Tim peneliti kelautan baru-baru ini memberikan penjelasan bahwa cumi laut yang terdampar di Ross Sea, Selandia Baru tahun lalu tergolong cumi kolosal dan memiliki mata terbesar dari segala jenis hewan di planet ini.

Bola matanya lebih besar daripada piring porselen makan malam. Cumi-cumi laut dalam yang sudah langka ini dikenal sebagai cumi kolosal (Mesonychoteuthis hamiltoni) memiliki diameter mata 10,8 inci atau 27 centimenter dengan lensanya yang setara dengan buah jeruk. “Ini adalah bola mata terbesar dalam sejarah dan yang pernah dipelajari dalam dunia hewan,” kata Eric Warrant, profesor indra penglihatan khusus hewan invertebrata dari University of Lund, Swedia.

Warrant adalah anggota tim yang meneliti jasad si cumi di Museum Te Papa Tongarewa. Sejak ditemukan terdampar di lepas pantai Laut Ross, Antartika Utara, tahun lalu, spesimen cumi kolosal yang pernah didapat itu memang dibekukan di museum nasional
Selandia Baru itu. Panjangnya 26 kaki, berat sekitar lima kuintal, dengan satu dari sepasang bola matanya masih melekat di tempatnya. Tim ilmuwan meyakini panjang cumi ini bisa mencapai 46 kaki.

Lensa matanya yang superbesar berperan menjaring sebanyak mungkin cahaya di laut dalam dan gelap yang diselaminya. Dengan kemampuannya itu, cumi kolosal masih bisa berburu dengan baik di kedalaman 6.500 kaki. Pemburu yang agresif, begitu jenis cumi ini dikenal.

Source: AP