Makassar (ANTARA News) – Sekitar 70 persen terumbu karang di perairan Sulawesi Selatan rusak akibat ulah manusia. Seorang pejabat Dinas Kelautan Sulsel, Andi Husbawaty, menyatakan bahwa nelayan-nelayan setempat yang menggunakan bom dan bius saat menangkap ikan adalah penyebab utama rusaknya ekosistem laut Sulsel terutama terumbu karang.
Data Pusat Penelitian Terumbu Karang Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Rabu, menunjukkan, dari sekitar 5.000 km2 luas terumbu karang Sulsel, 70 persennya rusak dan 30 persen sisanya dalam kondisi kritis. Kerusakan terparah terjadi di Kabupaten Bulukumba yang sudah 100 persen rusak, Kabupaten Pangkep 97 persen rusak, Sinjai 86 persen, dan Kabupaten Selayar yang memiliki taman nasional bawah laut “Takka Bonerate” pun 70 persen terumbu karangnya juga rusak. (*) COPYRIGHT © 2008
Web site ini dibuat secara gotong royong oleh berbagai pihak untuk membangun trend cinta laut serta menyediakan akses informasi yang mudah untuk bisa terlibat di dalam konservasi laut dan pesisir serta ekosistem terkaitnya, dengan saling berbagi informasi yang bersifat positif, membangun semangat, dan saling menghargai satu sama lain. Baca selengkapnya
wawa
November 5th, 2008 at 6:20 pm
klo mnuRUt aQ yang paling sEderhana tUk jaGa laut kita yaCH jangan buang sampah dong……. kasian kan ikan2 yang ada Di LAut…….. so Mulai SKrang Put yOur RuBBish in the riGH PlAce…… hehehe………. Chayo……..
Nurul
November 5th, 2008 at 6:33 pm
mulailah dari yang terkecil untuk mendapatkan yang terbesar, mulailah dari membuang sampah pada tempatnya untuk membuat lingkungan bersahabat denganmu, so………….. mulai sekarang lestarikanlah lautmu karena laut merupakan harta termahsyur buat para penghuni bumi ini.
SAVE THE EARTH BY OUR HAND’S