Waktu menyelam yang direkomendasikan: April-Desember

Potensi bawah laut pulau-pulau di kawasan konservasi laut Berau sudah lama menjadi legenda para diver. Sebut saja: Derawan, Sangalaki, Maratua, Kakaban, dan Samama, 5 dari 31 pulau-pulau kecil di kawasan ini yang menawarkan atraksi menyelam kelas dunia yang eksklusif.

Highlight dari eksklusifitas ini tentunya adalah pulau Kakaban, sebuah atol yang karena proses geologi terangkat, membentuk danau air asin yang masih berhubungan dengan laut di sekitarnya.

Flora dan fauna di tempat ini banyak yang sebenarnya serupa dengan saudaranya di lautan. Hanya saja, terpisah sekian lama dan menghadapi kondisi lingkungan yang berbeda membuat mereka berevolusi. Proses ini mempengaruhi struktur fisik dan tingkah laku mereka.

Yang paling terkenal tentunya adalah 4 jenis ubur-ubur yang hidup di danau ini: Cassiopeia ornate, Mastigias Papua, Aurelia Aurita dan Tripedalia Cystophora. Ubur-ubur ini dilaut mempunyai sengat yang lumayan. Namun dengan tidak adanya predator yang memakan mereka, ubur-ubur di danau ini kehilangan kemampuan menyengatnya. Alhasil, menyelam di danau ini, dalam keheningan kecuali bunyi napas kita, di tengah air biru dan jutaan ubur-ubur, rasanya seperti berada di planet lain.

Derawan tidak hanya punya Kakaban. Pulau Sangalaki adalah pulau tidak berpenduduk yang menjadi langganan tetap penyu untuk bertelur. Karenanya, kalau di tempat tempat lain kita harus dive dan mencari-cari penyu, di Berau kita malah harus mencari-cari lokasi yang tidak ada penyunya.

Segala macam atraksi manta juga ada di sini, dari mulai Manta leyeh-leyeh, manta bersih-bersih di cleaning station, atau Manta cari makan.

Ikan-ikan besar termasuk hiu juga bayak seliweran. Banyak di antara mereka yang membentuk kumpulan ikan yang sangat banyak sehingga diving di sini akan sangat dijamin top!!

Menurut Wiryaman dkk (2005) , Kawasan kaya ini mencatat 474 jenis karang keras scleractinian dan 832 jenis ikan karang dengan 2 lokasi yang oleh pengamatnya disebut sebagai tempat dengan keanekaragaman ikan karang tertinggi di kawasan diving di Barat Indonesia/pusat pasifik. Di tempat ini juga ditemukan sedikitnya 10 jenis cetecean , termasuk 2 jenis paus.

Selanjutnya hasil pemantauann snapshot dengan Reef Check oleh anggota jaringan di Kalimantan menemukan kondisi karang yang secara umum cukup baik, denagn beberapa tempat mempunyai tutupan karang di atas 50% . Hal ini menjadikan ke arah manapun kita melihat saat diving, pemandangan indah guaranteed