Marah Bumi
Manusia dan sejuta alasan merusak bumi dengan keseimbangan yang sempurna
Ketakpeduliannya, lelah aku bertanya
Mungkinkah akan tiba hari terakhir di dunia
Kapankah kita akan tersadar
Bumi terluka dan ia pun menangis
Bukalah mata juga hatimu kawan,
Manusia, cinta kemunafikan, hancurkan bumi dengan kebodohan yang sempurna
Rasa ke akua-annya, muak ku melihatnya
Mungkinkah akan tiba hari terakhir untuknya
Marahnya bumi makin tak terkendali
Marahnya bumi kita semua akan mati
Marahnya bumi, makin tak teratasi
Marahnya bumi semua mati  dan terluka

Puisi karya J’rx Superman Is Dead menutup acara konferensi press Bali clean up 2010 di Sanur Plaza hotel hari Senin(30/8).  Puisinya mengingatkan kita semua untuk bertindak menyelamatkan bumi, di mana semua orang harus saling berbagi tanggung jawab sekaligus secara resmi membuka program Bali Clean Up Day 20 September 2010.

Semangat berbagi tanggung jawab inilah yang menjadi nafas dari kegiatan  Bali clean up.  Pemerintah, bersama dengan sektor swasta, LSM, kelompok masyarakat dan media, sebagai salah satu langkah untuk mencapai terciptanya Bali sebagai clean and green province yang dicanangkan Gubernur Mangku Pastika tahun 2013.

Bali clean up ini akan dimulai melalui aktifitas Bali clean up day, yang merupakan upaya serentak seluruh komponen masyarakat dan pemerintah Bali untuk membersihkan Bali dari sampah plastic dalam satu hari, didukung oleh ribuan siswa-siswa sekolah dan lebih dari 30 stakeholders. Bali Clean Up Day bertujuan mengingatkan seluruh komponen masyarkat bahaya sampah plastic bagi lingkungan, kesehatan dan terutama ancaman ekonomi. Upaya serentak oleh seluruh pemerhati lingkungan pada satu hari tanggal 20 September 2010 ini diharapkan menjadi tonggak bagi terciptanya Bali sebagai Clean and Green Province.

Sampah, ternyata merupakan masalah yang cukup besar di Bali. Menurut David Cooper, pemrakarsa proses pengolahan sampah di desa Temesi, Gianyar, dari ribuan ton sampah yang dikeluarkan oleh seluruh masyarakat di seluruh pulau dewata, hanya 25 sampai 30 persen yang diangkut oleh DKP dan atau perusahaan pengangkutan sampah swasta. Sisa yang 70 sampai 75 persen dibuang dipinggir jalan, belakang rumah, sungai, bahkan pantai.

Jensi Sartin, direktur Yayasan Reef Check Indonesia mengatakan saatnya kita bersatu untuk melakukan sesuatu bagi bumi kita. Bijaksana pada sampah kita adalah hal yang paling sederhana dan termudah untuk memulai sesuatu yang signifikan (lebih besar,red) untuk “menyelamatkan” bumi kita (atau mungkin menyelamatkan hidup umat manusia di bumi ini)”.

Jadi, ayo para gobluers yang ada di Bali untuk bergabung di kegiatan ini, menjadi agen-agen perubahan untuk gaya hidup yang lebih biru…..  Atau, jadikan even ini alasan untuk berkunjung ke Bali…..  ;)   CATAT TANGGALNYA!! 20 SEPTEMBER 2010.

Kontak reef check (rcindonesia@reefcheck.or.id) atau koordinator acara, Mas Pardi: supardiasmorobangun@gmail.com

Kembalikan Bali seperti yang dulu, keep this island happy….  Demikian senandung ray the sky.