SIDNEY – Kelompok aktivis pelindung paus terlibat bentrokan dengan kapal penangkap paus Jepang. Bentrokan ini terjadi setelah para aktivis melacak keberadaan kapal itu di wilayah terpencil di Antartika.

Kelompok Sea Sheperd Conservation Society mengejar kapal penangkap paus itu dengan maksud dapat mengganggu perburuan tahunan yang dilakukan mereka. Perburuan tahunan yang dilakukan kapal Jepang ini menyebabkan 1.000 ekor paus terbunuh tiap tahunnya.
Kedua pihak selama ini memang kerap terlibat bentrokan keras, termasuk saat sebuah kapal milik Sea Shepherd tenggelam setelah diterjang oleh sebuah kapal penangkap paus milik Jepang.
Membuka tahun baru ini, pendiri Sea Shepherd menyatakan pihaknya kembali terlibat konfrontasi di laut dengan kapal Jepang. Menurutnya kapal penangkap paus itu lebih dulu menyerang mereka dengan tembakan water cannon. Demikian diberitakan Associated Press, Sabtu (1/1/2011).
Tetapi kedua pihak sepertinya tidak akan pernah berhenti terlibat kekerasan. Setiap tahun mereka saling mengklaim tindakan agresi antara satu sama lain, seringkali laporan tersebut sulit untuk diverifikasi. Bentrokan antara keduanya pun kerap berlangsung di wilayah terpencil di perairan Antartika.
Selama ini pihak Jepang diperbolehkan untuk menangkapi paus dibawah pengawasan Komisi Internasional Paus. Jepang mengklaim penangkapan ini dilakukan atas dasar kepentingan penelitian dan tidak ditujukan untuk kepentingan komersil.
Namun menurut para aktivis hal tersebut merupakan kebohongan besar, karena sebagian besar daging paus yang ditangkap tidak digunakan untuk kepentingan penelitian melainkan untuk dikonsumsi secara luas.
Sumber : Okezone.com