signboardTejakula,Buleleng. Di tengah meningkatnya ancaman pemanasan global akibat perubahan iklim, masyarakat Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Buleleng mengambil inisiatif untuk melakukan tindakan nyata dengan membentuk Daerah Pengelolaan Laut (DPL). Melalui kolaborasi dengan semua komponen masyarakat dan pihak terkait, pembentukan DPL ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif sekaligus bentuk usaha preventif dan adaptasi menghadapi krisis global ini.

Direncanakan pada tanggal 25 agustus 2009, DPL Desa Tejakula akan diresmikan di pantai Taoka, Tejakula, Buleleng. Peresmian akan dilakukan oleh Bupati Buleleng, serta dihadiri dinas-dinas terkait antara lain Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng serta unsur muspika, tokoh masyarakat, tokoh adat dan kelompok-kelompok nelayan se-Kecamatan Tejakula.

DPL  Desa Tejakula ini akan menjadi bagian dari jaringan DPL yang direncanakan mencakup wilayah-wilayah desa sepanjang pantai Kecamatan Tejakula. Saat ini di kecamatan Tejakula, DPL telah terbentuk di Desa Bondalem, dan Desa Les.  Pembentukan DPL di desa lainnya, seperti Desa Penuktukan, Pacung dan Sembiran masih dalam proses dan akan segera menyusul.

Kecamatan Tejakula sendiri dalam rencana pemerintah kabupaten, melalui dinas kelautan dan perikanan, ditargetkan menjadi salah satu kawasan yang akan dilestarikan dalam bentuk kawasan konservasi terumbu karang.

Kecamatan Tejakula sendiri juga sudah direncanakan untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata dengan konsep ekowisata, yaitu wisata yang berpegang pada nilai-nilai lingkungan hidup dan berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Wilayah ini secara kesatuan memiliki peluang wisata yang besar baik wisata budaya maupun wisata alam. Secara khusus, kecamatan ini memiliki variasi dan kompleksitas pemandangan bawah laut yang luar biasa. Setiap desa memiliki keunikan ekosistem terumbu karang yang berbeda-beda yang tentunya menawarkan petualangan penyelaman yang berbeda.  Adanya DPL-DPL di wilayah ini, sesuai dengan  rencana pengembangan wisata tersebut dan sekaligus mengawal jalannya pengembangan pariwisata agar tetap pada koridor ekowisata bukannya wisata massal.

DPL Tejakula sendiri diinisiasi sejak September 2008 oleh kelompok nelayan Baruna Bratha, salah satu kelompok nelayan di desa Tejakula. Oleh Reef Check, kemudian difasilitasi dalam bentuk kolaborasi melibatkan kerjasama dengan pengelola/ pelaku wisata di desa Tejakula, dan arahan dari kantor perbekel/kepala desa Tejakula. Melalui serangkain pertemuan dan sosialisasi, pelatihan selam, pelatihan teknik pemantauan terumbu karang, pembuatan aturan hukum, akhirnya DPL ini ditetapkan dengan keputusan desa/peraturan desa. Proses pengajuan peraturan desa ini sendiri ke dalam lembaran daerah masih dilakukan, namun sebagai kesepakatan bersama dalam masyarakat telah memiliki kekuatan mengikat.

DPL Tejakula ini merupakan salah satu model/percontohan bagi usaha pelestariang/pengelolaan lingkungan hidup, terutama laut dan terumbu karang yang menekankan pentingnya kolaborasi. Sharing pengetahuan, kompetensi masing-masing pihak dari semua komponen masyarakat, serta kesamaan visi akan nilai penting lingkungan hidup secara jangka panjang menjadi modal yang kuat untuk mengelola lingkungan secara berkelanjutan. Peran fasilitator/lembaga swadaya/LSM/ pihak luar, adalah sebagai pihak netral yang berfungsi untuk menyatukan para pihak, memperkuat kompetensi serta dukungan keilmuan.  Dengan demikian, upaya pengelolaan terpusat pada masyarakat sendiri.

Diharapkan kerja dan sinergi yang baik dari desa dan kecamatan Tejakula ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain.  Kami juga mengundang pihak-pihak lain untuk bersama bahu-membahu mengelola DPL ini agar dapat memberikan sumbangan yang signifikan terhadap pengembangan desa, kecamatan, bahkan Kabupaten Singaraja, atau lebih luas lagi.