SABANG – Satu unit kapal pariwisata yang mengangkut rombongan peneliti Wet Conservation Society (WCS), Reef Check Indonesia dan Unsyiah Rabu (25/2) siang, dilaporkan menabrak terumbu karang di wilayah perairan Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Akibatnya, kapal mengalami rusak parah, sementara 16 peneliti berikut 4 ABK dilaporkan selamat.

Kapal pariwisata milik Doden, seorang operator selam (diving) di Iboih, Sabang, yang membawa rombongan peneliti dari WCS, masuk ke perairan Pulau Aceh sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu kebetulan sedang dalam kondisi arus surut, sehingga kapal kandas dan membentur terumbu karang.

Sementara Naneng Setiasih, salah seorang peneliti dari Reef Check Indonesia mengemukakan bahwa kapal karam menabrak karang pada saat para peneliti sedang menyelam untuk melakukan monitoring rutin dan penelitian resilience terumbu karang pasca Tsunami Aceh 2004. Akibat kejadian tersebut, para peneliti sempat terkatung-katung, sebelum akhirnya berhasil menepi ke sebuah pulau setelah berenang selama lebih kurang 45 menit.

Insiden tersebut menyebabkan bagian kiri kapal rusak parah akibat membentur karang. Rombongan peneliti terdiri tiga peneliti asing, 2 peneliti dari Reef Check Indonesia, dan selebihnya mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.

Doden, mengatakan bahwa ia sempat meminta bantuan kepada sejumlah kalangan di Sabang untuk membantu evakuasi kapal dan penumpang dari Pulau Aceh. Namun, ia mengaku kecewa karena tidak ada yang merespon. “Tapi syukurlah, berkat bantuan boat milik seorang operator diving asal Malaysia, sekira pukul 01.00 dinihari tadi (kemarin-red), ke 20 penumpangnya berhasil kita evakuasi kembali ke Iboih,” sebut Doden.

Dikatakannya, saat ini kapal naas itu sudah berada di Dermaga Lamteng, Pulau Nasi, yang masuk dalam wilayah gugusan Pulau Aceh, Aceh Besar. Beberapa bagian yang rusak harus segera diperbaiki. “Sementara waktu harus docking dulu di dermaga Lamteng. Kita pun harus mencari kayu dulu untuk memperbaikinya,” tutur Doden yang juga inspirator pembuatan terumbu karang buatan di Sabang.

Sumber: Serambinews