Coremap dan DKP memprakarsai pelaksanaan Bimbingan Teknis Pengelolaan Ikan Karang Hidup. Serangkaian kegiatan pelatihan penyelaman sehat, pengenalan dasar karang dan ikan karang, penangkapan ramah lingkungan, perlakuan pasca penangkapan, pengemasan hingga perencanaan bisnis ikan hias yang berlansung pada 5-13 November 2009 kemarin. Peserta pelatihan berasal dari nelayan Pangkep, Buton, Selayar hingga Biak. Kegiatan yang dilaksanakan di Kubu Parisanta dan desa Les dengan Antusias.
Kegiatan ini merupakan kegiatan pelatihan bersama yang pertama kali di Indonesia. “ Selama ini kita hanya berpusat di masing-masing daerah untuk pelatihan serupa ini, namun menurut saya pelatihan bersama ini akan memberi efek yang lebih baik karena para peserta dapat bertukar pengalaman dengan peserta dari daerah lain maupun dengan desa Les sebagai desa contoh yang diharapkan dapat menjadi panutan bagi daerah lain” Tutur ibu Wiranti dari Coremap.
Pelatihan ini diharapkan juga dapat mengurangi citra buruk nelayan ikan hias yang sering dianggap sebagai perusak ekosistem terumbu karang karena sering menggunakan alat tangkap yang merusak. “Perubahan butuh waktu, selain pelarangan pemakaian sianida kita harus merubah pola pikir nelayan dan membuat mereka (nelayan ikan hias ) kecanduan menggunakan jaring. Karena dengan menggunakan jaring ikan yang ditangkap akan lebih sehat serta bisa mendapat hasil yang lebih banyak” Pak Cipto salah satu pemateri dalam pelatihan ini menjelaskan.
“Ternyata jaring ini sangat mudah digunakan dan ikan lebih mudah ditangkap bila kita memakai cara yang benar” komentar salah satu peserta pelatihan dari Pangkep yang mendapatkan ika paling banyak saat pelatihan penangkapan di perairan Desa Les.
Pelatihan ini juga membekali peserta dengan metodologi penyelaman sehat. Hal ini mengingat tingginya angka kecelakaan para nelayan yang menyelam menggunakan kompresor. Kurangnya pengetahuan tentang penyelaman diduga merupakan penyebab utama.
Sebagai tambhan, dalam pelatihan ini adalah peserta juga diajarkan pendataan karang dengan metode mantatow. Hasil pendataan nelayan ini diharapkan dapat dikelola oleh DKP masing-masing daerah dan digunakan untuk berbagai kepentingan.
Banyaknya nilai positif yang terdapat dalam pelatihan ini, diharapkan peserta dan pelaksana agar pelatihan ini jdapat terus dikembangkan mencakup lebih banyak daerah-daerah lain, utamanya yang belum mendapat kesempatan dalam pelatihan kali ini.
Web site ini dibuat secara gotong royong oleh berbagai pihak untuk membangun trend cinta laut serta menyediakan akses informasi yang mudah untuk bisa terlibat di dalam konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkaitnya, dengan saling berbagi informasi yang bersifat positif, membangun semangat, dan saling menghargai satu sama lain. Baca selengkapnya
Komentar Kamu