif dan aman bagi lingkungan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify">Berbagai cara penanggulang tersebut tidaklah murah dan pasti menyisakan residu di alam. Cara yang paling baik dilakukan tentu saja melakukan pencegahan terjadinya tumpahan minyak di perairan laut.</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 238px; width: 1px; height: 1px;"><span style="font-family: webdings; font-size: 100%;">P</span><span style="font-family: webdings; font-size: 100%;">ertamina ( 2002), Pencemaran  minyak di laut  berasal dari :  (1) Ladang Minyak Bawah</span><span style="font-family: webdings; font-size: 100%;"> Laut; (2)Operasi Kapal Tanker; (3) Docking (Perbaikan/Perawatan Kapal); (4) Terminal Bongkar Muat Tengah Laut; (5)Tanki Ballast dan Tanki Bahan Bakar; (6)Scrapping Kapal (pemotongan badan k</span><span style="font-family: webdings; font-size: 100%;">apal untuk menjadi besi tua); (7) Kecelakaan Tanker (kebocoran lambung, kandas, ledakan, kebakaran dan tabrakan); (8)Sumber di Darat (minyak pelumas bekas, atau cairan yang mengandung</span><span style="font-family: webdings; font-size: 100%;"> hydrocarbon   ( perkantoran &amp; industri ); (9)Tempat Pembersihan (dari limbah pembuangan Refinery )</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/pencemaran-bag-2-ada-apa-dengan-tumpahan-minyak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Coremap Tingkatkan Kemampuan Teknis Nelayan Ikan Hias</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/coremap-tingkatkan-kemampuan-teknis-nelayan-ikan-hias</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/coremap-tingkatkan-kemampuan-teknis-nelayan-ikan-hias#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 07:58:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Teknis Pengelolaan Ikan Karang Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Ikan Hias]]></category>
		<category><![CDATA[ikan karang]]></category>
		<category><![CDATA[Penangkapan Ikan hias]]></category>
		<category><![CDATA[Penangkapan Ikan Karang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1407</guid>
		<description><![CDATA[Coremap dan DKP memprakarsai pelaksanaan Bimbingan Teknis Pengelolaan Ikan Karang Hidup. Serangkaian kegiatan pelatihan penyelaman sehat, pengenalan dasar karang dan ikan karang, penangkapan ramah lingkungan, perlakuan pasca penangkapan, pengemasan hingga perencanaan bisnis ikan hias yang berlansung pada 5-13 November 2009 kemarin. Peserta pelatihan berasal dari nelayan Pangkep, Buton, Selayar hingga Biak. Kegiatan yang dilaksanakan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Coremap dan DKP memprakarsai pelaksanaan Bimbingan Teknis Pengelolaan Ikan Karang Hidup. Serangkaian kegiatan pelatihan penyelaman sehat, pengenalan dasar karang dan ikan karang, penangkapan ramah lingkungan, perlakuan pasca penangkapan, pengemasan hingga perencanaan bisnis ikan hias yang berlansung pada 5-13 November 2009 kemarin. Peserta pelatihan berasal dari nelayan Pangkep, Buton, Selayar hingga Biak. Kegiatan yang dilaksanakan di Kubu Parisanta dan desa Les dengan Antusias.</p>
<p style="text-align: justify">Kegiatan  ini merupakan kegiatan pelatihan bersama yang pertama kali di Indonesia. “ Selama ini kita hanya berpusat di masing-masing daerah untuk pelatihan serupa ini, namun menurut saya pelatihan bersama ini akan memberi efek yang lebih baik karena para peserta dapat bertukar pengalaman dengan peserta dari daerah lain maupun dengan desa Les sebagai desa contoh yang diharapkan dapat menjadi panutan bagi daerah lain” Tutur ibu Wiranti dari Coremap.<br />
<span id="more-1407"></span>Pelatihan ini diharapkan juga dapat mengurangi citra buruk  nelayan ikan hias yang sering dianggap sebagai perusak ekosistem terumbu karang karena sering menggunakan alat tangkap yang merusak. “Perubahan butuh waktu, selain pelarangan pemakaian sianida kita harus merubah pola pikir nelayan dan membuat mereka (nelayan ikan hias ) kecanduan menggunakan jaring. Karena dengan menggunakan jaring ikan yang ditangkap akan lebih sehat serta bisa mendapat hasil yang lebih banyak” Pak Cipto salah satu pemateri dalam pelatihan ini menjelaskan.</p>
<p style="text-align: justify">“Ternyata jaring ini sangat mudah digunakan dan ikan lebih mudah ditangkap bila kita memakai cara yang benar” komentar salah satu peserta pelatihan dari Pangkep yang mendapatkan ika paling banyak saat pelatihan penangkapan di perairan Desa Les.</p>
<p style="text-align: justify">Pelatihan ini juga membekali peserta dengan metodologi penyelaman sehat. Hal ini mengingat tingginya angka kecelakaan para nelayan yang menyelam menggunakan kompresor. Kurangnya pengetahuan tentang penyelaman diduga merupakan penyebab utama.</p>
<p style="text-align: justify">Sebagai tambhan, dalam pelatihan ini adalah peserta juga diajarkan  pendataan karang dengan metode <em>mantatow.</em> Hasil pendataan nelayan ini diharapkan dapat dikelola oleh DKP masing-masing daerah dan digunakan untuk berbagai kepentingan.</p>
<p style="text-align: justify">Banyaknya nilai positif yang terdapat dalam pelatihan ini, diharapkan peserta dan pelaksana agar  pelatihan ini jdapat terus dikembangkan mencakup lebih banyak daerah-daerah lain, utamanya yang belum mendapat kesempatan dalam pelatihan kali ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/coremap-tingkatkan-kemampuan-teknis-nelayan-ikan-hias/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Pencemaran Laut (1)</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/mengenal-pencemaran-laut-1</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/mengenal-pencemaran-laut-1#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 05:08:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenai Terumbu Karang]]></category>
		<category><![CDATA[Bahaya pencemaran laut]]></category>
		<category><![CDATA[pencemaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pencemaran laut]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber-sumber pencemaran laut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1409</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan kita sering membaca kejadian pencemaran laut. Berbagai pihak mengeluhkan salah satu ancaman terhadap lingkungan ini. Beberapa menyalahkan industri besar yang kurang peduli, lainnya menyebutkan hanya kesalahan prosedur, lainnya beranggapan semua punya potensi untuk mencemari laut. Berikut lebih jauh dibahas tentang seluk beluk pencemaran laut.
Pencemaran laut didefinisikan sebagai peristiwa masuknya partikel kimia, limbah industri, pertanian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Belakangan kita sering membaca kejadian pencemaran laut. Berbagai pihak mengeluhkan salah satu ancaman terhadap lingkungan ini. Beberapa menyalahkan industri besar yang kurang peduli, lainnya menyebutkan hanya kesalahan prosedur, lainnya beranggapan semua punya potensi untuk mencemari laut. Berikut lebih jauh dibahas tentang seluk beluk pencemaran laut.<span id="more-1409"></span></p>
<p style="text-align: justify">Pencemaran laut didefinisikan sebagai peristiwa masuknya partikel kimia, limbah industri, pertanian dan perumahan, kebisingan, atau penyebaran organisme invasif (asing) ke dalam laut, yang berpotensi memberi efek berbahaya.</p>
<p style="text-align: justify">Dalam sebuah kasus pencemaran, banyak bahan kimia yang berbahaya berbentuk partikel kecil yang kemudian diambil oleh plankton dan binatang dasar, yang sebagian besar adalah pengurai ataupun <em>filter feeder</em>(menyaring air). Dengan cara ini, racun yang terkonsentrasi dalam laut masuk ke dalam rantai makanan, semakin panjang rantai yang terkontaminasi, kemungkinan semakin besar pula kadar racun yang tersimpan. Pada banyak kasus lainnya, banyak dari partikel kimiawi ini bereaksi dengan oksigen, menyebabkan perairan menjadi anoxic.</p>
<p style="text-align: justify">Sebagian besar sumber pencemaran laut berasal dari daratan, baik tertiup angin, terhanyut maupun melalui tumpahan. Berikut beberapa sumber polutan yang masuk ke laut.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Buangan Kapal</strong><br />
Kapal dapat mencemari sungai dan samudera dalam banyak cara. Antara lain melalui tumpahan minyak, air penyaring dan residu bahan bakar. Polusi dari kapal dapat mencemari pelabuhan, sungai dan lautan. Kapal juga membuat polusi suara yang mengganggu kehidupan liar alam, dan air dari <em>balast tank </em>dapat menyebarkan ganggang/alga berbahaya dan spesies asing yang dapat mempengaruhi ekosistem lokal.</p>
<p style="text-align: justify">Salah satu kasus terburuk dari satu spesies invasif menyebabkan kerugian bagi suatu ekosistem, yang tampaknya tidak berbahaya salah satunya adalah ubur-ubur. <em>Mnemiopsis leidyi</em>, suatu spesies ubur-ubur yang tersebar, sehingga sekarang mendiami muara di banyak bagian dunia.</p>
<p style="text-align: justify">Pertama kali ditemukan pada tahun 1982, dan diduga telah dibawa ke Laut Hitam dalam air pemberat kapal. Populasi ubur-ubur melonjak secara eksponensial dan pada tahun 1988, hal tersebut mendatangkan malapetaka atas industri perikanan lokal.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Plastik</strong><br />
Plastik telah menjadi masalah global. Sampah plastik yang dibuang, terapung dan terendap di lautan. 80% (Delapan puluh persen) dari sampah di laut adalah plastik,  sebuah komponen yang telah dengan cepat terakumulasi sejak akhir Perang Dunia II.  Massa plastik di lautan diperkirakan yang menumpuk hingga seratus juta metrik ton.</p>
<p style="text-align: justify">Plastik dan turunan lain dari limbah plastik yang terdapat di laut berbahaya untuk satwa liar dan perikanan. Organisme perairan dapat terancam akibat terbelit, sesak napas, maupun termakan.</p>
<p style="text-align: justify">Jaring ikan yang terbuat dari bahan plastik, kadang dibiarkan atau hilang di laut. Jaring ini dikenal sebagai hantu jala  sangat membahayakan lumba-lumba, penyu, hiu, dugong, burung laut, kepiting, dan makhluk lainnya. Plastik yang membelit membatasi gerakan, menyebabkan luka dan infeksi, dan menghalangi hewan yang perlu untuk kembali ke permukaan untuk bernapas.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Racun</strong><br />
Selain plastik, ada masalah-masalah tertentu dengan racun yang tidak hancur dengan cepat di lingkungan laut. Terbagi dua, pertama kelompok racun yang suafatnya cenderung masuk terus menerus seperti pestisida, furan, dioksin dan fenol. Terdapat pula logam berat, suatu unsur kimia metalik yang memiliki kepadatan yang relatif tinggi dan bersifat racun atau beracun pada konsentrasi rendah. Contoh logam berat yang sering mencemari  adalah air raksa, timah, nikel, arsenik dan kadmium.</p>
<p style="text-align: justify">Ketika pestisida masuk ke dalam ekosistem laut, mereka segera diserap ke dalam jaring makanan  di laut. Dalam jaringmakanan, pestisida ini dapat menyebabkan mutasi, serta penyakit, yang dapat berbahaya bagi hewan laut , seluruh penyusun rantai makanan termasuk manusia.</p>
<p style="text-align: justify">Racun semacam itu dapat terakumulasi dalam jaringan berbagai jenis kehidupan air dalam proses yang disebut bioakumulasi. Racun ini juga diketahui terakumulasi dalam  dasar perairan, seperti muara dan teluk berlumpur. Bahan-bahan ini dapat menyebabkan mutasi keturunan dari organisme yang tercemar serta penyakit dan kematian secara massal seperti yang terjadi pada kasus yang terjadi di Teluk Minamata.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Eutrofikasi</strong><br />
Peristiwa Eutrofikasi adalah kejadian peningkatan/pengkayaan nutrisi, biasanya senyawa yang mengandung nitrogen atau fosfor, dalam ekosistem. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan produktivitas primer (ditandai peningkatan pertumbuhan tanaman yang berlebihan dan cenderung cepat membusuk). Efek lebih lanjut termasuk penurunan kadar oksigen, penurunan kualitas air, serta tentunya menganggu kestabilan populasi organisme lain.</p>
<p style="text-align: justify">Muara merupakan wilayah yang paling rentan mengalami eutrofikasi karena nutrisi yang diturunkan dari tanah akan terkonsentrasi.  Nutrisi ini kemudian dibawa oleh air hujan masuk ke lingkungan laut , dan cendrung menumpuk di muara.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>The World Resources Institute </strong>telah mengidentifikasi 375 hipoksia (kekurangan oksigen) wilayah pesisir di seluruh dunia. Laporan ini menyebutkan kejadian ini terkonsentrasi di wilayah pesisir di Eropa Barat, Timur dan pantai Selatan Amerika Serikat, dan Asia Timur, terutama di Jepang. Salah satu contohnya adalah meningkatnya alga merah secara signifikan (<em>red tide</em>) yang membunuh ikan dan mamalia laut serta menyebabkan masalah pernapasan pada manusia dan beberapa hewan domestik. Umumnya terjadi saat organisme mendekati ke arah pantai.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Peningkatan keasaman</strong><br />
Lautan biasanya menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Karena kadar karbon dioksida atmosfer meningkat, lautan menjadi lebih asam. Potensi peningkatan keasaman laut dapat mempengaruhi kemampuan karang dan hewan bercangkang lainnya untuk membentuk cangkang atau rangka.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Polusi Kebisingan</strong><br />
Kehidupan laut dapat rentan terhadap pencemaran kebisingan atau suara dari sumber seperti kapal yang lewat, survei seismik eksplorasi minyak, dan frekuensi sonar angkatan laut. Perjalanan suara lebih cepat di laut daripada di udara.</p>
<p style="text-align: justify">Hewan laut, seperti paus, cenderung memiliki penglihatan lemah, dan hidup di dunia yang sebagian besar ditentukan oleh informasi akustik. Hal ini berlaku juga untuk banyak ikan laut yang hidup lebih dalam di dunia kegelapan. Dilaporkan bahwa antara tahun 1950 dan 1975, ambien kebisingan di laut naik sekitar sepuluh desibel (telah meningkat sepuluh kali lipat).</p>
<p style="text-align: justify">Jelas sekarang bahwa sumber pencemaran sangat bervariasi. Tidak hanya dari hal-hal yang menurut kita hanya bisa dilakukan oleh industri besar, namun juga bisa disebabkan oleh aktiftas harian kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/mengenal-pencemaran-laut-1/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memahami Patogen Yang Meningkatkan Resiko Coral Bleaching</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/memahami-patogen-yang-meningkatkan-resiko-coral-bleaching</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/memahami-patogen-yang-meningkatkan-resiko-coral-bleaching#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 03:09:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Coral Bleaching]]></category>
		<category><![CDATA[karang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemutihan karang]]></category>
		<category><![CDATA[Vibrio coralliilyticus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1394</guid>
		<description><![CDATA[Terinspirasi teknologi yang  digunakan oleh dokter untuk melakukan scan Magnetic Resonance Imaging (MRI), peneliti dari enam lembaga termasuk National Institute of Standards and Technology (NIST) &#8211; bekerja di Hollings Marine Laboratory (HML) di Charleston, SC, sedang mempelajari aktivitas metabolik patogen yang diduga menjadi salah satu penyebab coral bleaching, ancaman serius terhadap ekosistem terumbu karang di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Terinspirasi teknologi yang  digunakan oleh dokter untuk melakukan scan Magnetic Resonance Imaging (MRI), peneliti dari enam lembaga termasuk National Institute of Standards and Technology (NIST) &#8211; bekerja di Hollings Marine Laboratory (HML) di Charleston, SC, sedang mempelajari aktivitas metabolik patogen yang diduga menjadi salah satu penyebab <em>coral bleaching</em>, ancaman serius terhadap ekosistem terumbu karang di seluruh dunia.</p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-1394"></span><em>Coral bleaching</em> atau pemutihan karang hidup terjadi karena gangguan pada simbiosis karang dengan <em>zooxanthellae</em>. Makhluk uniseluler ini berada dalam jaringan karang itu dan menyediakan 90 persen energi untuk karang. Zat kimia yang diturunkan dari ganggang ini yang memberikan warna pada karang. Sayangnya, koloni karang di seluruh dunia sedang terancam oleh lautan bakteri yang dikenal sebagai <em>Vibrio Coralliilyticus</em>. Ketika mikroba menjadi virulen, ia dapat masuk dalam karang dan mengusir yang zooxanthellae, dan menyebabkan karang kehilangan pigmentasi. Bila simbiosis terganggu cukup lama, karang mati karena kelaparan(zooxanthellae adalah penghasil energi utama bagi karang).</p>
<p style="text-align: justify">Ilmuwan lingkungan menunjukkan hasil percobaan laboratorium bahwa virulensi <em>V. coralliilyticus </em>bergantung pada suhu. Pemutihan oleh mikroba ini terjadi pada temperatur di atas 24 derajat Celcius (75 derajat Fahrenheit). Temuan ini telah menyuarakan keprihatinan bahwa peningkatan suhu air laut, baik melalui perubahan musiman alam atau kecenderungan perubahan iklim dapat mengakibatkan peningkatan risiko <em>coral bleaching</em>. Selama dua dekade terakhir, telah dilaporkan bahwa hampir 30 persen dari terumbu karang dunia telah berkurang oleh <em>bleaching</em>.</p>
<p style="text-align: justify">Sebuah tulisan ilmiah di Environmental Science and Technology, tim peneliti HML menggambarkan bagaimana resonansi magnetik nuklir (NMR) digunakan untuk mempelajari perubahan metabolik <em>V.coralliilyticus </em>akibat efek temperatur. Teknik ini memungkinkan penemuan molekul kecil yang berhubungan dengan metabolisme senyawa yang berkaitan dengan kondisi biologis yang berbeda. Dalam studi ini, tingkat tiga senyawa &#8211; betaine, glutamat dan suksinat yang membantu mengatur produksi energi dan tekanan osmotik (suatu mekanisme untuk menjaga integritas selular) di <em>V. coralliilyticus</em> berubah secara signifikan dari ketika bakteri tidak virulen pada 24 derajat Celcius dan menjadi virulen pada 27 derajat Celcius (81 derajat Fahrenheit). Perubahan metabolik ini dipercaya tim HML psebagai petunjuk untuk memahami alasan perubahan suhu yang kecil, namun dapat mengubah <em>vibrio coralliilyticus</em> non-virulen  menjadi ancaman pemutihan karang</p>
<p style="text-align: justify">Studi sistem metabolik <em>V. coralliilyticus</em> kedepannya direncanakan untuk lebih memahami mekanisme lengkap hubungan antara suhu yang terlibat dalam patogenitas. Para peneliti berharap bahwa temuan ini akan mengarah pada pemahaman yang lebih baik dari hubungan simbiosis yang ada di karang yang sehat dan potensi dampak yang mungkin terjadi akibat adanya perubahan ekologis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/memahami-patogen-yang-meningkatkan-resiko-coral-bleaching/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersih Sampah Suaka Margasatwa Muara Angke,22 November 2009</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/bersih-sampah-suaka-margasatwa-muara-angke22-november-2009</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/bersih-sampah-suaka-margasatwa-muara-angke22-november-2009#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 02:51:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[22 November 2009]]></category>
		<category><![CDATA[Bersih Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Suaka Margasatwa Muara Angke]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1403</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta Green Monster kembali mengadakan acara Bersih Sampah Angke

Kapan ?  Minggu, 22 November 2009

Dimana?  Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA)

Waktu ?   pukul 08.00 – 12.00 WIB
Kenapa?
SMMA merupakan rumah bagi 7 spesies mangroove, 91 spesies burung seperti Bangau Bluwok, Kareo Padi, Pecuk Ular Asia, dsb, serta monyet ekor panjang, dan lain sebagainya. Kawasan ini juga menjadi tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jakarta Green Monster kembali mengadakan acara <span style="font-size: small;">Bersih Sampah Angke<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><span>Kapan ?  Minggu, 22 November 2009<br />
</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><span>Dimana?  Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA)<br />
</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><span>Waktu ?   pukul 08.00 – 12.00 WIB</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><span>Kenapa?</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>SMMA merupakan rumah bagi </span>7 spesies mangroove, 91 spesies burung seperti Bangau Bluwok, Kareo Padi, Pecuk Ular Asia, dsb, serta monyet ekor panjang, dan lain sebagainya. Kawasan ini juga menjadi tempat perlindungan bagi burung Bubut Jawa (Centropus nigroforus) yang merupakan burung endemik Pulau Jawa. Saat ini Bubut Jawa berjumlah tidak lebih dari 10 ekor.</p>
<p style="text-align: justify;"><span>Banyaknya sampah yang masuk ke dalam kawasan suaka ini adalah ancaman yang harus kita perhatikan. Sampah-sampah yang mengalir masuk ke SMMA bisa menutupi akar mangrove  dan menyebabkan pohon-pohon tersebut mati. </span></p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana Menuju Suaka Margasatwa Muara  Angke?</p>
<div style="font-weight: bold; text-align: justify;"><span id="more-1403"></span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>Menggunakan Kendaraan  Umum</strong></span></div>
<div style="text-align: justify;">
<strong>1. Busway</strong><br />
Naik busway Harmoni &#8211; Kalideres, turun di  Halte Jelambar (samping Citraland). Cari angkot berwarna merah nomer B 01  jurusan Grogol &#8211; Angke. Turun di pintu gerbang Pantai Indah Kapuk. tepat di  ujung Jl. Muara Karang, ditandai dengan Pizza Hut dan apartemen. Jalan kaki  masuk ke Pantai Indah Kapuk, setelah menyeberang jembatan (sekitar 50 meter dari  gerbang, di sebelah kanan Anda adalah Suaka Margasatwa Muara Angke. Ikuti jalan  setapak di seberang kompleks ruko Meditarania Niaga, pintu masuk Suaka  Margasatwa Muara Angke sekitar 300 meter dari jembatan.</div>
<div style="text-align: justify;"><strong>2. Bus dari Terminal Grogol</strong><br />
Naik kendaraan apa saja  yang berhenti di Terminal Grogol. Cari angkot berwarna merah nomer B 01 jurusan  Grogol &#8211; Angke. Turun di pintu gerbang Pantai Indah Kapuk. tepat di ujung Jl.  Muara Karang, ditandai dengan Pizza Hut dan apartemen. Jalan kaki masuk ke  Pantai Indah Kapuk, setelah menyeberang jembatan (sekitar 50 meter dari gerbang,  di sebelah kanan Anda adalah Suaka Margasatwa Muara Angke. Ikuti jalan setapak  di seberang kompleks ruko Meditarania Niaga, pintu masuk Suaka Margasatwa Muara  Angke sekitar 300 meter dari jembatan.</div>
<div style="text-align: justify;"><strong>3. Bus dari Terminal Blok M</strong><br />
Naik bus Steady Safe Non AC  No 37 Jurusan BLOK M &#8211; Muara Angke, ongkosnya cukup Rp. 2000. Bus ini umumnya  gak sampai Muara Angke (sesuai info dari keneknya), tapi cuman sampai Megamall  Pluit.</div>
<div style="text-align: justify;">Dari Megamall Pluit dilanjutkan naik angkot dua kali, nomornya 11 warna  merah, dengan ongkos Rp. 2000 turun di Jl Mandara. Dari situ naik lagi angkot  warna merah yang melewati kawasan Pantai Indah Kapuk dengan ongkos Rp. 1000  turun di depan ruko Mediterania yang langsung berseberangan dengan pintu masuk  Suaka Margasatwa Muara Angke.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Menggunakan Kendaraan  Pribadi Roda Empat atau Lebih</span></strong></div>
<div style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;"><br />
</span></strong></div>
<div style="text-align: justify;"><strong>1. Melalui Tol Dalam Kota</strong><br />
Ambil pintu keluar Pluit.  Ikuti jalan melintasi Mega Mall Pluit. Lurus hingga masuk Jl. Muara Karang yang  ditandai dengan perempatan dengan jembatan. Ikuti terus sampai ujung Jl. Muara  Karang, ditandai dengan Pizza Hut dan apartemen. Belok ke kiri, masuk ke Pantai  Indah Kapuk, setelah menyeberang jembatan (sekitar 50 meter dari gerbang, di  sebelah kanan Anda adalah Suaka Margasatwa Muara Angke. Anda bisa parkir di  kompleks ruko Meditarania Niaga, persis di seberang pintu masuk Suaka Margasatwa  Muara Angke.</div>
<div style="text-align: justify;">
<strong>2. Melalui Tol Bandara</strong><br />
Ambil pintu keluar Pantai  Indah Kapuk. Masuk dalam kompleks Pantai Indah Kapuk. Ikuti jalan yang menuju  Mediterania. Anda bisa parkir di kompleks ruko Meditarania Niaga, persis di  seberang pintu masuk Suaka Margasatwa Muara Angke.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>Menggunakan Motor atau  Sepeda</strong></span><br />
Dari arah Grogol, masuk ke Jl. Jembatan Tiga, ikuti  hingga Jl. Jembatan Lima. Ikuti terus jalan utama sampai melewati Mega Mall  Pluit. Lurus hingga masuk Jl. Muara Karang yang ditandai dengan perempatan  dengan jembatan. Ikuti terus sampai ujung Jl. Muara Karang, ditandai dengan  Pizza Hut dan apartemen. Belok ke kiri, masuk ke Pantai Indah Kapuk, setelah  menyeberang jembatan (sekitar 50 meter dari gerbang, di sebelah kanan Anda  adalah Suaka Margasatwa Muara Angke. Anda bisa parkir di kompleks ruko  Meditarania Niaga, persis di seberang pintu masuk Suaka Margasatwa Muara  Angke.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Catatan:<br />
Warga sekitar Suaka Margasatwa Muara Angke mengenalnya dengan  nama Cagar Alam. Jadi, jika Anda hendak bertanya, tanyakan di mana lokasi cagar  alam.</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/bersih-sampah-suaka-margasatwa-muara-angke22-november-2009/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>METRO TV 9th ANNIVERSARY  : U/W Clean Up &amp; Coral Transplantation</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/metro-tv-9th-anniversary-uw-clean-up-coral-transplantation</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/metro-tv-9th-anniversary-uw-clean-up-coral-transplantation#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 02:42:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Clean Up]]></category>
		<category><![CDATA[metro tv]]></category>
		<category><![CDATA[teluk jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[transplantasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1400</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Rangka HUT Metro TV yang ke 9, akan diadakan program konservasi Bahari
dengan tema :
&#8220;BERSAMA SELAMATKAN TELUK  JAKARTA&#8221;
Kegiatan berupa kegiatan pembersihan/clean up bawah air serta transplantasi karang.


PERSYARATAN:

Sehat Jasmani dan  Rohani
Usia minimal 18thn, Usia  dibawah 18thn harus dengan surat ijin Orang Tua.
Membawa Perlengkapan Selam  lengkap berikut Pemberat
Mengisi Formulir Pendaftaran  dan Surat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam Rangka HUT Metro TV yang ke 9, akan diadakan program konservasi Bahari</p>
<p style="text-align: justify;">dengan tema :</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Helvetica; color: red; font-size: large;"><strong>&#8220;BERSAMA SELAMATKAN TELUK  JAKARTA&#8221;</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan berupa kegiatan pembersihan/clean up bawah air serta transplantasi karang.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Helvetica; color: red; font-size: large;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial Narrow; font-size: large;"><strong>PERSYARATAN:</strong></span></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;">Sehat Jasmani dan  Rohani</span></li>
<li><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;">Usia minimal 18thn, Usia  dibawah 18thn harus dengan surat ijin Orang Tua.</span></li>
<li><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;">Membawa Perlengkapan Selam  lengkap berikut Pemberat</span></li>
<li><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;">Mengisi Formulir Pendaftaran  dan Surat Pernyataan Bermaterai Rp. 6.000,-</span></li>
<li><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;">Membawa Materai Rp.  6.000,-</span></li>
<li><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;">Copy KTP/Passport</span></li>
<li><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;">Memiliki Sertifikat  Selam</span></li>
<li><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;">Mentaati ketentuan  panitia</span></li>
<li><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;">Tidak dipungut  biaya</span></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<span style="font-family: Arial Narrow; font-size: large;"><strong>PENDAFTARAN</strong></span></p>
<div style="text-align: justify;">
<ul>
<li><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;">Pendaftaran dibuka sejak  tanggal 10 November 2009 dan akan ditutup pada tanggal 18 November 2009.</span></li>
<li><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;">Pendaftaran dapat dilakukan  pada:</span></li>
</ul>
<p><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;"><strong>1.  Via Website:</strong> </span><a title="blocked::http://www.9thmetrotv.xnetindonesia.com/" href="http://www.9thmetrotv.xnetindonesia.com/"><span style="font-family: Arial Narrow; color: red; font-size: medium;">www.9thmetrotv.xnetindonesia.com</span></a><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;"> </span></p>
<p><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;">Silahkan unduh <strong>Formulir Pendaftaran  Peserta</strong> dan<strong> Surat Pernyataan </strong>pada kolom yang telah disediakan,  setelah di-isi dengan lengkap, kirim dokumen dimaksud dalam format pdf ke  email:<em> </em></span><a title="blocked::mailto:9thmetrotv@xnetindonesia.com" href="mailto:9thmetrotv@xnetindonesia.com"><span style="font-family: Arial Narrow; color: red; font-size: medium;">9thmetrotv@xnetindonesia.com</span></a><span style="font-family: Arial Narrow; color: red; font-size: medium;"> </span><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;">atau  silahkan cetak lampiran dari email ini dan kirim via facsimile ke nomor (021)  532-2974</span></p>
<p><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;"> &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span></p>
<p><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;"><strong>2. Via Hotline:</strong> 021-532-8878 dengan Ms. Jessica dan/atau Ms. Tiwi </span></p>
<p><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;">Mengambil dan mengisi Formulir  Pendaftaran Peserta dan Surat Pernyataan di Sekretariat XNET INDONESIA, Jln. H.  Soleh 1 No. 1F, Kebayoran lama, Jakarta 11560.</span></p>
<ul>
<li><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;">Hadir pada saat Registrasi  Ulang dengan membawa perlengkapan selam dan pemberat</span></li>
</ul>
<p><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;"><strong><em> Tempat                : Pantai  Festival Ancol</em></strong></span><br />
<span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;"><strong><em> Waktu                  : 06.00 pagi (WIB)</em></strong></span><br />
<span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;"><strong><em> Tanggal                : 21  November 2009</em></strong></span></p>
<ul>
<li><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;">Peserta akan  mendapat:</span></li>
</ul>
<p><span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;">* T  Shirt dan Topi</span><br />
<span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;">*  Piagam Penghargaan dari POSSI &amp; Metro TV</span><br />
<span style="font-family: Arial Narrow; color: #000080; font-size: medium;">* Snack Box &amp; Lunch</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/metro-tv-9th-anniversary-uw-clean-up-coral-transplantation/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengelola Limbah, Menyelamatkan Kepulauan Seribu</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/mengelola-limbah-menyelamatkan-kepulauan-seribu</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/mengelola-limbah-menyelamatkan-kepulauan-seribu#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 10:05:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Seribu]]></category>
		<category><![CDATA[limbah]]></category>
		<category><![CDATA[pencemaran]]></category>
		<category><![CDATA[tarbal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1398</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak pernah mendengar tentang Kepulauan Seribu. Kepulauan yang juga merupakan salah satu Taman Nasional ini terletak di DKI Jakarta dan sudah sejak lama menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik.  Sayangnya, lokasinya yang cukup dekat dengan kemajuan pembangunan di ibukota dan propinsi di sekitarnya, membuat kepulauan ini sering berada dalam keadaan terancam. Beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Siapa yang tidak pernah mendengar tentang Kepulauan Seribu. Kepulauan yang juga merupakan salah satu Taman Nasional ini terletak di DKI Jakarta dan sudah sejak lama menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik.  Sayangnya, lokasinya yang cukup dekat dengan kemajuan pembangunan di ibukota dan propinsi di sekitarnya, membuat kepulauan ini sering berada dalam keadaan terancam. Beberapa waktu terkahir, tarbal atau gumpalan minyak mentah,  diduga mulai mencemari sekeliling pantai Pulau Pramuka, salah satu pulau disana. Pengawasan dan pengelolaan mendesak untuk dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih berbahaya.<span id="more-1398"></span></p>
<p>Warga meminta agar tarbal itu segera dibersihkan. Warga khawatir, bila limbah ini dibiarkan, bakal lebih banyak lagi kerugian yang diderita akibat tarbal itu. ”Kami meminta agar tarbal ini dibersihkan, apalagi melihat dampak yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi kelangsungan ekosistem laut dan tanaman mangrove,” kata Salim (51), Ketua Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka, awak November ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Pencemaran tarbal yang terjadi ini, menurut ketua Forum, merupakan yang ketiga kalinya dalam tahun ini. Dia berharap pemerintah kabupaten bertindak tegas dengan meminta pertanggungjawaban pelaku pencemaran. ”Selama ini, kasus pencemaran tidak pernah tuntas ” paparnya.</p>
<p>Gumpalan minyak mentah berwarnah hitam pekat itu dilaporkan Berita Jakarta, bisa djumpai di sekeliling pantai Pulau Pramuka. Akibatnya, ikan dan sejumlah biota laut ikut mati terdampar. Kini, gumpalan itu mulai mencair dan mengotori pasir pantai, diperkirakan ikan yang mati jumlahnya mencapai puluhan ton. ”Banyak sekali, mungkin puluhan ton, sejak pagi sudah puluhan karung saya kumpulkan,” ujar pria yang didaulat sebagai penerima kalpataru karena kepedulian terhadap lingkungan ini.</p>
<p>Sairan (49), Pegawai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu (TNLKS) mengatakan, diperkirakan sumber tarbal berasal dari arah timur, karena saat ini angin timur dan arus laut membawa tarbal ke pantai Pulau Pramuka. ”Kuat dugaan kami tarbal itu dari arah timur, dan kami juga sudah mengambil sampel untuk di uji lab guna mencari tahu asal tarbal itu,” katanya.</p>
<p>Pencemaran ini, kata dia, sepertinya meluas dan bukan hanya terjadi di sekitar Pulau Pramuka. Kemungkinan di tengah laut dan di sejumlah pulau yang berada langsung dari arah timur. ”Kami akan melakukan pemantauan di sejumlah lokasi, dan kalau benar itu terjadi, kami akan mengambil langkah koordinasi dengan pihak terkait untuk mengambil tindakan selanjutnya,” terangnya.</p>
<p>Bupati Kepulauan Seribu, Burhanudin menyesalkan terjadinya pencemaran tarbal di laut Kepulauan Seribu. Dia berharap pihak-pihak yang selama ini terindikasi melakukan pencemaran, segera turun tangan. ”Untuk sementara kami membersihkan secara swadaya, dan selanjutnya akan meminta bantuan CNOOC. Ses Ltd. untuk membersihkan tarbal itu,” ungkap Burhanuddi kepada beritajakarta.com.</p>
<p>Sejauh ini, CNOOC Ses Ltd. selaku perusahaan minyak lepas pantai yang beroperasi di laut Kepulauan Seribu, telah berkomitmen untuk bertanggungjawab membersihkan tiap terjadi pencemaran, meski perusahaan itu bukan pelaku pencemaran. ”Memang telah ada kesepakatan dengan perusahaan itu terkait dengan pencemaran. Tapi kami juga akan melakukan penyelidikan sumber pencemaran, dan kasus ini akan kami lanjutkan dangan melaporkan kepada pihak yang berwenang,” pungkas Burhanuddin.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : Berita Jakarta, November 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/mengelola-limbah-menyelamatkan-kepulauan-seribu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jawa Timur Koleksi 57 Pulau Tanpa Nama</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/jawa-timur-koleksi-57-pulau-tanpa-nama</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/jawa-timur-koleksi-57-pulau-tanpa-nama#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 10:31:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau tanpa nama]]></category>
		<category><![CDATA[trenggalek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1385</guid>
		<description><![CDATA[Apalah artinya sebuah nama? Namun tidak demikian bagi pulau. Terutama di Indonesia. Tampaknya sudah menjadi berita yang biasa atau mungkin malah sangat mendesak. Pulau-pulau di Indonesia banyak yang tidak bernama. Sedikitnya 57 pulau kecil yang tersebar di selatan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, hingga saat ini belum diberi nama dan diidentifikasi potensi alamnya.
&#8220;Pulau-pulau ini tersebar mulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Apalah artinya sebuah nama? Namun tidak demikian bagi pulau. Terutama di Indonesia. Tampaknya sudah menjadi berita yang biasa atau mungkin malah sangat mendesak. Pulau-pulau di Indonesia banyak yang tidak bernama. Sedikitnya 57 pulau kecil yang tersebar di selatan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, hingga saat ini belum diberi nama dan diidentifikasi potensi alamnya.<span id="more-1385"></span></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pulau-pulau ini tersebar mulai di perairan (kecamatan) Panggul hingga Prigi, Kecamatan Watulimo,&#8221; kata Kasi Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Trenggalek, Agung Sujatmiko.</p>
<p>Belum adanya identifikasi potensi membuat keberadaan pulau-pulau kecil itu belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Prosedur identifikasi pulau maupun pemetaan potensi alam yang terkandung di 57 pulau kecil yang masih misterius itu dikatakannya sangat ribet dan berbelit.</p>
<p>&#8220;Prosesnya harus meminta ijin terlebih dahulu ke depdagri dan rekomendasi dari provinsi. Tidak hanya itu, karena penamaan pulau sebagaimana diatur dalam hukum internasional harus mendapat persetujuan dari PBB,&#8221; kata Agung.</p>
<p style="text-align: justify;">Kendala lain yang tak kalah menyulitkan proses pengidentifikasian pulau-pulau ini adalah adanya perbedaan persepsi antara Pemerintah kabupaten Trenggalek dengan Tulungagung mengenai sejumlah pulau yang berada di perbatasan antara keduanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Agung, beberapa pulau di antara 57 pulau di selatan Trenggalek yang belum diberi nama itu memiliki potensi cukup besar. Salah satunya walet.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak adanya anggaran yang bisa diarahkan untuk mengoptimalkan sumber daya di kawasan tersebut, khususnya sarang burung walet yang ada di pulau-pulau ini, sehingga diduga banyak dicuri oleh &#8220;tangan-tangan tidak bertanggung jawab&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : Viva News, Oktober 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/jawa-timur-koleksi-57-pulau-tanpa-nama/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tumpahan Minyak Montara Terus Ancam Laut Timor</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/tumpahan-minyak-montara-terus-ancam-laut-timor</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/tumpahan-minyak-montara-terus-ancam-laut-timor#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 06:41:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[laut timor]]></category>
		<category><![CDATA[montara]]></category>
		<category><![CDATA[tumpahan minyak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1382</guid>
		<description><![CDATA[Otoritas di Australia mengakui tumpahan minyak mentah akibat meledaknya ladang minyak Montara di Celah Timor, telah memasuki perairan Indonesia. Tumpahan itu kini telah mendekati 51 mil laut dari Pulau Rote yang terletak di wilayah paling selatan Indonesia dan mengancam biota laut di perairan Indonesia, termasuk rumput laut yang dibudidayakan secara besar-besaran di Rote Ndao . [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Otoritas di Australia mengakui tumpahan minyak mentah akibat meledaknya ladang minyak Montara di Celah Timor, telah memasuki perairan Indonesia. Tumpahan itu kini telah mendekati 51 mil laut dari Pulau Rote yang terletak di wilayah paling selatan Indonesia dan mengancam biota laut di perairan Indonesia, termasuk rumput laut yang dibudidayakan secara besar-besaran di Rote Ndao . Hasil penelitian cepat dari lembaga lingkungan di Timor juga menunjukkan hasil positif terjadinya pencemaran.<span id="more-1382"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bupati Kabupaten Rote Ndao, Lens Haning, dalam pertemuan dengan Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Ibrahim Agustinus Medah dan dua anggota DPRD, Nixon Messakh dan Somy Pandie, di Baa, Sabtu mengatakan, ia baru kembali dari mengikuti pertemuan dengan berbagai pihak terkait di Jakarta yang diprakarsai oleh Departemen Perhubungan, untuk membahas pencemaran Laut Timor.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari pertemuan itulah, katanya, ia memperoleh data tertulis dari pihak Australia yang melakukan pemantauan tumpahan minyak hingga ke wilayah perbatasan perairan dengan Indonesia dan menemukan ada gumpalan minyak mentah yang memasuki wilayah selatan Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena laporan Australia itulah, sebuah tim terpadu yang melibatkan pejabat sejumlah departemen terkait di Indonesia, akan tiba di Kupang pada awal pekan depan, guna melakukan pembahasan terfokus.</p>
<p style="text-align: justify;">Tim itu, menurut Bupati Lens Haning, juga diagendakan melakukan pemantauan langsung ke wilayah selatan perairan Indonesia, guna memastikan bahwa wilayah perairan Indonesia sudah tercemar, dan kemudian membahas berbagai rekomendasi untuk disampaikan kepada pemerintah Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan dasar rekomendasi itulah, pemerintah pusat melakukan komunikasi dengan Australia untuk penanganan selanjutnya. Dari pertemuan di Jakarta pada tanggal 21 Oktober lalu, ia mengaku memperoleh informasi bahwa Australia melakukan dua upaya untuk mengatasi masalah tumpahan minyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Upaya pertama adalah melakukan penyumbatan terhadap bagian ladang yang meledak dan bocor, namun untuk itu diperlukan waktu sekitar 52 hari. Sementara upaya kedua adalah kemungkinan melakukan penyemprotan terhadap gumpalan minyak mentah yang muncul di permukaan perairan untuk ditenggelamkan.</p>
<p>Menurut Bupati Lens Haning, upaya pertama membutuhkan waktu lama dan daerah yang dekat dengan tumpahan minyak yakni Kabupaten Rote Ndao dan wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, tidak berdaya untuk ikut campur tangan dalam upaya tersebut dan upaya kedua, disebutnya sebagai tidak mengatasi persoalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketua DPRD NTT, Ibrahim Agustinus Medah menyebut tindakan Australia melakukan penyemprotan untuk menenggelamkan tumpahan minyak, akan sangat berbahaya bagi biota laut di perairan Indonesia, terutama yang dekat dengan Pulau Rote dan sekitarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bupati Lens Haning, Ketua DPRD NTT, Ibrahim Agustinus Medah dan dua anggota dewan, Nixon Messakh dan Somy Pandie, sepaham bahwa kalaupun tumpahan minyak mentah tidak memasuki wilayah perairan Indonesia, bukan berarti tidak membahayakan biota laut. Karena, jika gumpalan minyak mentah itu terbawa arus dan mencemari perairan Indonesia, maka bahaya bagi penduduk di Rote Ndao selalu mengintai.</p>
<p style="text-align: justify;">Bupati Lens Haning berharap, pemerintah pusat segera mengeluarkan sebuah keputusan yang bisa menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah paling selatan Indonesia itu</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penelitian Awal BLHD NTT : Terbukti Positif Mencemari</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hasil analisa Badan Lingkungan Hidup Daerah Nusa Tenggara Timur (BLHD NTT) menunjukkan bahwa Laut Timor sudah positif tercemar minyak mentah (crude oil) yang bersumber dari ladang gas Montara yang meledak pada 21 Agustus lalu. Analisa BLHD NTT ini mengacu pada dua dari empat sample yang diambil dari perairan Laut Timor, kata analis dari BLHD NTT Inti Magarini kepada pers di Kupang, Sabtu, setelah bersama tim dari Posko Pencemaran Laut Timor bentukan pemerintah NTT melakukan penyisiran di Laut Timor sejak Kamis (22/10).</p>
<p>Magarini menegaskan, dua sample yang diambil pertama, baik secara fisik maupun kasat mata sudah positif tercemar minyak mentah (crude oil) yang diduga kuta berasal dari ladang gas Montara yang meledak pada 21 Agustus lalu di Laut Timor.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengambilan sample air laut oleh BLHD NTT itu berkaitan dengan laporan media yang memberitakan bahwa ribuan ekor ikan mati di Laut Timor karena wilayah perairan tersebut sudah tercemar minyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Guna mengetahui secara pasti dan akurat bahwa Laut Timor tercemar minyak, maka Posko Pencemaran Minyak Laut Timor bentukan pemerintah Provinsi NTT menurunkan sebuah tim yang melibatkan pula Administrator Pelabuhan (Adpel) Tenau Kupang, Polisi Perairan (Polair) Polda NTT, Pertamina, BLHD dan sejumlah wartawan dari media cetak dan elektronik.</p>
<p style="text-align: justify;">Magarini menjelaskan, pihaknya mengambil empat sampel di perairan Laut Timor untuk melakukan penelitian guna mengetahui sejauh mana tingkat pencemaran minyak di Laut Timor.</p>
<p>&#8220;Kita mengambil empat sample air laut untuk diteliti lebih lanjut guna mengetahui tingkat serta kadar pencemarannya,&#8221; katanya menjelaskan.</p>
<p>Sampel pertama diambil pada titik kordinat 11.31.213 LS dan 122.59.530 BT, sekitar lima mil dari Pulau Landu di wilayah Kabupaten Rote Ndao. Sampel kedua diambil pada titik kordinat 11.09.372 LS dan 122.56.960 BT yang berlokasi sekitar 10 mil dari Pulau Ndana, juga di wilayah Kabupaten Rote Ndao. Sampel ketiga pada titik kordinat 11.31.797 LS dan 123.24.999 BT di lokasi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, sekitar 10 mil dari Pulau Pasir (ashmore reef). Sampel keempat pada titik kordinat 10.43.01 LS dan 123.51.27 BT di wilayah perairan Kolbano, pantai selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).</p>
<p>Dua dari empat sampel itu (sampel pertama dan kedua, red), kata Magarini, sudah positif atau terindikasi kuat tercemar minyak mentah.</p>
<p>Namun, untuk membuktikan indikasi tersebut, tambahnya, harus dilakukan penelitian lebih lanjut di laboratorium yang hasilnya baru akan diketahui pada Selasa (27/10).</p>
<p>Tim pengambilan sampel pencemaran Laut Timor ini berangkat dari Pelabuhan Tenau Kupang pada Kamis (22/10) malam pukul 22:00 Wita menggunakan sebuah kapal milik Polair Polda NTT dengan nomor lambung 646 menuju ZEE.</p>
<p>Pengambilan sampel pertama dilakukan pada Jumat (23/10) pukul 06:00 Wita, sample kedua pada pukul 07:00 Wita dilokasi yang berbeda. Sedangkan, sampel ketiga diambil pada pukul 12:00 Wita di sekitar Pulau Pasir (ashmore reef) yang berbatasan langsung dengan wilayah perairan Australia.  Sampel terakhir diambil pada pukul 18:00 Wita di perairan pantai selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Kolbano.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rumput Laut Mulai Merasakan Dampak Tumpahan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Para petani rumput laut di perairan Rote Ndao dan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku dirugikan perusahaan minyak Montara yang telah menyebabkan pencemaran minyak mentah (crude oil) yang datang dari laut Timor.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kerugian itu nampak terlihat dari hasil panenan yang tercemar minyak mentah, sehingga penawaran pun drastis menurun, bahkan di wilayah tertentu justru tidak ada lagi penawaran,&#8221; kata salah satu petani rumput laut, Hermanus Fiah di Kupang, Minggu.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut warga desa Dayama Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao-NTT, melihat fenomena tersebut, dirinya lebih memilih menggantung tujuh tali yang selama ini digunakan berbudidaya rumput laut karena aktivitasnya pasti tidak mendatangkan keuntungan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mungkin akhir tahun 2009 merupakan tahun bencana bagi petani rumput laut di Kabupaten Rote Ndao, karena gara-gara pengusaha minyak dari perusahaan Montara yang tidak hati-hati dalam melaksanakan usahanya,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Petani rumput laut lain, Ny Elisabeth Eik Fuah (40), mengeluhkan kerugian serupa. Ia mengaku, harga rumput laut yang dijual kini menurun drastis.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dulu standar harga terendah Rp20 ribu per kilogram, sekarang harga sudah turun Rp5000 per kilogram. Tahun ini kita tidak timbang lagi, tetapi langsung jual karena harga sangat rendah,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ny Elisabeth yang mengaku memiliki dua wilayah budidaya, yakni di pantai Ba`a Rote Ndao dan pantai Tablolong Kabupaten Kupang tersebut, tidak biasanya mendapat penghasilan seperti tersebut di atas.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Biasa setiap dua bulan, saya panen dan hasilnya sekitar satu ton, tetapi mulai Agustus hingga September hasil seperti itu tidak didapati lagi,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia mengaku sebagian kecil kerugian juga diakibatkan oleh penyakit namun kerugian besar dialami akibat kebocoran sumur minyak Australia di celah Timor beberapa waktu lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Para petani meminta perhatian pemerintah dan lembaa kompeten lain untuk melakukan upaya pencegahan terhadap tumpahan minyak mentah itu, sehingga tidak berdampak lebih luas lagi, karena mengancam kehidupan ekonomi petani yang menggantungkan hidup pada biota laut itu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami akan menuntut mengembalikan kerugian, jika kelak sudah ada jalan keluar dan ada pihak yang mengaku bertangungjawab terhadap tumpahan minyak mentah tersebut,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya petani rumput laut asal Kupang, Idris Mera juga mengaku areal budidaya rumput laut hingga selat Pukuafu mencapai ribuan hektare, sehingga membuat para petani rumput laut di wilayah Pantai Baru mulai resah dengan kondisi perairan budidaya yang sudah mulai tercemar minyak mentah itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Muntahan minyak mentah itu diduga kuat berasal dari ladang gas Montara di Laut Timor yang meledak pada 21 Agustus lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai saat ini, upaya untuk menghentikan kebocoran minyak dari ladang gas tersebut oleh PTTEP Australasia, sebuah perusahaan minyak asal Thailand yang mengolah ladang gas itu, belum juga berhasil meski sudah menggunakan peralatan teknologi canggih.</p>
<p style="text-align: justify;">Minyak mentah serta partikel lainnya yang dimuntahkan dari ladang gas Montara itu dilaporkan rata-rata mencapai 500.000 liter setiap hari atau sekitar 1.200 barel.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : Antara, Oktober 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/tumpahan-minyak-montara-terus-ancam-laut-timor/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Workshop Ekspedisi Zooxanthellae X Biak</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/workshop-ekspedisi-zooxanthellae-x-biak</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/workshop-ekspedisi-zooxanthellae-x-biak#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 09:27:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Biak]]></category>
		<category><![CDATA[ekspedisi zooxanthellae]]></category>
		<category><![CDATA[FDC IPB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1380</guid>
		<description><![CDATA[Fisheries Diving Club IPB dengan bangga menggelar Workshop dan Launching hasil Ekspedisi Zooxanthellae X Biak. Dalam acara ini akan dilaksanakan pembahasan mengenai laporan Ilmiah, Laporan Populer dan pemutaran film Ekspedisi serta pada kesempatan ini juga untuk merayakan Dies Natalis FDC yang ke-22. Acara ini akan dilaksanakan pada :
Hari/tanggal : Rabu/28 Oktober  2009
Waktu         : Pukul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span id="ucPreviewMsg_lblMessage">Fisheries Diving Club IPB dengan bangga menggelar Workshop dan Launching hasil Ekspedisi Zooxanthellae X Biak. Dalam acara ini akan dilaksanakan pembahasan mengenai laporan Ilmiah, Laporan Populer dan pemutaran film Ekspedisi serta pada kesempatan ini juga untuk merayakan Dies Natalis FDC yang ke-22. Acara ini akan dilaksanakan pada :</p>
<p>Hari/tanggal : Rabu/28 Oktober  2009<br />
Waktu         : Pukul 09.00 s/d 18.00 WIB<br />
Tempat       : IPB International Convention Center (IICC)-Bogor.</p>
<p>Dalam acara ini akan dihadirkan pembahas dari : <span style="font-weight: bold;">Bupati Biak-Numfor, Kepala Dinas Pariwisata Biak-Numfor dan ASDEP 3/III Kementrian Negara Lingkungan Hidup, Direktur Coremap, Dr.Suharsono, Direktur Destinasi Produk Wisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata</span>. Acara ini juga dimeriahkan oleh grup musik <span style="font-weight: bold;">Alunada</span>-pemenang lomba karya cipta lagu tentang terumbu karang.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/workshop-ekspedisi-zooxanthellae-x-biak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Komunitas Ikan Karang (1)</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/mengenal-komunitas-ikan-karang-1</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/mengenal-komunitas-ikan-karang-1#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 03:11:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenai Terumbu Karang]]></category>
		<category><![CDATA[ikan karang]]></category>
		<category><![CDATA[peranan]]></category>
		<category><![CDATA[terumbu karang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1376</guid>
		<description><![CDATA[Terumbu karang merupakan suatu ekosistem unik perairan tropis dengan tingkat produktifitas dan keanekaragaman biota yang sangat tinggi. Peranan biofisik ekosistem terumbu karang sangat beragam, diantaranya sebagai tempat tinggal, tempat berlindung, tempat mencari makan dan berkembang biak bagi beragam biota laut, disamping berperan sebagai penahan gelombang dan ombak serta sebagai penghasil sumberdaya hayati yang bernilai ekonomis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/terumbu1.JPG"><img class="alignleft size-full wp-image-1378" title="Ikan karang yang hidup di terumbu" src="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/terumbu1.JPG" alt="Ikan karang yang hidup di terumbu" width="174" height="130" /></a>Terumbu karang merupakan suatu ekosistem unik perairan tropis dengan tingkat produktifitas dan keanekaragaman biota yang sangat tinggi. Peranan biofisik ekosistem terumbu karang sangat beragam, diantaranya sebagai tempat tinggal, tempat berlindung, tempat mencari makan dan berkembang biak bagi beragam biota laut, disamping berperan sebagai penahan gelombang dan ombak serta sebagai penghasil sumberdaya hayati yang bernilai ekonomis tinggi. Ikan karang adalah salah satunya.<span id="more-1376"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Terumbu karang mendukung keanekaragaman yang tinggi pada komunitas (gabungan dari beberapa populasi) ikan karang. Struktur komunitas dapat ditujukan pada struktur biologi dari suatu komunitas, yang meliputi komposisi jenis, kelimpahan, perubahan temporal dan hubungan antar spesies dalam suatu komunitas.</p>
<p style="text-align: justify;">Terminologi/definisi ikan karang dimaksudkan pada jenis-jenis ikan yang ditemukan pada terumbu karang sampai pada kedalaman 100 meter, walaupun mungkin juga terdapat di dalam habitat yang lainnya disebutkan oleh Lieske dan Myers dalam publikasinya tahun 1994.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara umum, ikan karang akan menyesuaikan pada lingkungannya. Setiap spesies memperlihatkan preferensii/kecocokan habitat yang tepat yang diatur oleh kombinasi faktor ketersediaan makanan , tempat berlindung dan variasi parameter fisik. Sejumlah besar spesies ditemukan pada terumbu karang adalah refleksi langsung dari besarnya kesempatan yang diberikan habitat (Allen dan Steene, 1996).</p>
<p style="text-align: justify;">Ikan akan memberikan respons terhadap struktur habitat, yang akan mempengaruhi distribusi dan kelimpahannya. Oman dan Rajasurya (1998) yang meneliti hal tersebut menyebutkan bahwa kompleksitas struktur, komposisi serta proporsi penutupan karang hidup memberikan korelasi positif terhadap komunitas ikan karang.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara umum, interaksi antara ikan karang dengan habitatnya meliputi tiga bentuk utama. Pertama, adanya hubungan langsung antara struktur terumbu dan tempat perlindungan. Hal ini akan terlihat jelas pada ikan-ikan yang kecil. Kedua, adanya interaksi pola makan yang melibatkan beberapa ikan karang dan biota sesil, termasuk alga. Lebih jauh interaksi ini penting bagi eksistensi karang yaitu penyedian substrat dasar. Ketiga, adanya suatu interaksi peran yang melibatkan struktur terumbu dan pola makan dari planktivora dan karnivora yan berasosiasi dengan terumbu.</p>
<p style="text-align: justify;">Para ahli ikan karang , membagi laut tropis menjadi empat wilayah persebaran ikan karang, wilayah tersebut adalah : 1) Indo-Pasific, 2) Pasifik bagian timur, 3) Atlantik bagian barat dan 4) Atlantik bagian timur. Wilayah Indo-Pasifik merupakan wilayah yang paling luas, terbentang dari pantai timur Afrika sampai Pulau Easter. Wilayah ini kaya akan terumbu karang dan memiliki keanekaragaman ikan karang yang tinggi. Diperkirakan terdapat sekitar 3000 spesies ikan karang di wilayah Indo-pasifik .</p>
<p style="text-align: justify;">Allen dan Adrim menjelaskan dalam penelitiannya bahwa kepulauan Indonesia sebagai  bagian dari wilayah Indo-Pasifik memiliki 2057 spesies dalam 113 famili ikan karang atau 39% dari jumlah ikan karang dunia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Fungsi dan Peranan Ikan Karang terkait Kebiasaan Makan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Choat dan Bellwood peneliti terkemuka ikan karang menyebutkan bahwa interaksi yang kuat antara ikan karang dan terumbu karang sebagai habitat tidak hanya dijelaskan dari konteks fisik namun juga melalui perilaku makan ikan. Ikan harus makan untuk dapat bertahan hidup, dan apa yang dimakan oleh ikan karang merupakan informasi yang penting dalam mempelajari ekologi ikan yang hidup di terumbu karang. Perilaku makan  ikan karang akan memberi pengaruh terhadap keseluruhan ekosistem terumbu karang dan juga sebaliknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Memahami tentang taraf trofik (terkait dengan tipe makanan) ikan karang adalah hal yang penting dalam mempelajari ikan karang. Perilaku makan pada ikan karang dapat dibagi dalam tiga bagian yaitu : herbivora, planktivora, dan karnivora. Ketiga bagian ini mewakili kelompok utama dalam ikan karang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikan herbivora adalah kelompok yang paling tinggi penyebaran dan kelimpahannya di daerah terumbu karang. Ikan herbivora terdiri dari sekitar 76 spesies Siganidae, 25 spesies Scaridae, 79 spesies Pomacentridae dan sekitar 159 spesies yang bersifat omnivora-herbivora.</p>
<p style="text-align: justify;">Choat menyatakan bahwa ikan – ikan herbivora mempunyai tiga peranan penting pada ekosistem terumbu karang. Pertama, sebagai konsumer dari produsen, herbivora merupakan penghubung antara aliran energi yang berasal dari produsen ke konsumen tingkat 2 (karnivora). Kedua, mereka mempengaruhi penyebaran, ukuran, komposisi dan bahkan pertumbuhan dari tumbuhan di terumbu karang. Komposisi dan struktur dari tumbuhan yang berasosiasi dengan terumbu karang digambarkan melalui konteks aktivitas herbivori. Pemangsaan oleh ikan herbivora (<em>grazing</em>) secara substansi mengubah alga yang ada di terumbu, dimana hal ini memberika pengaruh positif maupun negatif pada karang. Ketiga, interaksi antara ikan – ikan herbivora merupakan  alat dalam model demografi dan perilaku ikan karang secara keseluruhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hampir semua ikan karang merupakan planktivora pada masa larva dan juvenilnya, meskipun ada yang berganti tipe makanan pada masa dewasanya tergantung adaptasinya . Terumbu karang mempunyai ikan planktivora yang aktif pada siang (diurnal) dan malam hari (nokturnal). Ikan yang aktif pada siang hari yaitu Serranidae, Chaetodontidae, Pomacentridae dan Balistidae, sedangkan yang aktif pada malam hari yaitu Holocentridae, Priacanthidae dan Apogonidae.</p>
<p style="text-align: justify;">Makanan utama ikan planktivora adalah krustasea kecil kelompok copepoda seperti calanoid dan cylopoid. Zooplankton  ini berukuran terbesar 3 mm  dan paling banyak pada ukuran &lt;1 mm. Proporsi  zooplankton dalam jumlah besar ini berasal dari laut lepas. Ikan planktivora mengkonsumsi plankton yang berasal dari laut lepas dalam jumlah besar. Hal tersebut memunculkan dugaan bahwa ikan planktivor merupakan penghubung utama antara terumbu karang dan laut lepas.</p>
<p style="text-align: justify;">Paling sedikit ada tiga jalur yang dilalui energi yang didapat oleh ikan planktivora untuk kembali ke unsur – unsur  lain yang terdapat di terumbu karang. Pertama, planktivora kemungkinan dimangsa oleh piscivora(pemakan ikan). Kedua, planktivora menghasilkan feses dalam jumlah besar  yang jatuh pada karang dan dikonsumsi oleh ikan lain juga herbivora dan detritivora. Dan cara yang ketiga adalah apabila ikan planktivora mengalami kematian.</p>
<p style="text-align: justify;">Jenis karnivora di daerah terumbu karang lebih umum banyak ditemukan dibandingkan dengan jenis ikan herbivora dan planktivora. Ikan jenis ini biasanya mengkonsumsi invertebrate bentik karang, seperti halnya crustacea (kepiting, udang, amphipod dan stomatopod), polychaeta maupun echinodermata.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikan karnivora digolongkan menjadi 3 tipe karnivora, yaitu karnivora pemakan ikan lainnya (piscivora), pemakan invertebrata dan pemakan zoobentos. Diantara tiga tipe karnivora tersebut, spesies yang spesialis memakan invertebrata dan zoobentos terlihat lebih umum dibanding piscivora.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikan karnivora mempunyai morfologi untuk makan yang bervariasi, mulai dari mulut kecil yang khusus seperti pada spesies Forceps Butterflyfish (Forcipiger spp) sampai struktur mulut yang besar seperti pada spesies Scorpionfish (Scorpaenidae), Kakap (Lutjanidae) dan Kerapu (Seranidae). Karnivora mempunyai peranan penting dalam siklus energi dimana hal tersebut terkait dengan struktur fisik terumbu, pola makan ikan dan siklus nutrien.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikan karang dan berbagai biota lainnya bersama-sama menciptakan suatu keseimbangan dalam ekosistem terumbu karang. Menjamin keindahan di laut ini tetap terjaga untuk masa yang akan datang.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 582px; width: 1px; height: 1px;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-fareast-language:EN-US;} h3 	{mso-style-next:Normal; 	margin:0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:center; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:3; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-fareast-language:EN-US;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0pt 5.4pt 0pt 5.4pt; 	mso-para-margin:0pt; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<h3 style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN">Interaksi yang kuat antara ikan karang dan terumbu karang sebagai habitat tidak hanya dijelaskan dari konteks fisik namun juga melalui perilaku makan ikan. Ikan harus makan untuk dapat bertahan hidup, dan apa yang dimakan oleh ikan karang merupakan informasi yang penting dalam mempelajari ekologi ikan yang hidup di terumbu karang (Choat dan Bellwood, 1991). Perilaku makan </span><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial;" lang="IN"><span> </span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN">ikan karang akan memberi pengaruh terhadap keseluruhan ekosistem terumbu karang dan juga sebaliknya. Memahami tentang taraf trofik ikan karang adalah hal yang penting dalam mempelajari ikan karang (Hallacer, 2003). Perilaku makan pada ikan karang dapat dibagi dalam tiga bagian yaitu : herbivora, planktivora, dan karnivora. Ketiga bagian ini mewakili kelompok utama dalam ikan karang. </span></h3>
<h3 style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN">Ikan herbivora adalah kelompok yang paling tinggi penyebaran dan kelimpahannya di daerah terumbu karang. Ikan herbivora terdiri dari sekitar 76 spesies Siganidae, 25 spesies Scaridae, 79 spesies Pomacentridae dan sekitar 159 spesies yang bersifat omnivora-herbivora. Choat (1991) menyatakan bahwa ikan – ikan herbivora mempunyai tiga peranan penting pada ekosistem terumbu karang. Pertama, sebagai konsumer dari produsen, herbivora merupakan penghubung antara aliran energi yang berasal dari produsen ke konsumen tingkat 2 (karnivora). Kedua, mereka mempengaruhi penyebaran, ukuran, komposisi dan bahkan pertumbuhan dari tumbuhan di terumbu karang. Komposisi dan struktur dari tumbuhan yang berasosiasi dengan terumbu karang digambarkan melalui konteks aktivitas herbivori. Pemangsaan oleh ikan herbivora (<em>grazing</em>) secara substansi mengubah alga yang ada di terumbu, dimana hal ini memberika pengaruh positif maupun negatif pada karang. Ketiga, interaksi antara ikan – ikan herbivora merupakan<span> </span>alat dalam model demografi dan perilaku ikan karang secara keseluruhan. </span></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial;" lang="IN"><span> </span>Hampir semua ikan karang merupakan planktivora pada masa larva dan juvenilnya, meskipun ada yang berganti tipe makanan pada masa dewasanya tergantung adaptasinya (Davis dan Birdsong, 1973 <em>dalam</em> Hobson,1991). Terumbu karang mempunyai ikan planktivora yang aktif pada siang (<em>diurnal</em>) dan malam hari (<em>nokturnal</em>). Ikan yang aktif pada siang hari yaitu Serranidae, Chaetodontidae, Pomacentridae dan Balistidae, sedangkan yang aktif pada malam hari yaitu Holocentridae, Priacanthidae dan Apogonidae. Makanan utama ikan planktivora adalah krustasea kecil kelompok copepoda seperti calanoid dan cylopoid. Zooplankton<span> </span>ini berukuran terbesar 3 mm<span> </span>dan paling banyak pada ukuran &lt;1 mm (Hobson, 1991). Proporsi<span> </span>zooplankton dalam jumlah besar ini berasal dari laut lepas. Ikan planktivora mengkonsumsi plankton yang berasal dari laut lepas dalam jumlah besar. Hal tersebut memunculkan dugaan bahwa ikan planktivor merupakan penghubung utama antara terumbu karang dan laut lepas (Davis dan Birdsong, 1973<em> dalam</em> Hobson,1991).<span> </span>Paling sedikit ada tiga jalur yang dilalui energi yang didapat oleh ikan planktivora untuk kembali ke unsur – unsur<span> </span>lain yang terdapat di terumbu karang. Pertama, planktivora kemungkinan dimangsa oleh piscivora. Kedua, planktivora menghasilkan feses dalam jumlah besar<span> </span>yang jatuh pada karang dan dikonsumsi oleh ikan lain juga herbivora dan detritivora. Dan cara yang ketiga adalah apabila ikan planktivora mengalami kematian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial; color: black;" lang="IN">Jenis karnivora di daerah terumbu karang lebih umum banyak ditemukan dibandingkan dengan jenis ikan herbivora dan planktivora (Jones <em>et al</em>, 1991 <em>dalam </em>Hallacer, 2003). Ikan jenis ini biasanya mengkonsumsi invertebrate bentik karang, seperti halnya crustacea (kepiting, udang, amphipod dan stomatopod), polychaeta maupun echinodermata (Parrish <em>et. al</em>., 1985 <em>dalam</em> Hallacer, 2003). Dapat digolongkan menjadi 3 tipe karnivora, yaitu karnivora pemakan ikan lainnya (piscivora), pemakan invertebrata dan pemakan zoobentos. Diantara tiga tipe karnivora tersebut, spesies yang spesialis memakan invertebrata dan zoobentos terlihat lebih umum dibanding piscivora (Jones <em>et al</em>.,1991 <em>dalam</em> Sale, 1991). Ikan karnivora mempunyai morfologi untuk makan yang bervariasi, mulai dari mulut kecil yang khusus seperti pada spesies <em>Forceps Butterflyfish </em>(<em>Forcipiger </em>spp) sampai struktur mulut yang besar seperti pada spesies <em>Scorpionfish</em> (Scorpaenidae), Kakap (Lutjanidae) dan Kerapu (Seranidae) (Hallacer, 2003). Karnivora mempunyai peranan penting dalam siklus energi (Bailey dan Robertson, 1982 <em>dalam</em> </span><span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: Arial;" lang="IN">Choat dan Bellwood. 1991<span style="color: black;">) dimana hal tersebut terkait dengan struktur fisik terumbu, pola makan ikan dan siklus nutrien.</span></span></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/mengenal-komunitas-ikan-karang-1/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reef Check Day Bersama Anak-Anak di Reef Check Center</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/reef-check-day-bersama-anak-anak-di-reef-check-center</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/reef-check-day-bersama-anak-anak-di-reef-check-center#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 02:35:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Clean Up]]></category>
		<category><![CDATA[RCC]]></category>
		<category><![CDATA[Reef Check Center]]></category>
		<category><![CDATA[Reef Check Day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1372</guid>
		<description><![CDATA[Reef Check Center 22 Oktober, 2009. Ada banyak cara untuk  peduli pada lingkungan. Anak-anak yang biasa bermain di Reef Check Center, Kubu Parisanta, Sembiran Bali meramaikan Reef Check Day dengan cara mereka sendiri. Mulai beach clean up  hingga kegiatan edukasi terumbu karang diikuti mereka dengan semangat.
Untuk mengisi liburan panjang (Hari Raya Galungan-Kuningan) sekaligus memperingati Reef [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h5 style="text-align: justify"><img class="alignleft" style="border: 0pt none;margin: 2px 5px" src="http://i36.tinypic.com/160prwn.jpg" border="0" alt="Reef Check Day" width="269" height="202" />Reef Check Center 22 Oktober, 2009. Ada banyak cara untuk  peduli pada lingkungan. Anak-anak yang biasa bermain di Reef Check Center, Kubu Parisanta, Sembiran Bali meramaikan Reef Check Day dengan cara mereka sendiri. Mulai beach clean up  hingga kegiatan edukasi terumbu karang diikuti mereka dengan semangat.<span id="more-1372"></span></h5>
<p style="text-align: justify">Untuk mengisi liburan panjang (Hari Raya Galungan-Kuningan) sekaligus memperingati Reef Check Day, anak-anak yang setia menyambangi Reef Check melakukan bersih  pantai sekitar Reef Check Center. Tidak hanya bersih pantai, sahabat-sahabat kecil ini juga belajar memilah sampah secara sederhana yaitu memisahkan sampah organik dan non organik. Mereka juga menyempatkan diri untuk mengenal juvenil ikan maupun biota laut lainnya yang tertinggal di genangan-genangan air sepanjang pantai yang sedang surut.</p>
<p style="text-align: justify"><!--more--></p>
<p><img class="alignleft" style="border: 0pt none;margin: 2px 5px" src="http://i36.tinypic.com/2054kew.jpg" border="0" alt="Reef Check Day" width="176" height="234" /></p>
<p style="text-align: justify">Selesai memberisihkan pantai dan puas melihat biota laut anak-anak ini kembali ke Reef Check Center dan melanjutkan acara mereka dengan menggambar apa yang mereka lihat di pantai.</p>
<p style="text-align: justify">“Saya menggambar &#8216;mang&#8217; (<em>moray eel</em>) yang ada di batu tadi”, ujar Pren salah satu anak berkata dengan lantang ketika ditanya akan menggambar apa.</p>
<p style="text-align: justify">Semangat anak-anak ini untuk menjaga keindahan lautnya seharusnya menimbulkan pertanyaan dalam diri kita. Seberapa besar perhatian dan kecintaan kita  terhadap laut Indonesia, yang notebene mengisi sebagian besar tumpah darah tercinta ini?</p>
<p style="text-align: justify">Apakah sebatas tempat berjemur di pagi hari, menikmati deburan ombak di sore, tempat melepaskan adrenalin melalui diving atau surfing, tempat menikmati tarikan giant trevally?Atau malah hanya jadi &#8220;anak tiri&#8221; di sisi belakang rumah, yang kadang jadi tempat sampah? Kalau kita mengaku sebagai turunan para pelaut, sudah seharusnya kita menyadari bahwa laut itu sumber hidup kita. Minimal kita mengajarkan lagu tentang asal-usul nenek moyang kita dengan bangga pada anak-anak kita..</p>
<p style="text-align: justify"><em>nenek moyangku orang pelaut<br />
gemar mengarung luas samudra<br />
menerjang ombak tiada takut<br />
menempuh badai sudah biasa</p>
<p>angin bertiup layar terkembang<br />
ombak berdebur di tepi pantai<br />
pemuda b&#8217;rani bangkit sekarang<br />
ke laut kita beramai-ramai&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/reef-check-day-bersama-anak-anak-di-reef-check-center/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tambak Marak, Mangrove Rembang Hilang</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/tambak-marak-mangrove-rembang-hilang</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/tambak-marak-mangrove-rembang-hilang#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 10:22:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[alih fungsi]]></category>
		<category><![CDATA[Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[rembang]]></category>
		<category><![CDATA[tambak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1370</guid>
		<description><![CDATA[Kawasan hutan mangrove sepanjang 2 km mulai dari Desa Kabongan Lor-Desa Pasar Bangi yang sekaligus sabuk hijau di kota Rembang terancam habis. Hutan mangrove itu dulunya memiliki lebar hutan sekitar 100 meter dari bibir pantai menjorok ke laut. Namun sekarang ini lebar hutan tinggal kurang lebih 50 meter. Sebagian luasan hutan bakau sudah alih fungsi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kawasan hutan mangrove sepanjang 2 km mulai dari Desa Kabongan Lor-Desa Pasar Bangi yang sekaligus sabuk hijau di kota Rembang terancam habis. Hutan mangrove itu dulunya memiliki lebar hutan sekitar 100 meter dari bibir pantai menjorok ke laut. Namun sekarang ini lebar hutan tinggal kurang lebih 50 meter. Sebagian luasan hutan bakau sudah alih fungsi menjadi tambak garam, udang, dan bandeng. Bahkan di antaranya sudah bersertifikat hak milik.<span id="more-1370"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor Lingkungan Hidup (LH) Rembang Purwadi Samsi SH beserta stafnya, kemarin, datang ke lokasi mengamati batang-batang bakau yang dibabat warga di sepanjang kawasan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">’’Kami datang ke sini untuk menindaklanjuti laporan warga adanya perusakan hutan bakau oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, akan kami manfaatkan untuk membuat peta ke­rusakan guna bahan laporan ke atasan,’’ katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurutnya, alih fungsi hutan bakau(mangrove) menjadi tambak diketahui terjadi sejak 1995. Tepatnya, saat usaha budi daya bandeng dan udang marak di Rembang. Saat itu sejumlah warga beramai-ramai membuka lahan tambak baru dengan cara membabat hutan bakau. Aksi ini sempat dicegah oleh pemkab, namun secara diam-diam warga meneruskan pekerjaannya membuka lahan tambak baru.</p>
<p>Purwadi Samsi mengatakan, sampai sekarang ini yang terjadi di lapangan masih sering terjadi pembabatan hutan bakau. Beberapa warga masih nekat mengubah kawasan hutan bakau pada bagian bibir pantai menjadi tambak tanpa bisa dicegah. Bahkan saat warga lain yang peduli lingkungan hidup berusaha mengingatkan tindakan perusakan hutan bakau tersebut, namun pelakunya marah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Desakan Ekonomi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan informasi, ditengarai alih fungsi sebagian lahan hutan bakau menjadi tambak terjadi akibat desakan ekonomi. Namun di luar itu juga ada praktik jual beli guna mencari keuntungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Terbukti, ada beberapa warga yang baru membuka lahan tambak, namun tak lama kemudian lahan tersebut dijual. Menurut Purwadi Samsi, munculnya sertifikat lahan tambak tersebut menyu­litkan kantor LH merehabilitasi hutan bakau yang sudah hilang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/tambak-marak-mangrove-rembang-hilang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perubahan Iklim, Kerang di Perairan Britania Raya Meningkat</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/perubahan-iklim-kerang-di-perairan-britania-raya-meningkat</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/perubahan-iklim-kerang-di-perairan-britania-raya-meningkat#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 10:06:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya kerang]]></category>
		<category><![CDATA[Kelimpahan kerang]]></category>
		<category><![CDATA[Kerang]]></category>
		<category><![CDATA[pemanasan global]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan iklim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1342</guid>
		<description><![CDATA[Peningkatan suhu air laut di perairan Inggris meningkatkan stok kerang (Pecten maximus), menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Marine Biology. Sebuah efek &#8220;positif&#8221;dari perubahan iklim ini telah terkuak oleh penelitian baru. Namun para peneliti telah memperingatkan bahwa kenaikan suhu air laut lebih lanjut bisa berdampak sebaliknya pada kerang dan pengelolaan lebih baik yang lebih diperlukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Peningkatan suhu air laut di perairan Inggris meningkatkan stok kerang (<em>Pecten maximus</em>), menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Marine Biology. Sebuah efek &#8220;positif&#8221;dari perubahan iklim ini telah terkuak oleh penelitian baru. Namun para peneliti telah memperingatkan bahwa kenaikan suhu air laut lebih lanjut bisa berdampak sebaliknya pada kerang dan pengelolaan lebih baik yang lebih diperlukan untuk melindungi habitat di dasar laut.<span id="more-1342"></span></p>
<p style="text-align: justify">Temuan ini muncul dari analisis data selama 20 tahun oleh para ilmuwan di Bangor University, the Universities of York dan Liverpool. Dr Bryce Beukers-Stewart, dari Jurusan Lingkungan University of York, &#8221; Membawa kabar baik bagi  perubahan dalam bidang perikanan kita sungguh luar biasa. Namun, semua tahu bahwa sulit mengelola budidaya kerang, yang sifatnya terlalu fluaktuatif.</p>
<p style="text-align: justify">&#8220;Kita harus memastikan bahwa sumber daya yang berharga ini dimanfaatkan dengan cara yang tepat untuk memastikan stok kerang yang berkelanjutan di masa depan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify">Dr Samuel Shephard, yang memimpin analisis dan sekarang di Galway-Mayo Institute of Technology, menyatakan &#8220;Suhu dapat menjadi pemicu yang kuat untuk pertumbuhan dan reproduksi kerang, hal ini telah terlihat di hampir dua dekade. Kita dapat melihat dengan jelas bagaimana perubahan iklim dapat mempengaruhi salah satu perikanan terpenting&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify">Penelitian ini difokuskan pada perikanan kerang di Isle of Man yang telah diteliti sejak tahun 1990. Didapati bahwa jumlah kerang muda setiap tahun itu, rata-rata, secara positif berkaitan dengan suhu air pada musim semi ketika mereka bereproduksi. Gonad kerang dewasa juga lebih besar, yang menunjukkan produktifitas lebih tinggi, saat suhu laut mulai menjadi lebih hangat.</p>
<p style="text-align: justify">Sementara penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim  membantu mendukung populasi kerang, disisi lain laut justru menghadapi tekanan-tekanan besar termasuk ancaman pengerukan dasar laut.</p>
<p style="text-align: justify">Profesor Mike Kaiser, dari School of Ocean Science di Universitas Bangor, mengatakan &#8220;Industri kerang di Inggris memiliki potensi untuk menjadi lebih berharga di masa depan, tapi ini hanya akan terjadi jika Eropa dan lembaga nasional mengontrol upaya pemanfaatn dengan benar. Manfaat dari perubahan iklim ini dengan mudah hilang oleh peningkatan pendaratan dan kegiatan penangkapan&#8221;,ia mengingatkan bahayanya perikanan yang tak terkontrol.</p>
<p style="text-align: justify">Peningkatan suhu air laut dan emisi gas rumah kaca, meningkatkan tingkat keasaman air, bisa juga akhirnya mempengaruhi kemampuan kerang untuk membentuk cangkang yang dapat menyebabkan kemungkinan kematian massal yang tinggi.</p>
<p style="text-align: justify">Sumber: www.sciencedaily.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/perubahan-iklim-kerang-di-perairan-britania-raya-meningkat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karyaku Untuk Sahabat : Padang</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/karyaku-untuk-sahabat-padang</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/karyaku-untuk-sahabat-padang#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 08:47:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Do ur bit 2day]]></category>
		<category><![CDATA[donasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa padang]]></category>
		<category><![CDATA[lelang lukisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1360</guid>
		<description><![CDATA[
The earthquake that struck Padang last September has distraught a great number of people and left a deep sorrow for all affected. A few minutes of this earthquake has affected many parts of Padang living, and caused uncountable apparent as well as immaterial losses. The 7.6 Richter scale earth quake has also severely hampered the [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mycleanreef.org/karya-ku-untuk-sahabat-2-donasi-untuk-padang/"><img src="http://mycleanreef.org/wp-content/themes/mycleanreef/images/donasi-1.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<h5 style="text-align: justify;">The earthquake that struck Padang last September has distraught a great number of people and left a deep sorrow for all affected. A few minutes of this earthquake has affected many parts of Padang living, and caused uncountable apparent as well as immaterial losses. The 7.6 Richter scale earth quake has also severely hampered the educational sector. Many students are currently unable to go to school as their educational facilities were devastated or buried under the ruins. In response to these dire circumstances Rotary, Reef Check Foundation Indonesia, Coca-Cola Bottling Indonesia Bali Nusa and other partners are trying to help the education sector in Padang which has been so affected by the earth quake through our fund raising event; <em>Karya Ku Untuk Sahabat-2</em>, A Donation For Padang.</h5>
<p style="text-align: justify;">Gempa di Padang yang terjadi September silam telah menginggalkan duka bagi banyak orang. Peristiwa yang terjadi selama beberapa saat ini berdampak ke berbagai sektor kehidupan di Padang dan mengakibatkan kerugian material dan immaterial yang tidak terhitung jumlahnya. Getaran berkekuatan 7.6 Skala Richter ini juga telah memporakporandakan sektor pendidikan. Banyak murid yang tidak bisa bersekolah karena fasilitas pendidikan mereka hancur ataupun hilang tertimbun rerutuhan bangunan. Berkaitan dengan hal ini, Yayasan Reef Check Indonesia, Coca-Cola, Rotary Club Of Bali Seminyak dan rekan lainnya berinisiatif untuk membantu sektor pendidikan di Padang yang terkena dampak gempa melalui Kegiatan <em>Karya Ku Untuk Sahabat &#8211; 2</em>.<span id="more-1360"></span></p>
<h5 style="text-align: justify;"><em>Karya Ku Untuk Sahabat</em> is a kind of support by children in Bali through the selling of their art work for their dear friends who are in need. This event was firstly held to help the elementary students in Jogjakarta who were affected by the earthquake in 2007. Inspired by the amazing results, <em>Karyaku untuk sahabat-2</em> is also a supporting the effort by the children in Bali for Padang. In this fund raising event, 45 paintings created by Balinese children will be open for auction and for sale, to help their friends in Padang to be able to return to school.</h5>
<p style="text-align: justify;"><em>Karya ku Untuk Sahabat</em> merupakan suatu bentuk dukungan anak-anak di Bali bagi kawan kawan mereka yang membutuhkan  melalui penjualan karya lukis yang mereka hasilkan. Kegiatan ini pertama kali dilakukan untuk membantu murid murid SD di Jogjakarta yang terkena dampak Gempa pada tahun 2007. Terinspirasi dari kegiatan tersebut, <em>KaryaKu Untuk Sahabat-2</em> juga merupakan ungkapan kepedulian anak-anak di Bali terhadap sahabat mereka yang menjadi korban gempa di Padang. Kali ini sebanyak 45 lukisan hasil karya anak-anak di Bali akan di jual dan dilelang untuk membantu teman-teman mereka di Padang agar bisa bersekolah kembali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/karyaku-untuk-sahabat-padang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>September, Bulan Rekor Buruk Bagi Isu Iklim</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/september-bulan-rekor-buruk-bagi-isu-iklim</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/september-bulan-rekor-buruk-bagi-isu-iklim#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 08:42:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[iklim]]></category>
		<category><![CDATA[pemanasan global]]></category>
		<category><![CDATA[september]]></category>
		<category><![CDATA[Suhu Permukaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1344</guid>
		<description><![CDATA[September merupakan bulan yang &#8220;buruk&#8221; bagi isu iklim dunia. Kombinasi suhu tanah dan suhu permukaan laut global pada September tercatat sebagai yang terpanas kedua, menurut NOAA&#8217;s National Climatic Data Center di Asheville, NC. Ini merupakan hasil analisis bulanan paket layanan iklim NOAA.
Ilmuwan NCDC juga melaporkan bahwa rata-rata suhu permukaan tanah untuk September merupakan yang terpanas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">September merupakan bulan yang &#8220;buruk&#8221; bagi isu iklim dunia. Kombinasi suhu tanah dan suhu permukaan laut global pada September tercatat sebagai yang terpanas kedua, menurut NOAA&#8217;s National Climatic Data Center di Asheville, NC. Ini merupakan hasil analisis bulanan paket layanan iklim NOAA.</p>
<p style="text-align: justify">Ilmuwan NCDC juga melaporkan bahwa rata-rata suhu permukaan tanah untuk September merupakan yang terpanas kedua dalam catatan setelah 2005. Selain itu, suhu permukaan laut global pada bulan Septembertermasuk rekor kelima terpanas .</p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-1344"></span><strong>Suhu global</strong></p>
<p style="text-align: justify">Kombinasi suhu tanah dan suhu permukaan laut Global adalah 1,12 ºF di atas rata-rata suhu sepanjang abad ke-20 sebesar 59,0 ºF. Secara terpisah global suhu permukaan tanah adalah 1,75 ºF di atas rata-rata suhu tanah sepanjang abad ke-20, dengan rata-rata 53,6 ºF.</p>
<p style="text-align: justify">Suhu laut di seluruh dunia pada bulan September tercatat sebagai rekor terpanas kelima. 0,90 ºF di atas rata-rata suhu sepanjang abad ke-20 yaitu 61,1 ºF.</p>
<p style="text-align: justify">Kenaikan suhu ini melanda sebagian besar wilayah tanah dunia selama sebulan. Peningkatan suhu terbesar terjadi di Kanada dan Negara bagian utara dan barat Amerika Serikat. Peningkatan suhu juga terjadi di seluruh Eropa, sebagian besar Asia dan Australia.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Hal Penting Bulan September</strong></p>
<p style="text-align: justify">Arktik ditutupi lautan es rata-rata 2,1 juta mil persegi pada bulan September, terendah ketiga untuk September sejak pencatatan dimulai pada tahun 1979. Tutupannya  adalah 23,8 persen di bawah rata-rata 1979-2000. Lapisan es laut Antartika pada bulan September berada  2,2 persen di bawah rata-rata 1979-2000. Ini adalah terbesar ketiga setelah tahun 2006 dan 2007.</p>
<p style="text-align: justify">Topan Ketsana menjadi siklon tropis paling mematikan kedua sepanjang tahun 2009. Menyerang hampir 500 perumahan di seberang Filipina, Kamboja, Laos dan Vietnam. Badai menghantam Filipina pada 26 September, meninggalkan 80 persen bagian Manila terendam.</p>
<p style="text-align: justify">Sumber: http://www.sciencedaily.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/september-bulan-rekor-buruk-bagi-isu-iklim/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reef Check Survey Indonesia 2009</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/reef-check-survey-indonesia-2009</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/reef-check-survey-indonesia-2009#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 07:56:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Diving Plus]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Reef Check]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1353</guid>
		<description><![CDATA[Reef Check Kep.Seribu
10-12 Oktober 2009 Reef Check Team : Reef Buddies Jakarta Reef Check Site : Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Keterangan  : Presentasi hasil survei dijadwalkan minggu ke-2 November 2009; Contact  : Yulia Chandra, Email : redcancer@ymail.com
Reef Check Situbondo
21-24 Oktober 2009, Reef Check Team : Fisheries Diving Club (FishDic) Universitas Brawijaya, Reef Check Site : [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Reef Check Kep.Seribu</strong></p>
<p style="text-align: justify;">10-12 Oktober 2009 Reef Check Team : Reef Buddies Jakarta Reef Check Site : Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Keterangan  : Presentasi hasil survei dijadwalkan minggu ke-2 November 2009; Contact  : Yulia Chandra, Email : redcancer@ymail.com</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Reef Check Situbondo</strong></p>
<p style="text-align: justify;">21-24 Oktober 2009, Reef Check Team : Fisheries Diving Club (FishDic) Universitas Brawijaya, Reef Check Site : Pasir Putih Situbondo, Jawa Timur, Kontak: Diffi Samuel 081931852385, Email: dipi_dewe@yahoo.co.id</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Reef Check Aceh</strong></p>
<p style="text-align: justify;">22 Oktober 2009; Reef Check Team: Ocean Diving Club Universitas Syiah Kuala Banda Aceh; Reef Check Site : Krueng Raya, Ujung Aramayang, Lhok Mee di Aceh Besar; Kontak : Jerie 085260800862;Email: odc.atjeh@hotmail.com</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Reef Check Madura</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong></strong>23-25 Oktober 2009;Reef Check Team : Fisheries Diving Club Universitas Trunojoyo Madura; Reef Check Site ; Madura, Jawa Timur; Kontak : sindu ardi ; Email: ardi_staylivelove@yahoo.com</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Reef Check Kendari</strong></p>
<p style="text-align: justify;">23Oktober 2009; Reef Check Team : Corona Diving Club Kendari; Reef Check Site: Wakatobi/Kendari,Sulawesi Tenggara<br />
Kontak : ellysdiver@ymail.com</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Reef Check Bali</strong></p>
<p style="text-align: justify;">26 Oktober 2009; Reef Check Team : Yayasan Reef Check Indonesia -Reef Check Facility ; Reef Check Site    : Sanur, Bali<br />
Kontak : rcindonesia@reefcheck.org;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Reef Check Bali Utara</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1-3 November 2009; Reef Check Team: Nelayan dan pecalang laut pengelola DPL di Kec. Tejakula ;Reef Check Site : DPL Desa Bondalem, Tejakula, Penuktukan, Buleleng Bali; Kontak : dewi@reefcheck.or.id</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Reef Check Makassar</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong></strong>30 Oktober 2009; Reef Check Team: Marine Science Diving Club Universitas Hasanudin; Reef Check Site: Kepulauan Barrang Lompo-Barrang Caddi, Sul-Sel;Kontak : Opick 085299840905; Email: msdc-unhas@yahoo. com</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Reef Check Baluran</strong></p>
<p style="text-align: justify;">6-14 November 2009;Reef Check Team : Unit Selam UGM; Reef Check Site : Taman Nasional Baluran, Jawa Timur; Kontak: Ardhi 085643565744<br />
Email             : selam.ugm@gmail.com</p>
<p><strong>Reef Check Karimunjawa</strong></p>
<p style="text-align: justify;">13-19 November 2009; Reef Check Team: Marine Diving Club Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro; Reef Check Site : Taman Nasional Karimunjawa, Jawa Tengah; Keterangan : Terbuka untuk umum; Kontak: Kharisma Firdaus Mobile 081325312533; Email : mdc_kelautan@yahoo.com<br />
<strong><br />
Reef Check Manado</strong></p>
<p style="text-align: justify;">November 2009; Reef Check Team: Thalassa Dive Center Manado; Reef Check Site : Bunaken, Sulawesi Utara; Kontak: info@thalassa.net</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Reef Check Palu</strong></p>
<p style="text-align: justify;">November 2009; Reef Check Team: Palu Hijau; Reef Check Site: Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah; Kontak : Abigail Moore ; Email: abigail2105@yahoo.com</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Reef Check Banten</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Awal November 2009; Reef Check Team: komunitas selam CAI Diving Club; Reef Check Site: Pulau Sanghiang ; Kontak : caidivingclub@gmail.com</p>
<p>Beberapa komunitas lainnya yang akan menyusul adalah jaringan di Papua dan sekitarnya. Tentang Reef Check kunjungi www.reefcheck.or.id atau blog jaringan kerja reef check Indonesia www.rcindo.blosgspot.com</p>
<p style="text-align: justify;">Informasi lebih lanjut hubungi Reef Check Indonesia (62) 361 3071358, email rcindonesia@reefcheck.or.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/reef-check-survey-indonesia-2009/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reef Check Karimunjawa 2009</title>
		<link>http://www.goblue.or.id/reef-check-karimunjawa-2009</link>
		<comments>http://www.goblue.or.id/reef-check-karimunjawa-2009#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 09:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Diving Plus]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[Marine Diving Club]]></category>
		<category><![CDATA[pemantauan]]></category>
		<category><![CDATA[Reef Check]]></category>
		<category><![CDATA[Reef Check Karimunjawa]]></category>
		<category><![CDATA[terumbu karang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.goblue.or.id/?p=1332</guid>
		<description><![CDATA[



Reef Check Karimunjawa 2009


Bergabung dan jadi bagian dari tim Reef Check Karimunjawa 2009. Menyelami keindahan terumbu karang di kepulauan yang terletak di Laut Jawa,  tepatnya di Jawa Tengah, sekaligus ikut serta mendukung kegiatan pelestarian dan konservasi terumbu karang di salah Taman Nasional kebanggaan Indonesia ini. Bergabung dengan puluhan penyelam lainnya, untuk memantau status kondisi kesehatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_1331" class="wp-caption alignleft" style="width: 440px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/reef-check-karimunjawa.jpg"><img class="size-full wp-image-1331" title="reef check karimunjawa" src="http://www.goblue.or.id/wp-content/uploads/reef-check-karimunjawa.jpg" alt="Reef Check Karimunjawa 2009" width="430" height="606" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Reef Check Karimunjawa 2009</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Bergabung dan jadi bagian dari tim Reef Check Karimunjawa 2009. Menyelami keindahan terumbu karang di kepulauan yang terletak di Laut Jawa,  tepatnya di Jawa Tengah, sekaligus ikut serta mendukung kegiatan pelestarian dan konservasi terumbu karang di salah Taman Nasional kebanggaan Indonesia ini. Bergabung dengan puluhan penyelam lainnya, untuk memantau status kondisi kesehatan terumbu karang dengan menggunakan metode pemantauan termudah, cepat, ilmiah dan akurat dalam suasana yang <em>fun</em> dan santai yaitu Reef Check.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Meneliti laut dan isinya bukan cuma bisa dilakukan ilmuwan kelautan atau peneliti  ekologi laut. Anda, penyelam rekreasi, hobist, mahasiswa, pelajar, pegawai swasata, pegawai negeri, ibu rumah tangga, siapapun juga bisa!</p>
<p style="text-align: justify;">Selama 3 hari (*), Anda akan diajak menjadi layaknya &#8220;ahli kelautan&#8221;, mengetahui langsung arti eksistensi tiap ikan dan biota lautnya bagi masa depan terumbu karang.  Setelah mengikuti kegiatan sukarelawan ini, Anda akan kembali dengan persfektif yang baru tentang lingkungan khususnya terumbu karang.</p>
<p style="text-align: justify;">Data-data hasil pemantauan yang dikumpulkan selama Reef Check ini akan digunakan dan dilaporkan sebagai rekomendasi dan acuan bagi pengelolaan terumbu karang, baik lokal maupun global. Reef Check merupakan bagian dari Global Coral Reef Monitoring Network , suatu jaringan pemantauan terumbu karang dunia. Reef Check merupakan satu-satunya metode pemantauan berbasis masyarakat umum dan sukarelawan yang diakui secara internasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Daftarkan diri Anda sekarang dengan Reef Check Karimunjawa 2009. Hubungi Marine Diving Club Ilmu Kelautan Univ. Diponegoro. Jangan lupa ajak sebanyak mungkin dive buddy Anda! Lets Go Reef Check!Lets Go Blue!</p>
<ul>
<li>Kontak Sekretariat MDC Jl. Jatimulyo <span> </span>No. 5, Tembalang Selatan, Semarang 50275 Telp 0361-70263198</li>
<li>Cp: Kharisma rdaus 081325312533</li>
<li>Email : mdc_kelautan@yahoo.com</li>
<li>www.marinedivingclub.wordpress.com</li>
</ul>
<h6>(*) belum termasuk perjalanan</h6>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.goblue.or.id/reef-check-karimunjawa-2009/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
